Jangan Cuma Bangun Gedung, Prabowo Diminta Optimalkan PTN Lama daripada Bikin Kampus Baru

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:49 WIB
Jangan Cuma Bangun Gedung, Prabowo Diminta Optimalkan PTN Lama daripada Bikin Kampus Baru
Presiden Prabowo Subianto (setneg.go.id)
baca 10 detik
  • Aliansi Dosen ASN mendesak Presiden Prabowo memprioritaskan pembenahan perguruan tinggi negeri yang ada daripada membangun universitas baru.
  • Ketua Umum ADAKSI menyatakan tantangan utama pendidikan adalah ketimpangan mutu, pendanaan terbatas, serta rendahnya kesejahteraan dosen.
  • Pemerintah diusulkan mengoptimalkan fasilitas kampus lama dan membentuk konsorsium program khusus demi efisiensi anggaran pendidikan.

Suara.com - Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek (ADAKSI) mendesak Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan pembenahan perguruan tinggi negeri (PTN) yang sudah ada ketimbang membangun hingga 10 Universitas Republik Indonesia (URI). Sebab, persoalan utama pendidikan tinggi saat ini bukan kekurangan kampus, melainkan kualitas dan pendanaannya.

Ketua Umum ADAKSI Anggun Gunawan mengatakan pihaknya mendukung upaya pemerintah mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Namun, ia menilai target tersebut tidak harus diwujudkan melalui pendirian universitas baru.

"Mendirikan kampus baru bukan kebutuhan pendidikan tinggi yang paling mendesak saat ini. Terlebih Indonesia telah memiliki lebih dari 4.000 perguruan tinggi dengan ribuan program studi yang tersebar di berbagai daerah," kata Anggun kepada Suara.com, Kamis (23/7/2026).

Anggun menyebut tantangan terbesar pendidikan tinggi justru terletak pada ketimpangan mutu antarperguruan tinggi, keterbatasan anggaran, minimnya fasilitas pembelajaran dan riset, rendahnya kesejahteraan dosen, serta belum meratanya jumlah dosen berkualifikasi doktor maupun profesor.

"Tantangan utama kita bukan kekurangan institusi, tetapi ketimpangan mutu, keterbatasan pendanaan, kekurangan fasilitas pembelajaran dan penelitian, kesejahteraan dosen yang belum memadai, serta belum meratanya jumlah dosen berkualifikasi doktor dan profesor," ungkapnya.

Karena itu, ADAKSI mengusulkan pemerintah mengoptimalkan PTN yang telah ada dengan memberikan mandat nasional kepada kampus-kampus tertentu.

Menurutnya, pemerintah dapat membentuk sekolah, departemen, pusat pendidikan kepemimpinan, atau program khusus tanpa harus membangun universitas baru.

"Model ini jauh lebih cepat, hemat, dan dapat langsung memanfaatkan dosen, laboratorium, perpustakaan, jejaring alumni, serta sistem penjaminan mutu yang sudah tersedia," katanya.

Anggun menilai, apabila tujuan URI adalah mencetak pemimpin birokrasi, pemerintah cukup memperkuat Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melalui konsorsium dengan perguruan tinggi yang telah memiliki program administrasi publik, kebijakan publik, hukum, ekonomi, maupun pemerintahan.

baca juga

Sementara untuk menyiapkan calon pemimpin BUMN, pemerintah dinilai bisa menggandeng kampus yang telah memiliki sekolah bisnis, manajemen, teknik, teknologi, energi, pertanian, dan bidang strategis lainnya.

"Program tersebut dapat berbentuk pendidikan gelar, pendidikan profesi, executive education, magang terstruktur, ikatan dinas, atau akademi kepemimpinan BUMN. Pemerintah tidak perlu membangun seluruh gedung, program studi, dan birokrasi universitas dari awal," ujarnya.

ADAKSI juga menilai skema konsorsium akan lebih efektif karena mampu melibatkan kampus-kampus unggulan di berbagai daerah sehingga pemerataan kualitas pendidikan tinggi tetap terjaga.

Sebelum membangun URI, Anggun meminta pemerintah terlebih dahulu memetakan kebutuhan kompetensi yang belum dapat dipenuhi perguruan tinggi yang ada, alasan mendirikan universitas baru, hingga menghitung biaya pembangunan serta operasionalnya.

"Bahkan sebelum pembangunan fisik dilakukan, pemerintah sebaiknya menguji konsep tersebut melalui program percontohan bersama kampus-kampus yang sudah mapan," katanya.

Ia menegaskan ADAKSI tidak menolak upaya pemerintah mencetak SDM unggul. Namun, organisasi tersebut mempertanyakan apakah membangun universitas baru benar-benar menjadi instrumen yang paling efektif, efisien, dan berkeadilan.

"Jangan sampai pemerintah lebih tertarik membangun institusi baru daripada menyelesaikan persoalan mendasar yang telah lama dihadapi perguruan tinggi dan dosen di Indonesia," tutup Anggun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Rencana URI, ADAKSI: Jangan Sampai 'Membajak' Dosen dan Sedot Dana Operasional PTN

Kritik Rencana URI, ADAKSI: Jangan Sampai 'Membajak' Dosen dan Sedot Dana Operasional PTN

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:13 WIB

URI Tak Bawahi Seluruh Kampus maupun Utak-atik Anggaran Kemendikti Saintek

URI Tak Bawahi Seluruh Kampus maupun Utak-atik Anggaran Kemendikti Saintek

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:52 WIB

Donny Ermawan Rangkap Jabatan Wamenhan dan Gubernur URI, Sebut Ada Irisan Tugas

Donny Ermawan Rangkap Jabatan Wamenhan dan Gubernur URI, Sebut Ada Irisan Tugas

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:11 WIB

Terkini

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

×