Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Gas Air Mata? Ada 7 Cara Mengatasinya

Farah Nabilla Suara.Com
Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:08 WIB
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Gas Air Mata? Ada 7 Cara Mengatasinya
Ilustrasi cara mengatasi gas air mata [AI]

Suara.com - Gas air mata kerap digunakan aparat untuk membubarkan massa saat terjadi kericuhan atau demonstrasi.

Meski disebut gas air mata, senyawa kimia ini tidak hanya membuat mata perih, tapi juga bisa menyebabkan batuk, sesak napas, hingga iritasi kulit.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan jika terkena gas air mata sekaligus cara mencegah paparan lebih parah.

Dampak Gas Air Mata pada Tubuh

Paparan gas air mata biasanya menimbulkan reaksi cepat pada tubuh, di antaranya:

- Mata terasa perih, berair, dan sulit dibuka.

- Hidung meler, tenggorokan gatal, hingga batuk keras.

- Kulit terasa terbakar atau panas.

- Sesak napas, terutama bagi penderita asma atau gangguan pernapasan lain.

Baca Juga: Apa Obat untuk Gas Air Mata? Ini Cara Efektif dan Paling Cepat Menyembuhkan

Gejala ini umumnya tidak berlangsung lama, namun tetap berbahaya jika tidak segera ditangani.

Langkah Pertama Jika Terkena Gas Air Mata

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak gas air mata:

1. Segera Menjauh dari Sumber Gas

Cari arah angin yang berlawanan agar tidak terus menghirup gas.

2. Jangan Mengucek Mata atau Wajah

Mengucek justru akan membuat partikel kimia semakin menyebar.

3. Gunakan Air Mengalir untuk Membilas

Bilas mata dan wajah dengan air bersih mengalir atau larutan saline.

4. Lepas Pakaian yang Terpapar

Simpan pakaian dalam kantong plastik tertutup lalu ganti dengan yang bersih.

5. Hindari Sabun atau Krim Berminyak

Partikel gas bisa menempel lebih lama pada bahan berminyak.

6. Tenangkan Pernapasan

Bernapas pelan di udara segar dapat membantu mengurangi sesak.

7. Gunakan Masker atau Kain Basah

Jika terpaksa kembali ke area, tutup hidung dan mulut dengan masker atau kain basah.

Cara Menangkal Gas Air Mata

Selain pertolongan pertama, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek gas air mata:

1. Gunakan Masker Berkualitas

Masker respirator (N95 atau setara) lebih efektif menahan partikel kimia dibanding masker kain biasa.

2. Kacamata Renang atau Goggles

Kacamata tertutup rapat dapat melindungi mata dari iritasi gas.

3. Bawa Larutan Air Garam atau Saline Spray

Bisa digunakan untuk segera membilas mata saat terkena paparan.

4. Sediakan Kain atau Handuk Basah

Air dapat membantu menyaring udara sebelum masuk ke hidung dan mulut.

5. Kenakan Pakaian Panjang

Baju lengan panjang dan celana panjang bisa meminimalisir paparan ke kulit.

6. Hindari Lensa Kontak

Lensa bisa menjebak partikel gas dan memperparah iritasi.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika setelah terkena gas air mata muncul gejala berat seperti sesak napas berkepanjangan, nyeri dada, penglihatan kabur, atau iritasi kulit parah, segera cari bantuan medis.

Gas air mata memang dirancang untuk melumpuhkan sementara, namun efeknya bisa terasa menyakitkan dan berisiko bagi kesehatan.

Cara terbaik adalah menjauh dari area berbahaya, segera membilas dengan air bersih, dan mengganti pakaian yang terpapar.

Untuk pencegahan, gunakan masker, kacamata pelindung, dan pakaian tertutup agar paparan bisa diminimalisir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Sejarah Otomotif: Siapa Penemu Mobil Pertama di Dunia?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI