Geger Cesium-137! KLH Segel Pabrik di Serang yang Diduga Cemari Udang Ekspor, Sanksi Pidana Menanti

Bangun Santoso

Senin, 15 September 2025 | 14:14 WIB
Geger Cesium-137! KLH Segel Pabrik di Serang yang Diduga Cemari Udang Ekspor, Sanksi Pidana Menanti
Petugas KLH memasang pembatas di wilayah PT PMT yang diduga menjadi sumber cemaran zat radioaktif Cesium -137 di Kawasan Industri Cikande, Banten, Kamis (11/9/2025). ANTARA/HO-KLH
Baca 10 detik
  • KLH secara resmi menyegel PT Peter Metal Technology (PMT) di Cikande, Serang
  • Penyelidikan ini berawal dari temuan kontaminasi radioaktif pada peralatan di pabrik
  • Pemerintah tidak akan berkompromi dan sedang mempersiapkan sanksi berlapis

Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah tegas dengan menyegel pabrik PT Peter Metal Technology (PMT) yang berlokasi di kawasan industri Cikande, Serang, Banten. Tindakan dramatis ini dilakukan menyusul dugaan kuat bahwa pabrik tersebut menjadi sumber paparan zat radioaktif berbahaya, Cesium-137, yang sempat menghebohkan industri pangan nasional.

Penyegelan ini merupakan puncak dari investigasi gabungan yang dipicu oleh temuan dugaan kontaminasi radioaktif pada komoditas ekspor udang beku milik PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods).
Pemerintah, tidak mau mengambil risiko, langsung bergerak cepat membentuk Satuan Tugas (Satgas) percepatan penanganan radiasi untuk menelusuri sumber masalah hingga ke akarnya.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Diaz Hendropriyono, menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam menangani kasus ini. Menurutnya, perlindungan masyarakat dan kelestarian lingkungan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

"Kami mendukung penuh dan berkomitmen kuat memastikan mutu pangan yang berkualitas selaras dengan lingkungan yang berkelanjutan. Satgas percepatan penanganan radiasi adalah wujud nyata pemerintah dalam melindungi rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem," ujar Wakil Menteri LH/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz Hendropriyono di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Senin (15/9/2025).

Menyusul temuan tersebut, pemerintah segera melakukan proses dekontaminasi menyeluruh di area yang terdampak untuk memastikan wilayah kembali steril dan meminimalisasi dampak lingkungan lebih lanjut.

Langkah ini juga bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat, terutama para nelayan yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut.

"Kami pastikan setiap langkah dilakukan dengan standar tertinggi demi mutu pangan yang aman, kualitas lingkungan yang terjaga, dan perlindungan bagi nelayan serta konsumen," katanya.

Investigasi yang melibatkan KLH/BPLH, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), serta pihak kepolisian ini dilakukan secara cermat dan ilmiah sesuai standar internasional.

Tim gabungan telah menggelar rapat koordinasi sebanyak dua kali untuk memastikan setiap tindakan yang diambil tepat sasaran dan efektif.

baca juga

Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Rizal Irawan, menjelaskan bahwa hasil penelusuran awal di PT BMS Foods menunjukkan bahan baku udang sebenarnya dalam kondisi aman.

Unsur radioaktif hanya terdeteksi dalam konsentrasi rendah pada peralatan pabrik seperti blower dan ventilator, yang kemudian langsung ditangani melalui dekontaminasi.

Temuan inilah yang memicu pelacakan lebih lanjut. Tim investigasi kemudian mengarahkan kecurigaan pada PT PMT. Setelah dilakukan pengukuran, ditemukan tingkat radiasi di pabrik tersebut mencapai 0,3-0,5 mikrosievert per jam, angka yang jauh lebih tinggi dari ambang batas normal sebesar 0,1 mikrosievert per jam.

Pemerintah kini tidak akan main-main dalam menjatuhkan sanksi. Rizal Irawan menyatakan bahwa sanksi administratif berat hingga pencabutan izin lingkungan sudah di depan mata bagi PT PMT.

Tidak hanya itu, langkah hukum yang lebih serius, baik perdata maupun pidana, sedang dipersiapkan untuk menyeret pihak-pihak yang terbukti lalai atau dengan sengaja melakukan pencemaran berbahaya ini ke meja hijau.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, juga telah menegaskan bahwa keamanan pangan adalah prioritas nomor satu.

Pembentukan satgas lintas kementerian ini menjadi bukti keseriusan negara dalam melindungi warganya dari ancaman bahaya radiasi dan menjaga reputasi produk pangan Indonesia di mata dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KLH Temukan Sumber Pencemaran Radioaktif di Serang

KLH Temukan Sumber Pencemaran Radioaktif di Serang

News | Kamis, 11 September 2025 | 16:51 WIB

Indonesia Tekan Negara Maju soal Janji Pendanaan Iklim Jelang COP30

Indonesia Tekan Negara Maju soal Janji Pendanaan Iklim Jelang COP30

Your Say | Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:42 WIB

Indonesia Darurat Sampah, KLH: Budaya Buang Sampah Sembarangan Biang Kerok

Indonesia Darurat Sampah, KLH: Budaya Buang Sampah Sembarangan Biang Kerok

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 16:50 WIB

KLH Segel Pabrik Pengolahan Limbah di Kabupaten Serang

KLH Segel Pabrik Pengolahan Limbah di Kabupaten Serang

Foto | Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:17 WIB

Cemari Sungai, Villa dan Hotel di Puncak Disegel

Cemari Sungai, Villa dan Hotel di Puncak Disegel

Foto | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 19:01 WIB

Kenapa Pemilihan Sampah Indonesia Seolah 'Sia-sia'? Ini Jawaban KLH

Kenapa Pemilihan Sampah Indonesia Seolah 'Sia-sia'? Ini Jawaban KLH

Lifestyle | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 18:59 WIB

KLH Pastikan Kebakaran Hutan Tak Ganggu Dana Karbon dari Bank Dunia

KLH Pastikan Kebakaran Hutan Tak Ganggu Dana Karbon dari Bank Dunia

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 14:15 WIB

Terkini

Heboh Isu Penangkapan Jenderal, Listyo Sigit Prabowo Bersuara Lantang Singgung NKRI

Heboh Isu Penangkapan Jenderal, Listyo Sigit Prabowo Bersuara Lantang Singgung NKRI

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:55 WIB

Danantara Mulai Garap Proyek Kampung Haji di Mekkah Akhir 2026

Danantara Mulai Garap Proyek Kampung Haji di Mekkah Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:51 WIB

OJK Tutup BPR Agritrans Batumarta di OKU, Ini Penyebab dan Nasib Simpanan Nasabah

OJK Tutup BPR Agritrans Batumarta di OKU, Ini Penyebab dan Nasib Simpanan Nasabah

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:51 WIB

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:43 WIB

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:41 WIB

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:38 WIB

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

×