Nusakambangan untuk Napi Apa? Ammar Zoni Masuk Lapas Super Maximum Security

Agatha Vidya Nariswari

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:32 WIB
Nusakambangan untuk Napi Apa? Ammar Zoni Masuk Lapas Super Maximum Security
Proses pemindahan aktor Amar Zoni ke Lapas Super Maximum Security Karang Anyar di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah. Pemindahan dramatis ini dilakukan setelah Zoni kembali ditangkap mengedarkan narkoba dari dalam Rutan Salemba. [Foto: Ist]

Suara.com - Sejak lama, Nusakambangan dikenal sebagai sebuah pulau yang menjadi mimpi buruk untuk para pesakitan. Terpidana pada kasus-kasus berat ditempatkan di pulau ini, pada fasilitas lapas yang berbeda. Lalu sebenarnya Nusakambangan untuk napi apa?

Pulau Nusakambangan sendiri banyak dibahas setelah Ammar Zoni dipindahkan ke fasilitas ini. Dirinya dianggap masuk ke kategori narapidana dengan risiko tinggi, sehingga memerlukan pengamanan yang jauh lebih ketat dibandingkan dengan fasilitas sebelumnya.

Dibangun pada tahun 1908 lalu, kini pulau tersebut memiliki sederet fasilitas lapas yang dibedakan menurut kategori keketatan penjagaannya.

Ammar Zoni masuk dalam lapas kategori super maximum security, tingkatan tertinggi yang ada di Nusakambangan.

Kriteria Napi yang Masuk Nusakambangan

Jika berbicara mengenai narapidana yang ditahan di Nusakambangan, mungkin tidak ada kriteria spesifik yang diberikan. Penilaian dilakukan oleh negara melalui lembaga terkait untuk menentukan apakah seseorang layak ditempatkan di pulau dengan tingkat keamanan tertinggi di Indonesia tersebut.

Apabila melihat ke belakang, cukup banyak nama-nama penjahat besar yang pernah menghuni fasilitas lapas di Nusakambangan.

Mulai dari penjahat teroris dan pemboman, kemudian kejahatan serius seperti yang dilakukan Tommy Soeharto, hingga kejahatan lain yang dinilai dilakukan oleh orang-orang sangat berbahaya.

Sebenarnya jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan Ammar Zoni, kejahatan yang dilakukan terpidana sebelumnya jauh lebih parah. Terlebih Ammar diketahui masih berstatus sebagai tersangka, dan belum dijatuhi hukuman.

baca juga

Meski demikian berdasarkan penilaian yang dilakukan dirinya ternyata wajib mendapatkan pengamanan yang jauh lebih ketat, sehingga tidak ada kejahatan lain yang terjadi setelah kasus pengedaran narkoba di dalam lapas tempatnya ditahan sebelumnya.

11 Lapas yang Beroperasi di Nusakambangan

Hingga saat ini, terdapat total 11 lapas yang beroperasi di Pulau Nusakambangan. Daftarnya adalah sebagai berikut:

  • Lapas pengamanan super maksimum, Lapas Batu, Lapas Karang Anyar, dan Lapas Pasir Putih
  • Lapas pengamanan maksimum, Lapas Besi, Lapas Ngaseman, Lapas Gladagan, dan Lapas Narkotika
  • Lapas medium, Lapas Permisan dan Lapas Kembang Kuning
  • Lapas minimum, Lapas Terbuka dan Lapas Nirbaya

Mengacu pada beberapa data yang dapat ditemukan secara online, terdapat lebih dari 3,000 penghuni pada kesebelas lapas tersebut.

Kasus yang menimpa masing-masing narapidana juga berbeda, mulai dari kasus pembunuhan, narkoba, terorisme, dan kejahatan luar biasa lain yang membuat pelakunya mendapatkan predikat sangat berbahaya dan harus ditempatkan di area yang aman.

Rencana Pembangunan Lapas Baru

Melihat kepadatan yang terjadi pada lapas di Nusakambangan ini, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sudah memiliki rencana untuk membangun fasilitas lapas baru di pulau tersebut.

Nantinya fasilitas baru ini diperkirakan dapat menampung sekitar 1,500 orang, yang diprediksi akan selesai pada 31 Desember 2025 mendatang. Tujuannya sederhana, untuk mengurangi kepadatan dan membuat proses penahanan berjalan tetap layak dan berperikemanusiaan.

Lapas dengan nama Kumbang ini akan berada pada tingkat sedang, dengan pengawasan dan keamanan yang lebih longgar jika dibandingkan dengan fasilitas lapas yang ada di atasnya seperti super maksimum dan maksimum.

Namun, pengamanan yang diberikan dipastikan benar-benar terjaga sehingga setiap narapidana mendapatkan hak dasarnya sesuai regulasi.

Pemindahan Ammar Zoni memang jadi buah bibir di masyarakat. Pasalnya kejahatan yang dilakukan dianggap tidak sampai layak ditempatkan di Pulau Nusakambangan, terlebih jika melihat para pelaku kejahatan lain yang tingkatnya jauh lebih serius.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Kamelia Blak-blakan Cerita Awal Kedekatan dengan Ammar Zoni

Dokter Kamelia Blak-blakan Cerita Awal Kedekatan dengan Ammar Zoni

Entertainment | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:00 WIB

Apa Itu Lapas Super Maximum Security? Rumah Ammar Zoni di Nusakambangan

Apa Itu Lapas Super Maximum Security? Rumah Ammar Zoni di Nusakambangan

Lifestyle | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:00 WIB

Pihak Ammar Zoni Curiga Ada Upaya Pembungkaman, BAP tanpa Pengacara hingga Dugaan Pemerasan

Pihak Ammar Zoni Curiga Ada Upaya Pembungkaman, BAP tanpa Pengacara hingga Dugaan Pemerasan

Entertainment | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 12:37 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×