'Meditasi Mata Air', Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Kelestarian DAS Bodri

Rendy Adrikni Sadikin

Kamis, 20 November 2025 | 08:28 WIB
'Meditasi Mata Air', Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Kelestarian DAS Bodri
Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’.(Dokumentasi pribadi)
baca 10 detik
  • Perempuan di Desa Sigedang, Wonosobo, mengadakan ‘Meditasi Mata Air’ pada 19 November 2025, didukung GEF SGP dan BPDLH.
  • Aktivitas ini melibatkan meditasi hening dilanjutkan penanaman seribu bibit kopi oleh beragam organisasi perempuan setempat.
  • Kegiatan ini bertujuan merefleksikan kelekatan perempuan pada sumber air sekaligus menciptakan manfaat ekologi dan ekonomi jangka panjang.

Suara.com - Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’. Inisiasi ini merupakan salah satu dampak berkelanjutan dari dukungan Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia terkait upaya pelestarian lingkungan yang berakar pada kearifan lokal.

‘Meditasi Mata Air’ diprakarsai Samitra Lingkungan, inisiatif yang lahir dari rekomendasi Kongres Mata Air. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang didukung Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Fokus utamanya yakni merefleksikan kembali kelekatan perempuan terhadap sumber mata air.

Bukan cuma itu, kegiatan ini juga merupakan dampak lanjutan dari program "Pengurangan Degradasi Lahan di Hulu DAS Bodri Melalui Pemanfaatan Aktivitas Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi dengan Pariwisata Alam dan Budaya."

Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’.(Dokumentasi pribadi)
Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’.(Dokumentasi pribadi)

Aktivitas ini diawali dengan ‘Meditasi Hening’ di lapangan Desa Sigedang. Dalam sesi ini, para peserta kegiatan diajak untuk menenangkan pikiran. Sejenak, para peserta diajak untuk melepaskan diri dari riuh kehidupan. Mereka diminta untuk membuka kepekaan terhadap hubungan esensial antara manusia dan alam.

Sesi hening rampung. Lalu, peserta diajak menempuh perjalanan menuju Mata Air Sendang. Sambil berjalan, mereka membawa 1.000 bibit pohon kopi siap tanam. Bibit kopi ini ditanam di sepanjang jalan menuju mata air. Beragam organisasi perempuan terlibat, sebut saja PKK, Fatayat, Muslimat, Aisyiah, Nasyiatul Aisyiah, serta kelompok permakultur, akarwangi, dan restorasi hutan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo Endang Lisdyaningsih menyampaikan data penting menyoal pelestarian sumber air. Endang mengungkapkan bahwa data di musim kemarau tahun 2025 menunjukkan ada 1.670 mata air yang tetap hidup.

"Nah, penanaman pohon 200 meter di atas sumber mata air akan menyelamatkan mata air di musim kemarau. Karena itu, pentingnya intervensi vegetatif di kawasan hulu," ujar Endang.

Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’.(Dokumentasi pribadi)
Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’.(Dokumentasi pribadi)

Kegiatan ini juga memantik antusiasme para pemimpin organisasi perempuan. Mereka menyambut baik kegiatan ‘Meditasi Mata Air’ karena bisa memberikan manfaat ganda. Menurut Umi Amkhudloh selaku Pimpinan Anak Cabang Fatayat Kejajar, kegiatan ini bisa memberikan manfaat secara ekologi sekaligus manfaat ekonomi jangka panjang.

"Menanam pohon bisa memberikan manfaat secara ekologi untuk mencegah longsor dan banjir. Juga bisa memberikan manfaat ekonomi jangka panjang. Kita wajib bersyukur tinggal di kawasan dataran tinggi Dieng karena berlimpah mata air. Namun kita wajib menjaganya dengan menanam pohon," ujar Umi.

Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’.(Dokumentasi pribadi)
Para perempuan di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025), melakukan ‘Meditasi Mata Air’.(Dokumentasi pribadi)

Sementara itu, Direktur Samitra Lingkungan Rumiyati menjelaskan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan implementasi nyata dari rekomendasi ‘Kongres Mata Air’ yang diadakan di Desa Igirmranak pada Agustus 2025. Dia juga menegaskan komitmen komunitas untuk memastikan warisan lingkungan yang lestari.

"Perempuan menjaga mata air dengan menanam pohon sebagai bentuk perawatan kehidupan. Setiap akar yang kita tanam menjadi harapan. Setiap tetes air yang kita rawat menjadi keberlanjutan. Bersama kita titipkan bumi yang lebih teduh bagi generasi mendatang. Karena hari ini kita memilih Merawat bukan meninggalkan," tutup Rumiyati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Secangkir Kopi Pagi Hari Tanpa Scroll: Jeda Kecil yang Sering Kita Lewatkan

Secangkir Kopi Pagi Hari Tanpa Scroll: Jeda Kecil yang Sering Kita Lewatkan

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Pemugaran Candi Plaosan, Merangkai Kembali Warisan Mataram Kuno

Pemugaran Candi Plaosan, Merangkai Kembali Warisan Mataram Kuno

Foto | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Berkat Program Sekolah Berintegritas, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari KPK

Berkat Program Sekolah Berintegritas, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari KPK

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Identitas Anak Saksi Kasus Kematian Siswa SD Pemalang Tersebar di Medsos, Menteri PPPA Turun Tangan

Identitas Anak Saksi Kasus Kematian Siswa SD Pemalang Tersebar di Medsos, Menteri PPPA Turun Tangan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Padmaavat: Saat Perempuan Memilih Lenyap daripada Jatuh ke Tangan Lelaki

Padmaavat: Saat Perempuan Memilih Lenyap daripada Jatuh ke Tangan Lelaki

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Ngaku Takut Bertemu Menteri PPPA, Pratikno Ungkap Isu Paling Berat Selama Menjabat Menko PMK

Ngaku Takut Bertemu Menteri PPPA, Pratikno Ungkap Isu Paling Berat Selama Menjabat Menko PMK

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB

Saat Seorang Pelacur Merindukan Surga: Ulasan Mendalam Novel Re: dan peRempuan

Saat Seorang Pelacur Merindukan Surga: Ulasan Mendalam Novel Re: dan peRempuan

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Ahmad Luthfi Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum untuk Tarik Investor

Ahmad Luthfi Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum untuk Tarik Investor

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Membongkar Crab Mentality: Saat Perempuan Dipaksa Berebut Sisa Sumber Daya

Membongkar Crab Mentality: Saat Perempuan Dipaksa Berebut Sisa Sumber Daya

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Sinopsis Life Trade, Drama Jepang Dibintangi Baba Fumika dan Maki Yoko

Sinopsis Life Trade, Drama Jepang Dibintangi Baba Fumika dan Maki Yoko

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:50 WIB

FTSE Russell Pertahankan Indonesia di Posisi Emerging Market

FTSE Russell Pertahankan Indonesia di Posisi Emerging Market

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Soroti Putusan MK, Denny Indrayana Desak Gibran Segera Lengser!

Soroti Putusan MK, Denny Indrayana Desak Gibran Segera Lengser!

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa

Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka

Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka

Jabar | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Pulang dari Indonesia, Gianni Infantino Resmi Dilaporkan di 3 Kasus Kontroversial

Pulang dari Indonesia, Gianni Infantino Resmi Dilaporkan di 3 Kasus Kontroversial

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:31 WIB

KPK Geledah Dinkes Kota Madiun Terkait Kasus Walikota Maidi

KPK Geledah Dinkes Kota Madiun Terkait Kasus Walikota Maidi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Warung Makan Nunung di Solo Mendadak Sepi, Karyawan Temukan Teror Tanah Kuburan di Parkiran

Warung Makan Nunung di Solo Mendadak Sepi, Karyawan Temukan Teror Tanah Kuburan di Parkiran

Entertainment | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Atlet Sulsel Raih Medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Atlet Sulsel Raih Medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sulsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Huawei Watch GT 7 Series Rp3,7 Jutaan, Bisa Pantau Risiko Jantung dan Diabetes

Huawei Watch GT 7 Series Rp3,7 Jutaan, Bisa Pantau Risiko Jantung dan Diabetes

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:27 WIB

×