Tokoh Agama di Boyolali Rantai Anak-anak Selama 2 Tahun, KPAI: Orang Tua Pasrah

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Kamis, 17 Juli 2025 | 19:01 WIB
Tokoh Agama di Boyolali Rantai Anak-anak Selama 2 Tahun, KPAI: Orang Tua Pasrah
Tokoh Agama di Boyolali Rantai Anak-anak Selama 2 Tahun, KPAI: Orang Tua Pasrah. (X)

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti lemahnya pengawasan orang tua dalam kasus kekerasan terhadap empat anak di Boyolali yang diduga dilakukan oleh seorang tokoh masyarakat setempat, SP.

Keempat anak korban diketahui telah tinggal bersama SP selama dua tahun tanpa pemantauan dari orang tua. Kasus penyiksaan itu terbongkar setelah para korban ditemukan dalam kondisi dirantai dan kelaparan. 

"Ini jadi evaluasi ya, orang tuanya juga pasrah saja, dan orang tuanya juga enggak ngecek," kata Komisioner KPAI, Dyah Puspitarini ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (17/7/2025).

KPAI menilai praktik penitipan anak yang dilakukan SP merupakan aktivitas ilegal. Tidak hanya tanpa izin resmi, penitipan tersebut juga berlangsung tanpa komunikasi intens antara anak dan orang tua selama mereka berada dalam asuhan pelaku.

Ia juga membenarkan bahwa selama dua tahun anak-anak tinggal di rumah SP, tidak ada komunikasi yang terjalin dengan orang tua mereka.

Gedung KPAI. (Suara.com/Lilis Varwati)
Gedung KPAI. (Suara.com/Lilis Varwati)

Menurut Dyah, alasan orang tua menitipkan anak-anaknya kepada SP antara lain karena sosok pelaku dikenal sebagai tokoh agama yang karismatik. Beberapa orang tua juga memiliki riwayat kedekatan keluarga dengan SP.

"Karena bapak ini karismatik, terus dulu riwayat keluarga mungkin pernah bekerja dengan bapak ini," ucap Dyah.

SP diketahui bukan pemilik panti resmi ataupun lembaga pendidikan terdaftar. Meski demikian, ia disebut-sebut sebagai tokoh masyarakat dan tokoh agama di lingkungannya.

Oleh sebab itu, Dyah menekankan, jangan sampai proses hukum jadi lambat hanya karena pelaku dikenal sebagai tokoh terkemuka di daerahnya.

baca juga

"Karena si Pak SP ini tokoh masyarakat, jangan sampai prosesnya lambat," tuturnya.

Dalan penanganan kasus tersebut, Dyah menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengungkap praktik kekerasan itu. Setelah itu progres rehabilitasi medis dan psikologis anak.

"Yang terpenting sekarang adalah peran masyarakat sekitar di Pak SP ini. Yang kedua, posisi pendampingan rehabilitasi medis dan rehabilitasi psikologisnya sampai mana. Terus yang ketiga, prosesnya," pungkas Dyah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Kondisi Gibran-Bobby dalam Bahaya, Rocky Gerung Bedah Konspirasi Politik Jokowi, Apa Katanya?

Sebut Kondisi Gibran-Bobby dalam Bahaya, Rocky Gerung Bedah Konspirasi Politik Jokowi, Apa Katanya?

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 15:12 WIB

Gegara Suka Bolos, Polisi Ini Nangis Kejer usai Ditangkap Propam: Panik Kau Dek!

Gegara Suka Bolos, Polisi Ini Nangis Kejer usai Ditangkap Propam: Panik Kau Dek!

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 11:24 WIB

Doakan Jokowi Segera Bertobat, Dokter Tifa Pede Koar-koar Ijazah Palsu: Gak Ada Pidananya!

Doakan Jokowi Segera Bertobat, Dokter Tifa Pede Koar-koar Ijazah Palsu: Gak Ada Pidananya!

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 10:32 WIB

Polisi Ogah Nikahi Cewek usai Dihamili, Aksi Keji Brigadir Ade Kurniawan Cekik Bayinya sampai Mati

Polisi Ogah Nikahi Cewek usai Dihamili, Aksi Keji Brigadir Ade Kurniawan Cekik Bayinya sampai Mati

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 17:59 WIB

Terkini

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Sempat Menguat, IHSG Langsung Melemah ke Level 5.300

Sempat Menguat, IHSG Langsung Melemah ke Level 5.300

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:39 WIB

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:35 WIB

×