Profil Sarwo Edhie Wibowo: Mertua SBY yang Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Agatha Vidya Nariswari

Senin, 10 November 2025 | 17:44 WIB
Profil Sarwo Edhie Wibowo: Mertua SBY yang Diberi Gelar Pahlawan Nasional
Letnan Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo [Dokumentasi Twitter AHY]

Suara.com - Nama Sarwo Edhie Wibowo bersama Marsinah, Soeharto, dan sederet nama lainnya masuk ke dalam daftar Pahlawan Nasional baru yang disahkan dalam momentum Hari Pahlawan Nasional 2025.

Pemerintah mengapresiasi peran Sarwo Edhie yang layak dikenang sebagai pahlawan melalui Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Adapun selain Sarwo Edhie, Marsinah, dan Soeharto, ada beberapa nama lain seperti Gus Dur, Syaikhona Muhammad Kholil, dan lima pahlawan lainnya.

Sarwo Edhie adalah mertua Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia punya peran penting dalam menjaga kemerdekaan.

Kiprahnya sebagai tokoh militer dinilai besar sehingga dinilai pemerintah Indonesia sebagai penyandang gelar Pahlawan Nasional.

Mari simak peran mertua SBY ini dalam profil dan biografi yang dirangkum oleh Suara.com.

Profil Sarwo Edhie Wibowo: Mertua SBY tumpas Pemberontakan Gerakan 30 September

Ayah mendiang Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono) ini merupakan putra asli Purworejo yang lahir di Purworejo, Hindia Belanda.

Sarwo Edhie otomatis juga adalah ayah dari ipar SBY, mendiang Pramono Edhie Wibowo.

baca juga

Tokoh militer era Orde Lama ini dikenal masyarakat sebagai sosok yang berperan besar dalam penumpasan Pemberontakan Gerakan 30 September.

Kehadiran Sarwo Edhie Wibowo juga sangat besar dalam sejarah Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang kini menjadi Kopassus.

Adapun kala itu ia menjabat sebagai salah satu petinggi RPKAD, ia terlibat langsung dalam penumpasan Gerakan 30 September.

Mertua SBY ini menjadi orang pertama yang merespons gugurnya sang sahabat, Jenderal Ahmad Yani.

Sarwo Edhie mendapat tugas dari Soeharto yang kala itu menjabat sebagai Mayor Jenderal TNI AD untuk memimpin pasukan dalam penumpasan gerakan tersebut.

Sarwo Edhie memimpin langsung pasukan RPKAD untuk membersihkan kantong-kantong PKI. Operasi ini dilancarkan di wilayah-wilayah yang dianggap sebagai basis kekuatan PKI.

Tugas pertamanya adalah merebut kembali Radio Republik Indonesia (RRI) dan gedung telekomunikasi.

Pasukan RPKAD di bawah komando Sarwo Edhie berhasil merebut kembali RRI dan gedung telekomunikasi pada pukul 19.00 WIB, 1 Oktober 1965 dengan sigap.

Keberhasilan RPKAD menguasai RRI berhasil menghentikan siaran propaganda G30S dan memungkinkan pemerintah melalui Soeharto untuk mengumumkan pemulihan keamanan.

Tak cukup di situ, ia juga dikirim untuk menguasai pangkalan udara Halim Perdanakusuma.

Ia memimpin langsung operasi penumpasan di Jakarta dan Jawa Tengah, serta melatih masyarakat sipil anti-PKI untuk membantu militer.

Mengutip catatan sejarah berjudul Testimoni Letjen Sarwo Edhie Menumpas G30S: Pengkhianatan PKI, ia melatih dan mempersenjatai masyarakat sipil yang anti-PKI (seperti organisasi kepemudaan dan keagamaan) sebagai ujung tombak operasi penumpasan di daerah.

Perjalanan karier mentereng

Berikut riwayat karier Sarwo Edhie baik di dalam maupun luar tubuh militer.

  • 1945—1951: Komandan Batalion di Divisi Diponegoro.
  • 1951—1953: Komandan Resimen Divisi Diponegoro.
  • 1959—1961: Wakil Komandan Resimen di Akademi Militer Nasional (AMN).
  • 1962—1964: Kepala Staf Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD).
  • 1964—1967: Komandan RPKAD (unit pasukan khusus yang kelak menjadi Kopassus), 
  • 1967—1968: Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) II/Bukit Barisan di Sumatera.
  • 1968—1970: Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih (saat ini Papua), 
  • 1970—1974: Gubernur Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) di Magelang,
  • 1974—1976/1978: Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan di Seoul (periode masa jabatan berbeda-beda dalam sumber),
  • Ketua BP-7 Pusat (Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila),
  • Adapun di akhir kariernya, ia juga menjadi Anggota DPR/MPR RI.

Akhir hayat Sarwo Edhie

Sarwo Edhie wafat pada 9 November 1989 di Jakarta dan dimakamkan di Pangenjurutengah, Purworejo, Jawa Tengah.

Pangkat Terakhir yang disandangnya adalah Letnan Jenderal TNI.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hanya 8 Persen Perempuan Jadi Pahlawan Nasional, Komnas Perempuan Kritik Pemerintah Bias Sejarah

Hanya 8 Persen Perempuan Jadi Pahlawan Nasional, Komnas Perempuan Kritik Pemerintah Bias Sejarah

News | Senin, 10 November 2025 | 17:34 WIB

Mengenang Marsinah, Terima Gelar Pahlawan Nasional dan Kematiannya yang Belum Tuntas

Mengenang Marsinah, Terima Gelar Pahlawan Nasional dan Kematiannya yang Belum Tuntas

Lifestyle | Senin, 10 November 2025 | 16:12 WIB

Gusdurian Tolak Gelar Pahlawan Soeharto: Prabowo Sarat Kepentingan Politik dan Relasi Keluarga!

Gusdurian Tolak Gelar Pahlawan Soeharto: Prabowo Sarat Kepentingan Politik dan Relasi Keluarga!

News | Senin, 10 November 2025 | 15:12 WIB

Terkini

Distribusi B50 Tembus 3,4 Juta KL, 28 Terminal Masih Transisi

Distribusi B50 Tembus 3,4 Juta KL, 28 Terminal Masih Transisi

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 15:27 WIB

Igor Tolic Ungkap Alasan Persib Melepas Saddil Ramdani ke Persebaya Surabaya

Igor Tolic Ungkap Alasan Persib Melepas Saddil Ramdani ke Persebaya Surabaya

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 15:24 WIB

Bandara Lombok Dipadati Penumpang, Efek Penutupan Soetta

Bandara Lombok Dipadati Penumpang, Efek Penutupan Soetta

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 15:22 WIB

5 Fakta Kacang Benguk, Kenapa Tak Sepopuler Kedelai untuk Bikin Tempe?

5 Fakta Kacang Benguk, Kenapa Tak Sepopuler Kedelai untuk Bikin Tempe?

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 15:20 WIB

Bantah Teori Konspirasi Asing di Balik Erupsi Gunung, Pakar UGM: Proses Alami

Bantah Teori Konspirasi Asing di Balik Erupsi Gunung, Pakar UGM: Proses Alami

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:19 WIB

4 Cara Mengaktifkan Sudut Peach Blossom di Rumah untuk Menarik Jodoh Menurut Feng Shui

4 Cara Mengaktifkan Sudut Peach Blossom di Rumah untuk Menarik Jodoh Menurut Feng Shui

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 15:18 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal dengan Toe Box Lebar, Jari Kaki Bebas Lecet

3 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal dengan Toe Box Lebar, Jari Kaki Bebas Lecet

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 15:18 WIB

BBM Makin Mahal, 5 Mobil Bekas Nyaman nan Mewah Ini Harganya Justru Merosot Tajam

BBM Makin Mahal, 5 Mobil Bekas Nyaman nan Mewah Ini Harganya Justru Merosot Tajam

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 15:17 WIB

Pegawai Pemkab Gowa Curhat Gaji Telat: Buat Beli Susu Saja Susah!

Pegawai Pemkab Gowa Curhat Gaji Telat: Buat Beli Susu Saja Susah!

Sulsel | Selasa, 08 September 2026 | 15:15 WIB

Apa Kelebihan Pensil Alis Viva? Ini 7 yang Perlu Diketahui Sesuai Klaim

Apa Kelebihan Pensil Alis Viva? Ini 7 yang Perlu Diketahui Sesuai Klaim

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 15:15 WIB

×