Siapa Pemilik Whoosh? Ini Profil Owner Kereta Cepat Indonesia yang Disorot KPK

Ruth Meliana

Selasa, 28 Oktober 2025 | 17:46 WIB
Siapa Pemilik Whoosh? Ini Profil Owner Kereta Cepat Indonesia yang Disorot KPK
Kereta Cepat Whoosh tiba di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta, Rabu (22/10/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Proyek kereta cepat Whoosh yang menuai polemik kini menarik atensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemilik Whoosh juga ikut terseret akibat dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Whoosh yang mengarah pada penggelembungan anggaran (mark-up).

Status dugaan kasus korupsi proyek strategis nasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh kini naik ke tahap penyelidikan dan KPK memulai proses untuk mengungkap semua kejanggalan dan penyimpangan serius di dalam proyek ini

Isu dugaan korupsi ini menjadi sorotan publik secara luas, terutama setelah diungkapkan oleh mantan Menkopolhukam Mahfud MD yang membandingkan besarnya biaya per kilometer proyek Whoosh di Indonesia dengan negara lain seperti Tiongkok dan menyinggung soal pembengkakan biaya (cost overrun).

KPK juga menaruh kecurigaan lantaran pembengkakan biaya  ini secara otomatis meningkatkan jumlah utang pokok yang harus dibayar oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

Utang tersebut akhirnya berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jumlah utang sebesar Rp118 triliun membuat publik bertanya-tanya, adakah peran dan andil yang diambil oleh pemilik Whoosh? Siapakah pemilik Whoosh yang seharusnya muncul ke permukaan publik usai utang tersebut menggunung?

Mari bongkar siapa sosok pemilik Whoosh dan PT KCIC sebenarnya.  

Whoosh hasil 'patungan' dari perusahaan Indonesia dan Tiongkok

Dok. KCIC.
Dok. KCIC.

Perlu diketahui bersama bahwa proyek Whoosh sekaligus PT KCIC tak dimiliki oleh perseorangan, melainkan adalah hasil patungan oleh perusahaan Indonesia dan Cina.

baca juga

Mengutip laman resmi PT KCIC, konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membentuk PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) untuk bekerja sama dengan perusahaan perkeretaapian Tiongkok melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Diskusi kerja sama tersebut terjadi pada tahun 2015 lalu dan akhirnya berbuah keputusan untuk membentuk perusahaan patungan yang dinamakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

KCIC diharapkan hadir untuk mengatasi dilema masyarakat, terutama di daerah Bandung yang kesulitan akses transportasi cepat menuju Ibu Kota.

Awalnya, hadir sebuah solusi dari pemerintah untuk menginisiasi proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

KCJB akhirnya diambil alih oleh proyek Whoosh yang menggarap Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016.

Pemilik proyek Whoosh dan KCIC datang dari beberapa pemegang saham, yakni beberapa BUMN besar.

BUMN yang ikut ambil andil dalam proyek ini sebagai pemilik yakni sebagai berikut.

  • PT Kereta Api Indonesia (Persero) memegang 58,53 persen,
  • PT Wijaya Karya (Persero) Tbk memegang 33,36 persen,
  • PT Perkebunan Nusantara I 1,03 persen
  • PT Jasa Marga (Persero) Tbk 7,08 persen.

Whoosh dan KCIC juga dimiliki oleh Beijing Yawan HSR Co. Ltd dengan komposisi saham CREC 42,88 persen, Sinohydro 30 persen, CRRC 12 persen, CRSC 10,12 persen, dan CRIC 5 persen.

Proyek ini banyak menarik perhatian lantaran tak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara maupun jaminan Pemerintah Indonesia untuk mendanai seluruh operasional

Alih-alih menyedot uang negara, KCIC dan Whoosh menggunakan sumber pendanaan dari dana pinjaman China Development Bank sebanyak 75 persen.

KPK mengendus adanya mark-up dalam utang

Pendanaan proyek Whoosh sayangnya tak dinilai tak memberi keuntungan sama sekali kendati tak mengambil sepeserpun dari uang negara.

Pinjaman yang digunakan untuk mendanai proyek berujung pada utang besar.

KPK sontak mengendus bahwa utang tersebut makin menggunung karena adanya mark-up. Penyidik KPK menaruh dugaan adanya oknum yang menaikkan biaya secara sengaja untuk mendapatkan keuntungan pribadi (kickback), sehingga menyebabkan keuangan negara terbebani oleh utang yang tidak semestinya.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Korupsi Jalur Kereta Api Surabaya, KPK Periksa Haji Mamad soal Dugaan Fee Pejabat

Kasus Korupsi Jalur Kereta Api Surabaya, KPK Periksa Haji Mamad soal Dugaan Fee Pejabat

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 17:30 WIB

Geger Proyek 'Busuk' Whoosh, Amien Rais Semprot Jokowi dan Luhut: Aneh Sekali

Geger Proyek 'Busuk' Whoosh, Amien Rais Semprot Jokowi dan Luhut: Aneh Sekali

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 17:20 WIB

Luhut Bakal Diperiksa Terkait Skandal Korupsi Kereta Whoosh? KPK Bilang Begini

Luhut Bakal Diperiksa Terkait Skandal Korupsi Kereta Whoosh? KPK Bilang Begini

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 16:32 WIB

Terkini

Insentif Bebas Ganjil Genap untuk Mobil Listrik Mau Dicabut? Ini Kata Menperin

Insentif Bebas Ganjil Genap untuk Mobil Listrik Mau Dicabut? Ini Kata Menperin

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Mitsubishi Destinator Ultimate: 7-Seater Family Car yang Bikin Perjalanan Keluarga Lebih Mewah

Mitsubishi Destinator Ultimate: 7-Seater Family Car yang Bikin Perjalanan Keluarga Lebih Mewah

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Bentrok Pecah di Grand Indonesia, Massa Demo Kena Hantam Baton dan Helm Aparat

Bentrok Pecah di Grand Indonesia, Massa Demo Kena Hantam Baton dan Helm Aparat

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Bisnis Properti Sumsel Tak Lagi Baik-Baik Saja, REI Ungkap Penurunan Permintaan di Semua Segmen

Bisnis Properti Sumsel Tak Lagi Baik-Baik Saja, REI Ungkap Penurunan Permintaan di Semua Segmen

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Internet Mati, Hidup Tiba-Tiba Lumpuh: Mengapa Aplikasi Kita Ringkih?

Internet Mati, Hidup Tiba-Tiba Lumpuh: Mengapa Aplikasi Kita Ringkih?

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Beautiful Pain: Kisah Nyata Perjuangan Perempuan Bangkit dari Luka KDRT

Beautiful Pain: Kisah Nyata Perjuangan Perempuan Bangkit dari Luka KDRT

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:50 WIB

King's Proposal Diadaptasi Anime TV, Rie Takahashi Isi Suara Karakter Utama

King's Proposal Diadaptasi Anime TV, Rie Takahashi Isi Suara Karakter Utama

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Sarif Abdillah Sebut Kesenian Tradisional Simpan Petuah Penting

Bukan Cuma Hiburan, Sarif Abdillah Sebut Kesenian Tradisional Simpan Petuah Penting

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Cushion Viva Apakah Mengandung SPF? Cek Penjelasannya Sebelum Membeli

Cushion Viva Apakah Mengandung SPF? Cek Penjelasannya Sebelum Membeli

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Kritik Matinya Hukum Tata Negara, Guru besar UGM: Runtuhkan Kekuasaan Sombong yang Dibeli Oligarki

Kritik Matinya Hukum Tata Negara, Guru besar UGM: Runtuhkan Kekuasaan Sombong yang Dibeli Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45 WIB

×