Demo DPR Chaos, Benarkah Odol Bisa Mengurangi Efek Gas Air Mata? Ini Kata Ahli

Rifan Aditya

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 14:24 WIB
Demo DPR Chaos, Benarkah Odol Bisa Mengurangi Efek Gas Air Mata? Ini Kata Ahli
Warga pakai odol di wajah terlalu banyak untuk mengurangi efek gas air mata imbas demo DPR rusuh (tiktok)
Kesimpulan
  • Massa aksi demo DPR hingga masyarakat sekitar pakai odol untuk mengurangi efek gas air mata
  • Kata peneliti UGM: memang ada benarnya odol sedikit menangkal efek gas air mata
  • Tapi odol bukan solusi paling tepat

Suara.com - Kala aksi unjuk rasa demo DPR di akhir bulan Agustus 2025 berujung chaos, menjadi hal lumrah melihat sejumlah orang mengoleskan pasta gigi atau odol di wajah.

Praktik ini telah mengakar kuat. Banyak yang percaya odol bisa jadi tameng ampuh melawan perihnya gas air mata.

Namun, benarkah odol bisa mengurangi efek gas air mata? Atau justru membawa bahaya setelahnya?

Sebuah narasi yang berbeda datang dari ranah akademis. Pakar Kimia dari Fakultas MIPA UGM, Dra. Ani Setyopratiwi, M.Si., memberikan perspektif kimia yang menarik.

Menurutnya, secara teori, odol memang bisa membantu. Ini bukan sihir, melainkan reaksi kimia sederhana.

"Semua pasta gigi dapat digunakan untuk menangkal efek gas air mata karena terdapat emulsi yang terkandung dalam pasta gigi dan gas air mata yang jika bertemu akan saling merusak satu sama lain," ujarnya dilansir dalam mipa.ugm.ac.id.

Emulsi gel pada pasta gigi akan bertemu dengan emulsi air pada gas air mata, sehingga merusak struktur masing-masing dan berpotensi mengurangi efeknya.

Ia juga menambahkan bahwa alternatif lain yang lebih terjangkau seperti larutan air garam bisa digunakan dengan cara disemprotkan. Dari sudut pandang kimia ini, penggunaan odol seolah mendapat pembenaran ilmiah.

Polisi mulai menembakkan gas air mata ke arah massa aksi bubarkan DPR, Senin (25/8/2025) sore. [Suara.com/Faqih Fathurrahman]
Polisi mulai menembakkan gas air mata ke arah massa aksi bubarkan DPR, Senin (25/8/2025) sore. [Suara.com/Faqih Fathurrahman]

Dari Perspektif Medis Berkata Lain

Namun, dunia medis menyuarakan alarm yang kencang. Para dokter dan ahli kesehatan sepakat bahwa mengoleskan odol ke wajah, terutama di dekat mata, adalah tindakan yang keliru dan berbahaya.

baca juga

Kementerian Komunikasi dan Digital bahkan telah melabeli klaim bahwa odol mengatasi efek perih akibat gas air mata sebagai disinformasi.

Faktanya, odol adalah bahan kimia yang mungkin dapat meredakan nyeri akibat terkena gas air mata, tetapi penggunaannya justru dapat merangsang nyeri yang lain.

Menurut dr. Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, Sp.B, dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, odol tidak efektif karena mekanisme kerja utama gas air mata adalah melalui sistem pernapasan.

"Odol nggak ngaruh sebenarnya. Gas air mata bekerjanya karena terhirup, bukan kontak dengan mata. Efek gas air mata itu kan terhirup yang menyebabkan sekresi dari kelenjar air mata," tegas dr. Wisnu.

Mengoleskan odol di dekat mata justru dapat menimbulkan masalah baru. Kandungan seperti deterjen, pemutih, dan perasa mint pada odol bersifat iritatif bagi kulit wajah yang tipis dan sensitif, apalagi jika sampai masuk ke mata.

Dokter spesialis kulit, Litya Ayu Kanya Adinda, mengingatkan bahwa pasta gigi dapat menimbulkan iritasi pada kulit.

"Bentuk iritasinya bisa [timbul] kemerahan, gatal. Kalau berat, bisa timbul luka," katanya.

Risiko kerusakan kornea mata juga menjadi ancaman serius jika odol tidak sengaja mengenai mata.

Fakta di Lapangan dan Pertolongan Pertama yang Benar

Ilustrasi Gas Air Mata. (unsplash/jamie hogan)
Ilustrasi Gas Air Mata. (unsplash/jamie hogan)

Lalu, mengapa praktik ini terus berlanjut? Seorang anggota polisi menyebut bahwa fungsi odol di lapangan lebih sebagai pemicu agar air mata terus keluar, bukan untuk menangkal gas itu sendiri.

Harapannya, air mata yang melimpah dapat membersihkan zat iritan dari mata. Namun, ini adalah metode yang tidak direkomendasikan dan berisiko.

Ketika terpapar gas air mata, langkah pertolongan pertama yang tepat sangat krusial. Lupakan odol, dan ikuti panduan berikut:

1. Segera Menjauh: Langkah pertama dan terpenting adalah segera keluar dari area yang terkontaminasi gas untuk mencari udara segar.

2. Jangan Mengucek Mata: Mengucek mata hanya akan memperparah iritasi dan menyebarkan partikel kimia lebih luas.

3. Bilas dengan Air Mengalir: Aliri mata dengan air bersih atau larutan garam steril (cairan infus) selama 10-15 menit. Pastikan air mengalir dari sudut mata bagian dalam ke arah luar.

4. Lepaskan Pakaian Terkontaminasi: Segera ganti pakaian, topi, dan lepaskan lensa kontak yang mungkin telah terpapar gas.

5. Mandi: Mandi dengan air dingin dan sabun dapat membantu membersihkan sisa-sisa zat kimia dari kulit dan rambut.

Daripada Odol Mending Masker dan Air

Meskipun ada penjelasan kimia yang menarik tentang potensi interaksi antara odol dan gas air mata, bukti medis dan risiko yang ditimbulkan jauh lebih besar.

Mengoleskan odol di wajah adalah praktik yang tidak didukung oleh ilmu kedokteran dan berpotensi membahayakan kesehatan kulit dan mata.

Ketimbang memakai odol atau pasta gigi, sebaiknya menggunakan masker agar asap dari gas air mata tidak banyak terhirup ke tubuh.

Bagi massa aksi yang turun ke jalan, jika perlu memakai safety google (pelindung mata), masker gas dan air bersih.

Sehingga efek perih dari gas air mata bisa dihindari langsung atau setidaknya berkurang. Keselamatan adalah prioritas utama.

Membekali diri dengan pengetahuan pertolongan pertama yang benar jauh lebih bijaksana daripada bergantung pada mitos yang belum teruji dan berisiko.

Bagaimana pendapat Anda tentang hal ini? Pernahkah Anda mencoba metode ini atau memiliki cara lain yang lebih aman untuk menangani efek gas air mata?

Bagikan pengalaman dan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini. Mari sebarkan informasi yang benar untuk keselamatan bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Ngaku Terkejut Dan Kecewa Karena Aparat Bertindak Berlebihan Amankan Demo

Presiden Ngaku Terkejut Dan Kecewa Karena Aparat Bertindak Berlebihan Amankan Demo

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 14:17 WIB

Rakyat Ngamuk Demo Berjilid-jilid: NasDem Tetap Sayang Sahroni, Ini Jabatan Barunya di DPR!

Rakyat Ngamuk Demo Berjilid-jilid: NasDem Tetap Sayang Sahroni, Ini Jabatan Barunya di DPR!

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 14:17 WIB

Demo Telan Nyawa Ojol, Formappi Sorot Ucapan Konyol Ahmad Sahroni: DPR Pengecut!

Demo Telan Nyawa Ojol, Formappi Sorot Ucapan Konyol Ahmad Sahroni: DPR Pengecut!

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 13:55 WIB

Omara Esteghlal: DPR yang Korup, Kami Masih Mengejar Anda!

Omara Esteghlal: DPR yang Korup, Kami Masih Mengejar Anda!

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 14:16 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×