Suara.com - Perihal budaya makan, banyak orang Indonesia terbiasa makan pakai tangan langsung. Sebab untuk beberapa menu, contohnya nasi padang, diklaim lebih nikmat jika dimakan menggunakan tangan ketimbang sendok dan garpu.
Karenanya, postingan dari akun X @uglyluhan berhasil menyita perhatian banyak warganet dari berbagai negara, terutama Asia. Akun ini memposting pernyataan bahwa orang-orang Asia selalu makan nasi menggunakan tangan.
“As an Asian from Asia, I have the authority to tell you that Asian have always eaten rice with their hands,” ujar isi cuitan tersebut.
Netizen pun ramai memberikan tanggapan mereka. Salah satu akun yang diduga milik orang Korea Selatan, @kangminjlee, menanggapi cuitan ini dengan mengatakan bahwa orang Korea, Jepang, dan Cina tidak makan nasi menggunakan tangan.
Ia juga menyebutkan bahwa kebiasaan ini hanya dilakukan oleh orang-orang Asia Tenggara.
“Koreans, Japanese, and Chinese don’t eat rice with our hands. It’s only SE Asians,” ujar isi cuitannya.
Kolom komentar pun sontak saja dipenuhi berbagai tanggapan dan perdebatan dari netizen lintas negara.
Beberapa di antaranya mencoba menjelaskan manfaat makan menggunakan tangan, sedangkan beberapa yang lain nampak merendahkan kebiasaan cara makan ini.
Menimbulkan perdebatan di media sosial, makan pakai tangan langsung sejatinya memiliki beberapa manfaat yang mungkin banyak orang tidak sadari.
Manfaat Makan Pakai Tangan
Makan menggunakan tangan memang sudah menjadi budaya dan tradisi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kebiasaan ini telah diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi.
Banyak masyarakat menganggap cara makan ini tidak hanya praktis, tapi juga membuat makanan terasa jadi lebih nikmat.
Kira-kira, apa saja manfaat budaya makan pakai tangan dari sisi kesehatan? Mengutip dari laman Hello Sehat, berikut beberapa manfaat makan menggunakan tangan.
1. Baik untuk sistem pencernaan
Mungkin bagi sebagian roang yang tidak terbiasa, makan menggunakan tangan dianggap tidak bersih atau menjijikkan karena tangan merupakan bagian tubuh yang sering terpapar kuman.
Namun ternyata hal ini bertentangan dengan pernyataan dari American College of Greece.
Mengutip dari American College of Greece, tangan kita ternyata mengandung bakteri baik dan enzim untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Bakteri baik ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh alami sistem pencernaan dan melindunginya dari bakteri jahat atau kuman pembawa penyakit.
Meski demikian, kita tetap harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan agar tangan benar-benar bersih.
2. Mencegah makan berlebihan
Makan dengan tangan juga bisa mencegah makan berlebihan jika diterapkan bersamaan dengan metode mindful eating. Saat makan dengan tangan, kita akan lebih sadar dengan porsi suapan. Kita juga akan lebih mudah menakar ukuran setiap suapan sehingga tidak terlalu besar.
Mengunyah makanan secara perlahan untuk menikmati setiap perbedaan rasa dan tekstur makanan bisa berkontribusi terhadap penurunan berat badan.
3. Meningkatkan keterampilan motorik anak
Sebagian orang tua mungkin mengajari anak mereka makan menggunakan sendok untuk melatih kemandiriannya. Namun, makan menggunakan tangan juga tidak kalah bermanfaat untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak.
Saat menggenggam makanan dan memasukkannya ke mulut, anak secara aktif melatih kemampuan motorik tangan dan koordinasi mata, tangan, serta mulut. Hal ini juga mendorong anak untuk mengeksplorasi berbagai tekstur makanan secara langsung, serta menstimulasi perkembangan indera peraba mereka.
4. Melindungi lidah dan mulut dari suhu panas makanan
Makan menggunakan tangan bisa mencegah lidah atau mulut kepanasan akibat suhu makanan yang terlalu tinggi. Saat makan menggunakan alat makan seperti sendok dan garpu, kita mungkin kesulitan mendeteksi tingkat kepanasan makanan dengan tepat.
Jika menyuap makanan dengan tangan, kita bisa merasakan langsung suhu makanan. Kita bisa memastikan suhu makanan tidak terlalu panas saat masuk ke mulut.
5. Stimulasi saraf
Saat menyentuh makanan, ujung-ujung saraf di tangan akan merespon dengan merilis hormon-hormon yang dapat memberikan sensasi kenyamanan. Hal ini akan menciptakan pengalaman makan yang lebih memuaskan.
Kontributor : Rizky Melinda