Program Penanaman 1.000 Pohon Gaharu Dorong Ekosistem Industri Berbasis Keberlanjutan

Yasinta Rahmawati

Kamis, 20 November 2025 | 19:42 WIB
Program Penanaman 1.000 Pohon Gaharu Dorong Ekosistem Industri Berbasis Keberlanjutan
Andika Khadapi, Kepala BKSDA Kalimantan Tengah (tengah, kemeja hitam), bersama perwakilan Dongyang Herb Korea setelah pelaksanaan penanaman 1.000 pohon gaharu di Kalimantan. (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • PT Dongyang Herbal Indonesia menanam 1.000 pohon Gaharu di Kalimantan pada 13 November 2025, diawasi BKSDA Kalteng.
  • Program ini meliputi penelitian genetika, pengembangan Father Tree Zone, serta pemantauan pertumbuhan berbasis sains terukur.
  • Kegiatan ini menciptakan peluang ekonomi lokal melalui pelatihan dan memperkuat upaya pemulihan kualitas lingkungan hutan.

Suara.com - Kalimantan kembali menjadi pusat perhatian melalui kegiatan penanaman 1.000 pohon Gaharu jenis Aquilaria malaccensis yang dilaksanakan pada 13 November 2025.

Program ini diselenggarakan oleh PT Dongyang Herbal Indonesia dengan dukungan Dongyang Herb Co., Ltd., Dongyang Herb Medifood Co., Ltd.

Pelaksanaan berada di bawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah untuk memastikan kehati hatian dan pemenuhan seluruh ketentuan konservasi, termasuk kepatuhan terhadap regulasi CITES yang mengatur perdagangan spesies terancam.

Upaya ini tidak hanya menjadi kegiatan penanaman pohon, tetapi bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga kelestarian Gaharu sebagai komoditas bernilai tinggi.

Selama bertahun tahun, spesies Aquilaria malaccensis menghadapi tekanan berlebih akibat eksploitasi tanpa pengelolaan yang memadai.

Perwakilan peserta dari KGC Ginseng Corporation, Dongyang Herb Medifood, dan PT Dongyang Herbal Indonesia berfoto bersama setelah kegiatan penanaman pohon. (Dok. Istimewa)
Perwakilan peserta dari Dongyang Herb Medifood, dan PT Dongyang Herbal Indonesia berfoto bersama setelah kegiatan penanaman pohon. (Dok. Istimewa)

Kegiatan penanaman langsung di bawah standar konservasi resmi memberikan dorongan baru bagi upaya rehabilitasi hutan dan pelestarian spesies yang populasinya semakin terbatas.

Penanaman 1.000 pohon ini juga memperkuat sistem konservasi yang berbasis sains. Melalui keterlibatan para mitra Korea, program ini mencakup rencana penelitian genetika, pengembangan Father Tree Zone, serta pemantauan pertumbuhan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Pendekatan ilmiah semacam ini menjadi kunci dalam membangun ekosistem pembibitan yang dapat memastikan keberlanjutan populasi Gaharu.

Dengan traceability sejak tahap benih, program ini membuka jalan bagi terciptanya rantai pasok berbasis konservasi yang bertanggung jawab.

baca juga

Pelibatan BKSDA Kalimantan Tengah menjadi bagian penting dalam memastikan keterpaduan antara konservasi dan pemanfaatan yang berkelanjutan.

Verifikasi bibit, peninjauan kondisi lahan, serta pengawasan intensif selama proses penanaman dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan sejalan dengan standar yang berlaku.

Mekanisme pengawasan ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan pada berbagai program konservasi di masa mendatang.

Perwakilan Dongyang Herb menyampaikan bahwa konservasi Gaharu tidak mungkin dicapai tanpa kerja sama lintas negara yang terencana.

Mereka menekankan bahwa program ini merupakan integrasi antara konservasi sumber daya, penelitian ilmiah, dan pembangunan industri yang saling mendukung.

Pandangan ini didukung oleh Dongyang Herb Medifood yang menyatakan bahwa keberlanjutan hanya dapat dicapai melalui sistem traceability yang kuat dan pengelolaan yang jujur sejak tahap awal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langkah Kecil di Kota Asing: Cerita Mahasiswa Perantau Menemukan Rumah Kedua di Jogja

Langkah Kecil di Kota Asing: Cerita Mahasiswa Perantau Menemukan Rumah Kedua di Jogja

Liks | Jum'at, 07 November 2025 | 19:50 WIB

Media Asing Soroti Progres IKN, Kekhawatiran soal Lingkungan dan Demokrasi Jadi Perhatian Utama

Media Asing Soroti Progres IKN, Kekhawatiran soal Lingkungan dan Demokrasi Jadi Perhatian Utama

News | Kamis, 06 November 2025 | 15:12 WIB

15 Tahanan Kabur dari Polsek Samarinda Kota Akhirnya Tertangkap

15 Tahanan Kabur dari Polsek Samarinda Kota Akhirnya Tertangkap

Foto | Rabu, 29 Oktober 2025 | 20:08 WIB

Terkini

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:30 WIB

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×