Seruan Komitmen Forum DAS Bodri, Pelestarian Harus Terus Berlanjut!

Rendy Adrikni Sadikin

Kamis, 18 Desember 2025 | 10:00 WIB
Seruan Komitmen Forum DAS Bodri, Pelestarian Harus Terus Berlanjut!
Ilustrasi Sungai Bodri di Kendal, Jawa Tengah.(Created by Gemini AI)
baca 10 detik
  • DAS Bodri melintasi empat kabupaten di Jawa Tengah dan merupakan sumber air penting bagi irigasi serta waduk.
  • Workshop di Semarang pada 16 Desember 2025 menguatkan Fordas Bodri untuk melanjutkan pelestarian pascaprogram GEF SGP.
  • Pengelolaan DAS Bodri berfokus pada tiga pilar utama: tata kelola, rencana kerja strategis wilayah, dan kemandirian ekonomi komunitas.

Suara.com - Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri bukan sekadar aliran air yang membelah wilayah Jawa Tengah. Wilayah tersebut merupakan urat nadi kehidupan yang menyimpan kekayaan ekologis dan sejarah peradaban yang panjang. Tak hanya itu, wilayah DAS Bodri juga merupakan lumbung penghidupan bagi masyarakat di sekitarnya.

Ya, Sungai Bodri melintasi empat wilayah kabupaten: Wonosobo, Temanggung, Kendal, dan Semarang. Dengan luas sekitar 652 kilometer persegi, airnya mengalir dari lereng Gunung Prau sampai ke Laut Jawa. Sungai ini sangat penting bagi warga, terutama untuk pengairan sawah dan kebutuhan air waduk di wilayah Kendal.

Potensi besar ini dikupas dalam Workshop Closing Program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7 di Quest Hotel Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/12/2025). Momen itu bersamaan dengan penyepakatan langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan melalui Forum Komunikasi DAS Bodri (Fordas Bodri).

Nah bicara soal potensi wilayah, ternyata terkuak bahwa DAS Bodri memiliki bentang alam yang cukup unik. Keunikan itu terbentang mulai dari kawasan hulu di pegunungan Wonosobo dan Temanggung hingga wilayah hilir di pesisir Kendal. Hal tersebut terkuak dalam pemaparan teknis dari Ketua Fordas Bodri, Hernowo.

Berdasarkan penuturan Hernowo, studi terbaru menunjukkan adanya jejak peradaban lama di sepanjang aliran sungai ini. Ternyata, sejak dahulu kala, DAS Bodri telah menjadi pusat pemukiman dan sumber penghidupan masyarakat.

Secara ekologis, wilayah tersebut merupakan penyangga bagi ketersediaan air dan stabilitas lahan di empat kabupaten. Dari potensi kopi dan agroforestri di bagian hulu hingga ekosistem mangrove yang menjadi benteng pesisir di hilir, DAS Bodri menyimpan modal sosial dan alam yang sangat tinggi.

Sadar bahwa program pendanaan memiliki batas waktu, pelestarian alam harus berjalan selamanya. Workshop ini memfokuskan diri pada penguatan Fordas Bodri sebagai wadah kolaborasi pascaprogram melalui penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Bersama rencana kerja tahun 2026.

Hernowo menekankan pentingnya komitmen kolektif ini sebagai jembatan masa depan. Kendati pendanaan selesai, bukan berarti akhir dari segalanya. Menurut Hernowo, pelestarian ekosistem DAS Bodri tidak boleh berhenti. Inilah yang menjadi komitmen bersama dari Fordas Bodri seperti ditegaskan kembali dalam diskusi tersebut.

"Meskipun pendanaan dari GEF SGP telah berakhir, kerja-kerja pelestarian di DAS Bodri tidak boleh berhenti. Fordas Bodri berkomitmen untuk menjadi wadah yang menyatukan seluruh elemen—mulai dari komunitas di tingkat tapak hingga pemerintah daerah—agar praktik baik yang sudah berjalan dapat terus dilanjutkan secara mandiri dan berkelanjutan."

Forum DAS Bodri dalam workshop penutupan di Semarang, Jawa Tengah.(Dokumentasi pribadi)
Forum DAS Bodri dalam workshop penutupan di Semarang, Jawa Tengah.(Dokumentasi pribadi)

Senada dengan hal tersebut, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Tretep, Kristiyadi, memberikan perspektif dari para pelaku di lapangan. Seperti diketahui, para pelaku di lapangan tersebut merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan lahan. Dia mengaku mendapatkan manfaat yang konkret.

"Kami di tingkat lapangan, khususnya para petani di wilayah hulu, merasakan manfaat nyata dari program ini, mulai dari teknis konservasi hingga penguatan kelembagaan. Bagi kami, kesepakatan keberlanjutan ini adalah janji untuk terus menjaga tanah dan air kami.”

“Kami berharap sinergi dengan Fordas Bodri terus kuat agar petani tidak berjalan sendirian dalam menjaga kelestarian DAS Bodri."

Tiga pilar utama pengelolaan DAS Bodri

Dalam upaya menjamin keberlanjutan ekosistem di sepanjang aliran sungai, disepakati tiga pilar utama yang menjadi pondasi penguatan Fordas Bodri. Tiga pilar utama tersebut disampaikan dalam workshop tersebut sebagai komitmen untuk terus melestarikan ekosistem masyarakat dan lingkungan di DAS Bodri.

Adapun pilar pertama menitikberatkan pada penguatan tata kelola, di mana forum ini didorong untuk memiliki legalitas yang kuat dan kemandirian lembaga. Langkah ini krusial agar setiap aspirasi masyarakat nggak cuma usulan belaka, tapi bisa terintegrasi secara formal ke dalam dokumen perencanaan daerah.

Pilar kedua diwujudkan lewat rencana kerja strategis spesifik per wilayah. Strategi ini mencakup pemulihan lahan kritis di kawasan hulu, penerapan sabuk hijau di wilayah tengah, hingga restorasi mangrove dan perlindungan pesisir di area hilir. Dengan pendekatan ini, setiap zona mendapatkan penanganan yang sesuai dengan karakteristik ekologisnya.

Nah, keberlanjutan ini semakin paripurna dengan pilar kemandirian ekonomi komunitas. Melalui hilirisasi produk lokal, seperti komoditas kopi dari Tretep, masyarakat dikasih akses meningkatkan nilai tambah ekonomi mereka. Insentif ekonomi diharapkan bisa mendorong masyarakat menjaga dan merawat lingkungan sumber penghidupan mereka.

Melalui kesepakatan ini, Fordas Bodri kini memegang peran sebagai dirigen kolaborasi yang memastikan sinergi antara komunitas, pemerintah, dan sektor swasta. Dengan semangat "Salam Lestari", para pemangku kepentingan berkomitmen agar keberhasilan di Fase 7 ini menjadi fondasi kokoh bagi pengelolaan DAS Bodri yang lebih tangguh di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:17 WIB

Jejak Hubungan Bupati Pemalang dan Ayah Staf KPK, Ada Peran Oknum DPRD Jateng

Jejak Hubungan Bupati Pemalang dan Ayah Staf KPK, Ada Peran Oknum DPRD Jateng

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:58 WIB

Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jateng Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun

Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jateng Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun

News | Rabu, 09 September 2026 | 16:30 WIB

Kebakaran TPA Putri Cempo, Baru 1,5 Hektare Berhasil Dipadamkan

Kebakaran TPA Putri Cempo, Baru 1,5 Hektare Berhasil Dipadamkan

Foto | Selasa, 08 September 2026 | 17:20 WIB

Lima Bandara Buka 24 Jam untuk Tampung Penerbangan Terdampak Krakatau

Lima Bandara Buka 24 Jam untuk Tampung Penerbangan Terdampak Krakatau

Foto | Senin, 07 September 2026 | 17:33 WIB

Utamakan Kebersamaan, Ahmad Luthfi Bangun Jawa Tengah Lewat 'Collaborative Government'

Utamakan Kebersamaan, Ahmad Luthfi Bangun Jawa Tengah Lewat 'Collaborative Government'

News | Sabtu, 05 September 2026 | 21:22 WIB

Upaya Gubernur Ahmad Luthfi Atasi Kemiskinan Menuai Berbagai Apresiasi

Upaya Gubernur Ahmad Luthfi Atasi Kemiskinan Menuai Berbagai Apresiasi

News | Jum'at, 04 September 2026 | 22:07 WIB

Kebakaran Hebat Landa TPA Putri Cempo Solo

Kebakaran Hebat Landa TPA Putri Cempo Solo

Foto | Kamis, 03 September 2026 | 06:00 WIB

Jateng Kembali Kirim Bantuan Korban Gempa NTT, Fokus Atasi Kebutuhan Dasar

Jateng Kembali Kirim Bantuan Korban Gempa NTT, Fokus Atasi Kebutuhan Dasar

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Dari CJIBF 2026, Investasi Rp19,07 Triliun Berpotensi Mengalir ke Jateng

Dari CJIBF 2026, Investasi Rp19,07 Triliun Berpotensi Mengalir ke Jateng

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×