Apa Itu Cesium-137? Zat Radioaktif yang Ditemukan di Udang Cikande

Nur Khotimah

Rabu, 01 Oktober 2025 | 19:45 WIB
Apa Itu Cesium-137? Zat Radioaktif yang Ditemukan di Udang Cikande
Penyegelan kawasan mengandung radioaktif cesium-137 oleh Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup di sebuah pabrik di Cikande, Kabupaten Serang, Kamis (11/9/2025).(ANTARA/HO-KLH)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa produk ekspor udang beku yang ditolak oleh Amerika Serikat (AS) karena dugaan terkontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) ternyata masih aman untuk dikonsumsi karena jauh di bawah ambang batas.

Ia menyebutkan bahwa kandungan radioaktif dalam udang yang dikirimkan oleh PT BMS tersebut masih berada di bawah ambang baku.

Sedangkan untuk produk yang terkontaminasi Cs-137 akan segera dimusnahkan demi menjaga keamanan pangan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga Kemenko Bidang Pangan, Bara Hasibuan.

Ia menegaskan bahwa tidak semua produk udang yang dikembalikan dari AS terkontaminasi zat radioaktif Cs-137.

Mungkin banyak masyarakat yang masih awam dan bertanya-tanya, apa sebenarnya Cesium-137 itu? Apakah berbahaya jika dikonsumsi dan apa saja dampaknya bagi tubuh?

Cemaran Radioaktif. (Dok. Istimewa)
Cemaran Radioaktif. (Dok. Istimewa)

Zat Radioaktif Cesium-137

Cesium yang memiliki simbol kimia Cs merupakan logam lunak, fleksibel, berwarna putih keperakan yang mencair mendekati suhu ruangan, tapi mudah berikatan dengan klorida membentuk bubuk kristal. Bentuk radioaktif yang paling umum dari Cesium adalah Cs-137.

Berdasarkan informasi dari United States Environmental Protection Agency, Cesium-137 diproduksi melalui fisi nuklir untuk digunakan dalam peralatan medis dan alat ukur.

Cesium juga termasuk salah satu produk sampingan dari proses fisi nuklir pada reaktor nuklir dan uji coba senjata nuklir.

baca juga

Cesium-137 yang berikatan dengan klorida akan membentuk bubuk kristal dan bereaksi di lingkungan seperti garam dapur atau natrium klorida.

Cesium mudah bergerak di udara, mudah larut dalam air, serta terikat kuat pada tanah dan beton, tetapi tidak bergerak terlalu jauh di bawah permukaan.

Beberapa tanaman atau vegetasi yang tumbuh di dalam atau di dekat tanah yang terkontaminasi kemungkinan dapat menyerap sejumlah kecil Cesium-137 dari tanah.

Sejumlah kecil zat radioaktif ini dapat ditemukan di lingkungan dari senjata nuklir dan kecelakaan reaktor nuklir.

Bahaya dan Risiko Paparan Cesium-137

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, manusia terpapar Cesium-137 setiap hari karena isotop radioaktif Cesium ini terdapat di lingkungan dari uji coba senjata pada tahun 1950-an dan 1960-an. Meski demikian, paparan dalam jumlah kecil umumnya tidak membahayakan kesehatan.

Cesium-137 dalam jumlah besar dan terkonsentrasi dapat berbahaya, seperti yang ditemukan di unit terapi radiasi serta alat ukur industri.

Sumber radiasi pada perangkat ini dirancang agar tetap tertutup rapat dan mencegah paparan ke manusia.

Jika tabung-tabung tersebut terbuka secara tidak sengaja atau sengaja, maka Cesium-137 di dalamnya bisa menyebar.

Paparan eksternal zat radioaktif ini dalam jumlah besar dapat menyebabkan luka bakar, penyakit radiasi akut, hingga kematian.

Paparan Cesium-137 bisa meningkatkan risiko kanker karena paparan radiasi gamma yang berenergi tinggi.

Sedangkan paparan internal Cesium-137 dapat melalui konsumsi atau inhalasi, memungkinkan zat radioaktif ini terdistribusi pada jaringan lunak terutama jaringan otot.

Jaringan tersebut akan terpapar partikel beta dan radiasi gamma, serta meningkatkan risiko kanker.

Sejumlah kecil Cesium-137 dapat ditemukan di lingkungan uji coba senjata nuklir dan dalam kecelakaan reaktor nuklir, seperti kecelakaan pembangkit listrik Chernobyl pada tahun 1986 yang menyebarkan Cesium-137 ke banyak negara di Eropa.

Cesium-137 Ditemukan di Udang Cikande

Zat radioaktif Cesium-137 ditemukan di kawasan industri di Cikande, Kabupaten Serang, Banten.

Penemuan tersebut diketahui setelah penolakan produk undang beku Indonesia oleh otoritas Amerika Serikat di beberapa pelabuhan besar, termasuk Houston, Los Angeles, hingga Miami.

Hasil pemeriksaan dari pihak Food and Drug Administration (FDA) dan Bea Cukai Amerika Serikat mendeteksi adanya kandungan radiasi pada kontainer udang pada Agustus 2025. Hal ini tentu memicu respon cepat dari pemerintah Indonesia.

"Kalau Cs-137 itu di atas ambang baku, kita juga punya standar 500 (becquerel/kg), kalau Amerika itu 1.200. Nah ternyata yang sudah kembali ke Indonesia ada yang hanya 68, minimum, yang itu jelas silakan, boleh dimakan," ujar Zulhas.

Kontributor : Rizky Melinda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Makanan yang Terpapar Radioaktif, Udang Cikande Masih di Batas Aman?

Bahaya Makanan yang Terpapar Radioaktif, Udang Cikande Masih di Batas Aman?

Lifestyle | Rabu, 01 Oktober 2025 | 17:35 WIB

Udang Beku Radioaktif di Cikande: Zulhas Klaim Tak Ganggu Ekspor Nasional

Udang Beku Radioaktif di Cikande: Zulhas Klaim Tak Ganggu Ekspor Nasional

News | Selasa, 30 September 2025 | 20:03 WIB

Cemarang Radioaktif Cs-137 di Serang, Pemerintah Perketat Pengawasan Lintas Batas

Cemarang Radioaktif Cs-137 di Serang, Pemerintah Perketat Pengawasan Lintas Batas

Your Say | Senin, 29 September 2025 | 16:39 WIB

Terkini

3 Mandat Baru dari Prabowo untuk OJK di Momen 17 Agustus, Apa Saja?

3 Mandat Baru dari Prabowo untuk OJK di Momen 17 Agustus, Apa Saja?

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan

Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan

Jakarta | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:55 WIB

PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur

PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung

Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:47 WIB

Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang

Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen

Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?

Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan

Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian

Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:24 WIB

Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo

Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:21 WIB

×