Dampak Bahaya Makan Beras Oplosan, Ini Cara Bedakan dengan Beras Asli

M Nurhadi

Senin, 28 Juli 2025 | 15:37 WIB
Dampak Bahaya Makan Beras Oplosan, Ini Cara Bedakan dengan Beras Asli
Ilustrasi beras. [Ist]

Suara.com - Isu peredaran beras oplosan di pasaran Indonesia belakangan ini kian meresahkan masyarakat. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa praktik curang ini tidak hanya menipu dari sisi kualitas, tetapi juga kuantitas dan label.

Berdasarkan investigasi Kementan dan Satgas Pangan, ditemukan 212 merek beras yang tidak memenuhi standar mutu, 26 di antaranya diduga merupakan hasil pengoplosan dari empat perusahaan besar, termasuk Wilmar Group dan Japfa Group. Temuan ini sontak menimbulkan kekhawatiran publik, khususnya mereka yang terlanjur mengonsumsi beras tersebut.

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Sri Raharjo, menjelaskan bahwa meskipun tidak ada istilah resmi "beras oplosan" dalam peraturan, praktik mencampur beras dengan bahan non-pangan atau kualitas rendah tetap melanggar hukum. Sri Raharjo menyoroti lemahnya pengawasan distribusi pangan yang memungkinkan praktik ini terjadi.

Berdasarkan paparan Sri Raharjo, beberapa bahan kimia yang sering ditemukan dalam beras oplosan antara lain klorin (pemutih), pewangi buatan, parafin, atau plastik. Zat-zat ini digunakan untuk menyamarkan kualitas beras yang buruk agar tampak lebih putih dan menarik. Namun, penggunaan zat-zat ini sangat berbahaya bagi kesehatan.

Menurut Sri Raharjo dan ilmuwan senior Anila Jacob dari Environmental Working Group, paparan jangka panjang terhadap bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang serius.

Klorin bersifat karsinogenik yang bisa memicu kanker. Pewarna sintetis seperti Rhodamin B dapat menyebabkan sirosis hati atau gagal ginjal. Sementara itu, zat kimia seperti bisphenol A (BPA) dan phthalate yang ditemukan pada plastik dapat memicu gangguan hormon, infertilitas, obesitas, hingga cacat pada janin jika dikonsumsi oleh ibu hamil.

“Klorin misalnya, digunakan untuk menghilangkan warna kusam, tapi zat ini bersifat karsinogenik dan sangat berbahaya bila dikonsumsi dalam jangka panjang,” jelas Sri Raharjo, dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com melalui siaran UGM yang dikutip pada Senin (28/7/2025).

Meskipun dr. Aru Ariadn, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa beras oplosan yang viral saat ini umumnya hanya mencampur beras premium dengan beras mutu rendah, yang tidak berbahaya secara fatal, ia tetap menekankan adanya potensi masalah. Pencampuran ini dapat menurunkan nilai gizi dan membuat nasi lebih cepat basi.

Namun, risiko fatal tetap ada jika beras oplosan dicampur dengan zat kimia berbahaya, yang mana proses mencuci dan memasak tidak efektif untuk menghilangkannya sepenuhnya. Residu klorin, plastik, atau formalin dapat tetap tertinggal dan terakumulasi dalam tubuh, memperberat kerja organ vital seperti hati dan ginjal.

baca juga

Cara Membedakan Beras Asli dan Oplosan 

Sri Raharjo dan berbagai sumber lainnya memberikan beberapa tips sederhana untuk membedakan beras asli dan oplosan. Edukasi ini sangat penting agar masyarakat tidak tertipu oleh tampilan luar yang tampak premium.

  • Warna Tidak Seragam: Beras oplosan sering kali memiliki butiran dengan warna yang tidak konsisten, seperti campuran butiran putih bersih dengan butiran yang kekuningan atau kusam.
  • Ukuran Butiran Tidak Sama: Beras asli umumnya memiliki ukuran butiran yang seragam. Sebaliknya, beras oplosan biasanya berisi campuran butiran dengan berbagai ukuran, ada yang panjang, pendek, besar, dan kecil.
  • Bau Aneh: Beras oplosan mungkin mengeluarkan bau menyengat seperti bahan kimia, karena ditambahkan zat pemutih, pengawet, atau pewangi buatan.
  • Tekstur Nasi Lembek atau Cepat Basi: Nasi dari beras oplosan cenderung tidak pulen, terlalu lembek, lengket, dan mudah basi. Hal ini disebabkan percampuran jenis beras yang tidak sesuai dan kadar air yang tidak seimbang.
  • Muncul Benda Asing: Saat dicuci, perhatikan jika ada serpihan plastik, serbuk putih, atau partikel asing lainnya yang mengambang. Ini bisa menjadi indikasi adanya kontaminasi atau penambahan zat berbahaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap! Cara Licik Pengusaha Oplos Beras Bulog, Dijual Mahal Jadi Beras Premium

Terungkap! Cara Licik Pengusaha Oplos Beras Bulog, Dijual Mahal Jadi Beras Premium

Bisnis | Senin, 28 Juli 2025 | 15:04 WIB

Razia Cuma 'Obat Nyamuk', Kenapa Mafia Beras Tak Kunjung Mati?

Razia Cuma 'Obat Nyamuk', Kenapa Mafia Beras Tak Kunjung Mati?

News | Minggu, 27 Juli 2025 | 19:35 WIB

Habis Riau, Siapa Lagi? DPR Desak Polisi Buru Otak Mafia Beras Oplosan Sampai ke Akar-akarnya

Habis Riau, Siapa Lagi? DPR Desak Polisi Buru Otak Mafia Beras Oplosan Sampai ke Akar-akarnya

News | Minggu, 27 Juli 2025 | 18:26 WIB

Mentan Baru Pulang, Polda Riau Langsung 'Sikat' Mafia Beras Oplosan, Andi Amran: Saya Apresiasi

Mentan Baru Pulang, Polda Riau Langsung 'Sikat' Mafia Beras Oplosan, Andi Amran: Saya Apresiasi

News | Minggu, 27 Juli 2025 | 13:12 WIB

Disita Berton-ton, Begini Aksi Licik Pengoplos Beras SPHP di Pekanbaru

Disita Berton-ton, Begini Aksi Licik Pengoplos Beras SPHP di Pekanbaru

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 19:37 WIB

Mendagri Soroti Distribusi Beras, Minta Tata Kelola Diperbaiki Tekan Inflasi Pangan Nasional

Mendagri Soroti Distribusi Beras, Minta Tata Kelola Diperbaiki Tekan Inflasi Pangan Nasional

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 16:56 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×