Namun, mengingat saffron merupakan rempah termahal di dunia, penting untuk mengetahui cara penggunaannya yang tepat agar manfaatnya benar-benar terasa.
Panduan Mengonsumsi Saffron
- Perhatikan kualitas saffron. Saffron dengan mutu tinggi memiliki helai panjang berwarna merah cerah dengan ujung seperti terompet oranye. Hindari membeli saffron dalam bentuk bubuk karena sering kali sudah dicampur bahan lain.
- Uji keaslian saffron. Saffron asli tidak akan memudar warnanya saat dicelupkan ke dalam air atau susu. Aromanya manis seperti bunga dan rasanya agak pedas.
- Rendam sebelum digunakan. Untuk memaksimalkan rasa dan aroma, hancurkan beberapa helai saffron lalu rendam dalam air hangat selama 20–30 menit sebelum dicampurkan ke makanan atau minuman.
Beragam Cara Mengonsumsi Saffron
Saffron dapat dikonsumsi dengan diseduh menjadi teh atau minuman lain, atau dicampurkan ke dalam masakan seperti nasi dan hidangan penutup.
Untuk dosis kecil, masukkan beberapa helai benang saffron ke dalam air hangat, tunggu hingga air berubah warna keemasan, dan minum. Berikut beberapa contohnya.
1. Tambahan pada Makanan Penutup
Karena memiliki aroma mirip vanila, saffron cocok digunakan untuk puding, custard, atau roti manis. Untuk puding, cukup tambahkan sejumput saffron per empat porsi, sedangkan untuk kue kering gunakan 15–20 helai saffron untuk setiap 200 gram tepung.
2. Susu Saffron
Ini merupakan cara paling populer untuk menikmati saffron. Cukup rendam beberapa helai saffron dalam segelas susu hangat untuk mendapatkan minuman sehat dan menenangkan.
3. Perawatan Rambut Alami
Campurkan beberapa helai saffron dengan minyak kelapa atau minyak almond, lalu pijatkan ke kulit kepala. Kandungan antioksidan saffron membantu mengurangi kerusakan rambut dan merangsang pertumbuhannya.
4. Perawatan Kulit
Masker susu saffron dapat membantu mencerahkan kulit, mengurangi jerawat, dan menyamarkan noda hitam. Pemakaian rutin dapat membuat kulit terasa lebih lembut dan sehat.
Saffron telah lama dikenal sebagai rempah tradisional bernilai tinggi yang kaya antioksidan dan diyakini mampu mengurangi risiko penyakit akibat stres oksidatif. Selain itu, manfaat lain yang sering disebutkan adalah meningkatkan mood, membantu fungsi seksual, serta mengurangi gejala PMS pada wanita.
Meski demikian, penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan efektivitas semua manfaat tersebut.