Permintaan Ekspor Kulit Biawak Indonesia Meroket: Mampukah Permintaan Global Selaras dengan Alam?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:55 WIB
Permintaan Ekspor Kulit Biawak Indonesia Meroket: Mampukah Permintaan Global Selaras dengan Alam?
ilustrasi biawak. [shutterstock]
baca 10 detik
  • Permintaan ekspor kulit biawak Indonesia melonjak tajam di pasar global.

  • Ahli memperingatkan risiko ekologis jika perdagangan tak berbasis sains.

  • Biawak memiliki peran penting menjaga keseimbangan ekosistem alami.

Suara.com - Di balik naiknya pamor Indonesia sebagai pengekspor kulit biawak terbesar di dunia, tersembunyi kekhawatiran ekologis yang mulai mencuat.

Lonjakan permintaan internasional untuk kulit reptil ini memang menguntungkan secara ekonomi, tetapi para ahli memperingatkan: tanpa tata kelola berbasis sains, perdagangan ini dapat mengguncang rantai ekologi yang rapuh.

Menurut Prof. Mirza Dikari Kusrini, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, praktik ekspor harus didasari kajian ilmiah agar populasi biawak tetap terjaga.

Petugas KSKP Bakauheni menggagalkan penyelundupan ratusan kulit biawak dan kulit ular piton. [ANTARA]
Petugas KSKP Bakauheni menggagalkan penyelundupan ratusan kulit biawak dan kulit ular piton. [ANTARA]

“Kuotanya harus berbasis sains, pemasok ekspor harus legal dan memiliki traceability, serta pemburu lokal harus mendapat harga yang adil. Itu menjadi kunci agar perdagangan biawak tetap berkelanjutan,” ujarnya.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2024 mencatat lebih dari 476 ribu biawak diizinkan untuk diperdagangkan, dengan 468 ribu ekor di antaranya khusus untuk ekspor kulit, angka yang mencerminkan skala industri besar yang tersebar di 18 provinsi.

Meski legal, perdagangan ini berada di bawah pengawasan ketat CITES Appendix II, yang mensyaratkan kuota resmi dan kajian Non-Detriment Findings (NDF) untuk memastikan kelestarian populasi di alam liar.

“Artinya, perdagangan biawak diperbolehkan dengan syarat ada kuota, izin ekspor, dan kajian NDF,” tegas Prof. Mirza. Namun, status biawak air (Varanus salvator) yang kini masih “Least Concern” di daftar IUCN bukan jaminan aman. Tanpa pengawasan ketat, eksploitasi berlebihan dapat mengganggu ekosistem.

Sebagai predator alami dan pemakan bangkai, biawak berperan penting menjaga kebersihan lingkungan dan keseimbangan populasi satwa kecil.

Fakta lain menunjukkan semakin seringnya biawak memasuki kawasan permukiman, akibat menurunnya predator alami dan melimpahnya sumber makanan manusia. “Di beberapa perumahan, biawak bahkan memangsa anak kucing. Fenomena ini pernah kami teliti di kawasan urban,” tambahnya.

baca juga

Kini, selain untuk kulit, biawak juga diburu karena dagingnya dikonsumsi dan dipercaya sebagai bahan obat tradisional.

Di beberapa daerah seperti Jawa Barat, pemburu biawak bahkan membentuk kelompok sendiri menggunakan anjing pelacak. Di tengah tingginya permintaan global, keseimbangan antara ekonomi dan konservasi kini menjadi ujian besar bagi Indonesia.

Penulis: Muhammad Ryan Sabiti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Ternyata Impor Listrik dari Malaysia

Indonesia Ternyata Impor Listrik dari Malaysia

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 16:57 WIB

Menkeu Purbaya Mulai Tarik Pungutan Ekspor Biji Kakao 7,5 Persen

Menkeu Purbaya Mulai Tarik Pungutan Ekspor Biji Kakao 7,5 Persen

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 11:39 WIB

Kuasai 45 Persen Ekspor, Bahlil Ingin RI Ikut Andil Tentukan Harga Batu Bara

Kuasai 45 Persen Ekspor, Bahlil Ingin RI Ikut Andil Tentukan Harga Batu Bara

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 16:35 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×