Suara.com - Pernikahan mewah antara Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad pada 30 Agustus 2025 sempat mencuri perhatian publik. Diselenggarakan di Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta, pesta itu menampilkan dua sosok muda yang sama-sama sukses dan dikenal religius. Namun, di balik kemewahan dan doa kebahagiaan, rumah tangga mereka ternyata tak bertahan lama.
Baru dua bulan setelah mengucap ijab kabul, tepatnya pada Oktober 2025, pasangan ini dikabarkan berpisah. Clara kemudian mengonfirmasi bahwa pernikahan mereka kandas karena kompilasi dari banyak permasalahan kecil yang tak dapat diselesaikan, termasuk soal kesepakatan pra-nikah.
Tak hanya soal pernikahan yang jadi perbincangan, tetapi perjalanan Mualaf Clara Shinta dan Alexander Assad menarik perhatian.
Baik Clara maupun Alexander ternyata sama-sama pernah menempuh perjalanan spiritual panjang sebelum memeluk Islam. Berikut kisahnya.

Perjalanan Mualaf Clara Shinta
Sebelum dikenal publik sebagai influencer dan pengusaha sukses, Clara Shinta adalah gadis Medan dengan nama asli Elisabeth Clara Shinta Aritonang. Ia lahir pada 25 Juni 1996 di tengah keluarga Batak yang kental dengan nilai-nilai Kristen.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Clara sempat meniti karier sebagai pebisnis muda. Namun, tahun 2017 menjadi titik balik dalam hidupnya. Di tahun itu, ia memutuskan menjadi mualaf dan mengganti namanya menjadi Clara Shinta Almira.
Keputusan itu bukan tanpa tantangan. Clara tumbuh di lingkungan yang religius dan perubahan keyakinan tentu membawa dinamika besar, baik secara batin maupun sosial. Namun, ia tetap teguh pada pilihannya. Tak lama setelah memeluk Islam, Clara menyatakan menemukan ketenangan baru dalam hidupnya dan semangat untuk terus berkembang.
Sejak itu, Clara dikenal sebagai sosok muslimah pekerja keras. Ia membangun bisnis di berbagai bidang, mulai dari ekspor ikan hingga produk pelangsing Beau Slim, yang sempat mencatat omzet hingga ratusan juta rupiah per hari.
Tahun 2019, Clara memperluas perjalanannya ke dunia digital. Ia mulai aktif membagikan kisah hidup, motivasi, dan kesehariannya lewat media sosial. Popularitasnya pun melonjak pesat. Kini ia memiliki lebih dari 2,2 juta followers di Instagram dan 6,4 juta di TikTok.
Clara juga aktif dalam kegiatan sosial dan dakwah dengan mendirikan organisasi nonprofit AdaOrangBaik serta Yayasan Hijrapedia. Melalui kedua wadah itu, Clara menebarkan kebaikan dan semangat hijrah yang dulu ia alami sendiri.
Meski sempat diterpa sejumlah isu, mulai dari rumor kedekatan dengan pejabat hingga tudingan penyebar video kontroversial Gus Miftah pada 2024, Clara memilih untuk tetap diam dan fokus pada hal positif.
Ia menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi ujian, baik dalam karier, spiritualitas, maupun kehidupan pribadinya.
Perjalanan Mualaf Alexander Assad
Di sisi lain, sosok Muhammad Alexander Assad atau dikenal dengan nama panggilan Lxa juga memiliki kisah spiritual yang tak kalah menarik. Sebelum dikenal luas sebagai pengusaha muda sukses, Alexander adalah seorang pria yang menapaki karier dari bawah di dunia rental mobil premium.
Sejak 2012, ia mendirikan bisnis Lex Premium Class, penyedia layanan mobil mewah untuk kawasan Jakarta, dengan armada eksklusif seperti Toyota Alphard, Lexus, hingga Mercedes-Benz.
Bisnisnya banyak digunakan oleh kalangan artis, pejabat, dan pengusaha papan atas. Tak berhenti di situ, Alexander juga mengembangkan usaha di sektor pertambangan mineral dan batu bara di berbagai wilayah Indonesia.
Kesuksesan bisnis membuat Alexander dikenal sebagai figur mapan dan mandiri secara finansial. Namun, di balik citra pria bertato dan berjiwa bisnis kuat itu, ia memilih menjadi seorang mualaf.
Perjalanan Alexander memeluk Islam dimulai pada awal tahun 2025, beberapa bulan sebelum menikah dengan Clara Shinta. Keputusan tersebut diambil setelah masa pencarian jati diri dan banyak berdiskusi dengan tokoh-tokoh agama.
Dalam sejumlah unggahannya, Alexander kerap menyinggung tentang perubahan hidup dan ketenangan yang ia temukan setelah mengenal Islam.
Sebelum menikah dengan Clara, Alexander diketahui sudah pernah menikah dan memiliki seorang anak. Meski jarang mengumbar kehidupan pribadinya, sisi ayah yang penyayang dan tanggung jawabnya sebagai pengusaha sering tampak dari aktivitasnya di media sosial.
Pernikahannya dengan Clara pernah disebut-sebut sebagai pertemuan dua jiwa yang sama-sama tengah belajar memperdalam iman. Clara bahkan pernah menyebut Alexander sebagai sosok yang menuntunnya dalam belajar ilmu agama. Namun ternyata rumah tangga mereka yang baru seumur jagung harus berakhir di tengah jalan.
Demikian itu kisah perjalanan mualaf Clara Shinta dan Alexander Assad.
Kontributor : Mutaya Saroh