Generasi Muda Bergerak, Saatnya Tutup Kesenjangan Digital di Indonesia

Vania Rossa

Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:27 WIB
Generasi Muda Bergerak, Saatnya Tutup Kesenjangan Digital di Indonesia
Menutup kesenjangan digital dengan inisiatif literasi teknologi dan mentor lokal. (dok. C4C)
baca 10 detik
  • Kesenjangan digital di Indonesia masih menjadi tantangan, terutama di sekolah yang minim fasilitas komputer dan akses internet.

  • Generasi muda menjadi agen perubahan melalui inisiatif mentorship, pengajaran literasi digital, dan program coding di sekolah lokal.

  • Langkah-langkah ini membantu pelajar mengembangkan keterampilan teknologi, mempersiapkan masa depan, dan memperkuat komunitas digital di seluruh Indonesia.

Suara.com - Generasi muda Indonesia kini mengambil peran penting dalam menutup kesenjangan digital yang masih terjadi di berbagai daerah.

Di sebuah sekolah di Tangerang Selatan, seorang siswa bernama Kalif menyimpan impian sederhana: menjadi pengembang gim yang bisa membuat permainan seru untuk teman-temannya. Namun, di sekolahnya belum tersedia fasilitas komputer atau kelas Teknologi Informasi (ICT).

Padahal, tanpa akses itu, langkah awal untuk mengejar cita-citanya pun terasa jauh.

Kisah Kalif bukan satu-satunya. Di berbagai daerah di Indonesia, ribuan pelajar menghadapi tantangan serupa akibat keterbatasan akses terhadap teknologi dan literasi digital.

Faktanya, kemampuan digital menjadi kunci penting untuk menyiapkan masa depan bangsa. Berdasarkan IMD World Digital Competitive Ranking 2024, Indonesia menempati peringkat ke-43 dari 67 negara. Meski menunjukkan kemajuan, posisi tersebut masih tertinggal dibanding beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Kesenjangan digital ini semakin terasa saat pandemi COVID-19. Ketika pembelajaran harus beralih ke sistem daring, banyak sekolah di daerah kesulitan menjalankannya karena keterbatasan akses internet dan perangkat.

Tak jarang, satu ponsel dipakai bersama oleh beberapa anak dalam satu keluarga. Akibatnya, jam belajar hilang dan kesenjangan pendidikan semakin melebar.

Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk mempercepat transformasi digital: bonus demografi.

Dengan rata-rata usia penduduk sekitar 31,5 tahun dan sepertiga populasi berusia di bawah 20 tahun, generasi muda menjadi kekuatan potensial dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai salah satu dari sepuluh ekonomi terbesar dunia pada 2030.

baca juga

Namun, tanpa pemerataan akses internet dan pendidikan teknologi yang memadai, potensi ini bisa terbuang sia-sia.

Pemerintah telah berupaya mengatasi ketimpangan ini melalui proyek Palapa Ring, yang membentangkan lebih dari 57.000 kilometer kabel serat optik di seluruh nusantara.

Proyek yang selesai pada 2019 itu berhasil menghadirkan layanan 4G di 34 provinsi. Meski demikian, tingkat penetrasi internet Indonesia pada Januari 2025 baru mencapai 74,6%, masih di bawah Vietnam (78,8%), Filipina (83,8%), dan Thailand (91,2%).

Namun, ketersediaan jaringan saja tidak cukup. Tantangan berikutnya adalah memastikan generasi muda memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi secara produktif dan bermakna. Di titik inilah peran pemuda menjadi sangat penting.

Generasi muda bisa menjadi agen perubahan dengan berbagi pengetahuan digital kepada sesama—menjadi mentor, pengajar, atau penggerak komunitas.

Pendekatan antarpelajar terbukti lebih efektif karena bersifat interaktif, setara, dan relevan dengan dunia mereka. Bahkan, inisiatif kecil yang dimulai dari ruang kelas sederhana dan beberapa laptop bisa membawa dampak nyata.

Salah satu contoh inspiratif datang dari Code 4 Community (C4C), inisiatif yang digagas oleh Ryan Wong Pak Yan dan Trevyn Theodore Tjandra.

Melalui C4C, para mahasiswa menjadi mentor bagi siswa-siswa di sekolah lokal untuk belajar literasi digital dan pemrograman dasar. Hingga kini, C4C telah mengajar lebih dari 150 siswa dan membantu menciptakan 200 proyek coding berbasis Scratch, HTML, dan platform digital lainnya.

Para siswa yang awalnya belum terbiasa mengetik di laptop kini sudah mampu membuat situs web dan gim sederhana.

Salah satunya adalah Kalif, yang kini mulai mengembangkan gim buatannya sendiri berkat bimbingan para mentor C4C.

Menariknya, manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga para mentor. Mereka belajar kepemimpinan, komunikasi, dan kerja tim—keterampilan penting bagi generasi muda yang ingin memberi dampak sosial di masa depan.

Ryan dan Trevyn percaya, perubahan besar bisa lahir dari langkah kecil.

“Satu siswa yang melek digital bisa menginspirasi siswa lainnya. Satu klub mentorship bisa berkembang menjadi jaringan nasional. Dan satu inisiatif lokal bisa memperkuat komunitas yang siap menghadapi masa depan digital Indonesia,” ujar mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Tradisi ke Teknologi: Desa Sambirejo Bangun Masa Depan Lewat Pendidikan dan Literasi Digital

Dari Tradisi ke Teknologi: Desa Sambirejo Bangun Masa Depan Lewat Pendidikan dan Literasi Digital

Lifestyle | Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:30 WIB

Generasi Muda dan Konser Musik: Bukan Sekadar Arena Hiburan, Tapi Tempat Refleksi Diri

Generasi Muda dan Konser Musik: Bukan Sekadar Arena Hiburan, Tapi Tempat Refleksi Diri

Your Say | Senin, 13 Oktober 2025 | 11:25 WIB

Tren Baru Industri Kecantikan: Generasi Muda Dorong Brand Lebih Inklusif dan Autentik

Tren Baru Industri Kecantikan: Generasi Muda Dorong Brand Lebih Inklusif dan Autentik

Lifestyle | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 16:15 WIB

Terkini

6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal

6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:25 WIB

BPOM Temukan 11 Kosmetik Lokal Berbahaya, Cek Daftar Lengkapnya

BPOM Temukan 11 Kosmetik Lokal Berbahaya, Cek Daftar Lengkapnya

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:58 WIB

5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik pada 15 Juli 2026, Apakah Kamu Termasuk?

5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik pada 15 Juli 2026, Apakah Kamu Termasuk?

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:25 WIB

Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi

Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:19 WIB

Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan

Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 15 Juli 2026, Nasib Berangsur Membaik

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 15 Juli 2026, Nasib Berangsur Membaik

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:05 WIB

Fantastica, Saat Imajinasi Tanpa Batas Menjadi Inspirasi Baru Fashion Indonesia

Fantastica, Saat Imajinasi Tanpa Batas Menjadi Inspirasi Baru Fashion Indonesia

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13 WIB

Flek Hitam di Wajah karena Apa? Ini 3 Krim Malam untuk Memudarkan Sesuai Review Pembeli

Flek Hitam di Wajah karena Apa? Ini 3 Krim Malam untuk Memudarkan Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10 WIB

3 Zodiak Paling Beruntung Besok 15 Juli 2026, Keinginan Lama Akhirnya Terwujud

3 Zodiak Paling Beruntung Besok 15 Juli 2026, Keinginan Lama Akhirnya Terwujud

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:40 WIB

11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan

11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:32 WIB

×