Mengayuh Harapan di Ujung Timur: Dukungan Sepeda untuk Rumah Belajar Melang

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 18 Desember 2025 | 17:37 WIB
Mengayuh Harapan di Ujung Timur: Dukungan Sepeda untuk Rumah Belajar Melang
Rumah Belajar Melang di Alor, NTT. (Dok. NTT)
baca 10 detik
    • Rumah Belajar Melang menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak Alor di tengah keterbatasan akses pendidikan dan fasilitas.
    • Inisiatif Elvie Padafani dan relawan menggerakkan solidaritas, termasuk perjalanan Alwi Johan Yogatama untuk menggalang dukungan.
    • Dukungan berbagai pihak menunjukkan bahwa perubahan bisa berawal dari langkah sederhana dan kepedulian bersama.

Suara.com - Di sisi timur Indonesia, di balik birunya laut dan perbukitan Alor, Nusa Tenggara Timur, ada cerita tentang anak-anak yang terus datang belajar meski keterbatasan hadir di hampir setiap aspek kehidupan.

Pembangunan yang belum merata membuat akses internet dan fasilitas pendidikan di wilayah ini jauh dari ideal. Namun, setiap akhir pekan, sebuah rumah sederhana bernama Rumah Belajar Melang tetap ramai oleh langkah kecil dan semangat besar.

Rumah Belajar Melang didirikan pada 2021 oleh Elvie Padafani bersama tiga relawan pengajar. Awalnya, bangunan ini hanya berdinding anyaman rotan.

Kini, berkat dukungan pemerintah setempat, dindingnya sudah berupa bata meski lantainya masih beralaskan tikar. Fasilitas di dalamnya pun sangat terbatas: rak buku seadanya, koleksi bacaan yang minim, serta alat peraga sederhana.

 Rumah Belajar Melang di Alor, NTT. (Dok. NTT)
Rumah Belajar Melang di Alor, NTT. (Dok. NTT)

Setiap Sabtu dan Minggu, anak-anak datang untuk belajar membaca, menulis, bahasa Indonesia dan Inggris dasar, hingga membuat kerajinan tangan yang kemudian dijual ke warga sekitar.

Di ruang kecil itu, anak-anak SMP dan SMA bergantian mengajar adik-adiknya yang masih SD. Elvie mendampingi mereka tanpa menerima honor, semata agar anak-anak tetap punya ruang aman untuk tumbuh dan belajar.

“Rumah Belajar Melang kami dirikan bukan karena kami punya banyak uang, tapi agar anak-anak punya tempat berkegiatan positif selagi akses internet di sini terbatas. Kami ingin mereka tetap punya ruang untuk belajar, membuka dunia, dan tidak kehilangan semangatnya,” ujar Elvie Padafani.

Kisah inilah yang menggerakkan Alwi Johan Yogatama (@alwijo), konten kreator asal Temanggung, melakukan perjalanan nebeng dari Jawa Tengah menuju Alor selama empat bulan. Perjalanan itu ia jalani bukan karena keterpaksaan, melainkan sebagai cara menggalang dukungan untuk merenovasi Rumah Belajar Melang.

“Ini adalah institusi pendidikan tempat bagi anak-anak Alor untuk belajar membaca dan bermimpi. Meski semangat mereka menggebu, tapi akses ke lokasi jauh, fasilitas masih terbatas, dan koleksi buku belum banyak,” ungkap Alwi Johan.

baca juga

Dalam perjalanannya, Alwi menyaksikan langsung kesenjangan yang selama ini hanya ia dengar lewat cerita: keterbatasan air bersih, akses transportasi yang sulit, serta anak-anak yang harus berjalan kaki menyeberangi sungai demi bersekolah. Pengalaman itu mengubah cara pandangnya.

“Ini membuka pikiran saya yang Jawa-sentris. Anak sekolah di sini harus berjalan selama satu jam untuk ke sekolah, lalu bekerja mengumpulkan kayu bakar setelahnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Padahal di Jawa sepulang sekolah, pelajar biasanya bermain games online,” tuturnya.

Dukungan kemudian datang dari berbagai pihak, termasuk Polygon Bikes, yang melalui program CSR menyalurkan lima unit sepeda untuk Rumah Belajar Melang, satu di antaranya untuk Elvie. Bantuan ini ditujukan untuk mempermudah mobilitas sehari-hari, baik bagi pengelola rumah belajar maupun anak-anak yang harus menempuh jarak jauh.

“Bagi kami pendidikan anak adalah fondasi dasar dari kemajuan bangsa. Sayangnya, tidak semua anak-anak di Indonesia mendapatkan kesempatan emas itu…,” ujar Alda Miranda, Brand Marketing Polygon Bikes.

Bagi Alwi, perjalanan ini bukan soal seberapa jauh ia melangkah, melainkan seberapa besar dampak yang bisa ditinggalkan.

“Dukungan ini untuk anak-anak Alor mampu bermimpi setinggi-tinggi mungkin, karena ketika pun kita terjatuh, kita akan jatuh di tengah taburan bintang-bintang,” katanya.

Kisah ini kemudian dibagikan Alwi di akun Instagram-nya dan mendapat respons hangat dari warganet. Di luar dukungan untuk Alor, Polygon juga menyalurkan sepeda bagi satuan tugas penanganan bencana di Sumatra sebagai alat bantu mobilitas di wilayah terdampak.

Di tengah segala keterbatasan, Rumah Belajar Melang menjadi pengingat bahwa perubahan kerap berawal dari ruang kecil, langkah sederhana, dan keberanian untuk peduli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lewat 'Kebun Mama', Ratusan Perempuan Komunitas di NTT Gerakkan Ketahanan Pangan Lokal

Lewat 'Kebun Mama', Ratusan Perempuan Komunitas di NTT Gerakkan Ketahanan Pangan Lokal

Lifestyle | Kamis, 18 Desember 2025 | 11:19 WIB

4 Rekomendasi Roadbike Polygon Mulai Rp 6 Jutaan, Cocok Buat Pemula yang Ingin Jaga Kebugaran

4 Rekomendasi Roadbike Polygon Mulai Rp 6 Jutaan, Cocok Buat Pemula yang Ingin Jaga Kebugaran

Lifestyle | Rabu, 17 Desember 2025 | 13:27 WIB

5 Rekomendasi Sepeda Listrik Rp3 Jutaan Terbaik 2025

5 Rekomendasi Sepeda Listrik Rp3 Jutaan Terbaik 2025

Lifestyle | Rabu, 17 Desember 2025 | 15:05 WIB

Terkini

Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam

Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam

Bogor | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik

Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:31 WIB

BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur

BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:28 WIB

Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan

Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya

Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung

Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru

Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:06 WIB

RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni

RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?

Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:00 WIB

×