- Kemenpar memperkuat pariwisata lewat 5 program unggulan dan digitalisasi Tourism 5.0.
- Kampanye Go Beyond Ordinary diluncurkan untuk mengangkat Indonesia di panggung global.
- WICF 2025 menjadi ajang kolaborasi 49 mitra memperkuat promosi Wonderful Indonesia.
Suara.com - Industri pariwisata global sedang bergerak menuju paradigma baru, lebih berkelanjutan, lebih personal, dan semakin bertumpu pada teknologi. Di tengah lanskap yang berubah cepat ini, Indonesia tidak tinggal diam.
Melalui strategi nasional yang menyentuh peningkatan kualitas destinasi hingga pemanfaatan digitalisasi berbasis kecerdasan buatan, pariwisata Indonesia menunjukkan kesiapan untuk bersaing dan bersinar di pasar global.
Upaya besar ini salah satunya diwujudkan melalui hadirnya Flagship 5 Program Unggulan yang dirancang Kementerian Pariwisata.
Program tersebut mencerminkan arah pembangunan pariwisata masa depan, yakni bersih, cerdas, relevan dengan tren minat wisatawan, serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.
Gerakan Wisata Bersih, misalnya, diarahkan untuk memastikan seluruh destinasi menjaga standar kebersihan dan kenyamanan yang semakin menjadi tuntutan wisatawan internasional.
Sementara itu, inisiatif Tourism 5.0 membuka jalan menuju pemanfaatan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, untuk memperkuat promosi dan pengalaman wisata secara menyeluruh.
Peningkatan kualitas juga diperluas melalui pengembangan wisata minat khusus, marine, wellness, dan gastro-tourism yang kini menjadi magnet utama wisatawan kelas dunia.
Bersamaan dengan itu, penyelenggaraan event internasional berbasis IP Indonesia dan penguatan Desa Wisata turut memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi dari kebangkitan sektor ini.
Kelima program unggulan tersebut menjadi fondasi untuk membangun pariwisata Indonesia yang berkelanjutan, kreatif, dan berdaya saing global.
Baca Juga: Revolusi AI di Dunia Wisata: Bukan Lagi Mesin Pencari, Tapi Jadi Asisten Pribadi
Transformasi ini berjalan seiring dengan diluncurkannya kampanye internasional Go Beyond Ordinary pada ajang World Travel Market (WTM) London 2025.
Kampanye ini tidak sekadar memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi, tetapi repositioning penuh terhadap cara Indonesia berbicara kepada dunia, lebih mendalam, lebih autentik, dan lebih emosional.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa kampanye tersebut menegaskan arah baru promosi pariwisata Indonesia.
"Di mana kini berfokus pada pengalaman bermakna melalui tiga pilar utama: gastronomy, wellness, dan marine tourism yang mencerminkan harmoni budaya, alam, dan kreativitas bangsa," jelasnya.
Penekanannya pada “pengalaman bermakna” menunjukkan pergeseran penting: pariwisata tidak lagi sekadar kunjungan, melainkan perjalanan yang diresapi, dihayati, dan memberi dampak emosional.
Dalam konteks global, ini adalah langkah strategis yang memosisikan Indonesia sejalan dengan tren dunia pascapandemi, ketika wisatawan mencari perjalanan yang memberi nilai personal, bukan hanya pemandangan.
Sejalan dengan kampanye tersebut, upaya kolaboratif turut diperkuat melalui penyelenggaraan Wonderful Indonesia Co-Branding Forum (WICF) 2025 di Jakarta.
Forum ini mempertemukan lebih dari 49 jenama mitra co-branding dan berbagai unit kerja internal Kementerian Pariwisata untuk merumuskan arah kolaborasi pemasaran tahun mendatang.
WICF 2025 menjadi ruang penting bagi pemerintah dan sektor swasta untuk menyatukan langkah dalam promosi pariwisata, memperluas ekosistem branding, dan mengoptimalkan sumber daya bersama.
Sesi business matching yang digelar dalam forum tersebut membuka peluang lahirnya kolaborasi baru, mulai dari pengembangan produk pariwisata hingga kampanye bersama yang memperkuat eksposur Wonderful Indonesia di pasar domestik dan internasional.
Momentum ini semakin relevan di era Co-Branding 5.0, ketika inovasi dan kemitraan strategis menjadi penentu daya saing destinasi. Ni Made menegaskan kembali pentingnya forum ini sebagai titik temu bagi berbagai pemangku kepentingan.
“Melalui forum ini, kami berharap terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan industri dalam membangun ekosistem pariwisata yang kreatif, inklusif, dan berkelanjutan,” tambah dia.
Keterlibatan lintas sektor memang menjadi kunci. Hal ini juga ditekankan oleh Firnandi Gufron, Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kemenpar, yang melihat sinergi sebagai fondasi keberhasilan jangka panjang.
“Sinergi yang terjalin antara pemerintah dan para mitra diharapkan dapat menghadirkan inisiatif pemasaran yang lebih inovatif, berdampak nyata bagi industri, serta memperkuat citra positif pariwisata Indonesia di kancah global,” ungkapnya.
Dengan strategi yang semakin matang, kolaborasi yang semakin luas, serta pemanfaatan teknologi yang semakin canggih, Indonesia tengah bergerak menuju masa depan pariwisata yang lebih kuat dan lebih relevan dengan tuntutan wisatawan dunia.
Transformasi ini menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai destinasi indah, tetapi sebagai negara yang mampu menyuguhkan pengalaman yang menginspirasi dan bertahan lama dalam ingatan.