Menteri Brian Sindir Dosen Lakukan Riset Hanya Demi Naik Pangkat: Begitu Jadi Guru Besar, Mentok

Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:21 WIB
Menteri Brian Sindir Dosen Lakukan Riset Hanya Demi Naik Pangkat: Begitu Jadi Guru Besar, Mentok
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. (Suara.com/Novian Ardiansyah)
Baca 10 detik
  • Brian mengatakan seharusnya menjadi rutinitas dan bentuk kontribusi dosen terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
  • Brian juga menyoroti masih lemahnya budaya riset di lingkungan kampus.
  • Menurutnya penelitian berbasis teori maupun penelitian aplikatif sama-sama penting.

Suara.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktisaintek) Brian Yuliarto menyoroti fenomena dosen yang hanya aktif melakukan publikasi ilmiah demi kenaikan pangkat.

Ia menyebut banyak dosen berhenti meneliti dan menulis setelah mencapai jabatan tertinggi sebagai guru besar.

Diakui Brian kalau membuat publikasi ilmiah atau riset memang belum jadi budaya bagi kebanyakan dosen di Indonesia.

"Biasanya kita dosen ini melakukan publikasi lebih kepada karena ingin naik pangkat. Dampaknya kalau pangkatnya sudah mentok, guru besar, tidak lagi publikasi karena nggak ada lagi yang dikejar," kata Brian saat sambutan dalam acara Peluncuran Program Riset Prioritas Dirjen Risbang Tahun Anggaran 2026 di kantor Kementerian Diktisaintek, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Menurut Brian, pola pikir semacam ini harus diubah. Publikasi ilmiah, kata dia, seharusnya menjadi rutinitas dan bentuk kontribusi dosen terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, bukan sekadar alat administratif.

“Mindset yang perlu dibangun adalah publikasi itu bukan untuk naik pangkat, tetapi itu adalah kontribusi dosen kepada pengetahuan. Bonusnya naik pangkat,” tegasnya.

Brian juga menyoroti masih lemahnya budaya riset di lingkungan kampus. Ia mengakui, sebagian dosen masih memandang publikasi ilmiah tidak memiliki manfaat langsung, sehingga riset hanya dikejar jika bersifat aplikatif.

“Memang ini belum membudaya di lingkungan kita. Sering ada dualisme pendapat, apa gunanya suatu publikasi kalau hanya just a paper, hanya kertas. Padahal nggak seperti itu,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penelitian berbasis teori maupun penelitian aplikatif sama-sama penting.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Menteri Dikti: Riset Swasembada Pangan dan Siapkan 2000 Talenta Unggul!

“Jangan menjelek-jelekan atau men-downgrade orang yang sudah riset jadi paper. Yang nggak benar itu yang tidak riset, publikasi nggak, riset aplikasinya juga nggak,” kata Brian.

Brian berharap kampus-kampus di Indonesia mulai menumbuhkan budaya riset yang berkelanjutan, agar dosen terus berkontribusi terhadap pengetahuan, tidak berhenti hanya karena pangkat sudah tertinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI