Kenapa Pelaku Child Grooming Sering Denial? Psikolog Anak Ungkap 10 Pola Pikir Ini

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 14 Januari 2026 | 14:50 WIB
Kenapa Pelaku Child Grooming Sering Denial? Psikolog Anak Ungkap 10 Pola Pikir Ini
buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans (Instagram.com/aurelie)
baca 10 detik
  • Psikolog Anastasia Satriyo ungkap 10 pola pikir menyimpang pelaku child grooming.

  • Pelaku sering memanipulasi tindakan eksploitasi dengan kedok rasa sayang dan perhatian.

  • Memahami cara berpikir pelaku penting untuk mencegah praktik menyalahkan korban.

Menurut Anastasia Satriyo, pelaku child grooming juga bisanya merasa dirinya berbeda dengan predator yang banyak diberitakan atau karena dirinya tidak kasar.

Distorsi ini membuat mereka merasa tetap menjadi orang baik, meskipun sedang melakukan eksploitasi secara halus.

4. Normalisasi dengan Kedok Bercanda

Pelaku child grooming juga sering mengaburkan batasan baik dan buruk, salah dan benar dengan dalih hanya bercanda.

Hal-hal yang terlihat normal ini lantas digeser pelan-pelan menuju tindakan eksploitasi.

5. Melempar Kesalahannya pada Orang Tua Korban

Anastasia Satriyo juga mengatakan pelaku sering merasa berhak mendekati korban karena menganggap orang tua korban lalai, yang disebut sebagai Blame Shifting.

Padahal, kurangnya perhatian orang tua tidak pernah menjadi alasan yang sah untuk mengeksploitasi seorang anak.

6. Melabeli Anak Dewasa Sebelum Waktunya

baca juga

Pelaku child grooming juga biasanya mencoba menghapus fakta adanya ketimpangan kuasa dengan menilsi anak di bawah umur sudah dewasa secara pola pikir dan berbeda dengan anak-anak seumuran lainnya.

Padahal, kematangan kognitif remaja tidak sama dengan kapasitas untuk memberikan persetujuan secara sadar dalam relasi dengan orang dewasa.

7. Memposisikan Diri sebagai Korban

Anastasia Satriyo juga mengatakan pelaku kerap menggunakan penderitaan pribadinya, seperti rasa kesepian untuk membebani anak yang disebut sebagai Self-Pity.

Misalnya, kata-kata seolah dirinya tak bisa hidup dengan anak tersebut adalah bentuk manipulasinya agar korbannya merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan orang dewasa.

8. Ilusi Menjadi Penyelamat

Ada keyakinan di kepala pelaku bahwa jika mereka pergi, hidup korban akan hancur. Mereka merasa tak tergantikan dan wajib melanjutkan relasi tersebut.

Hal ini adalah ilusi kontrol yang justru merusak kemandirian anak.

9. Merasa Benar karena Tidak Ada Paksaan Fisik

Banyak pelaku grooming merasa perilakunyaa tidak salah selama tidak menggunakan kekerasan fisik.

Padahal, psikologi forensik menegaskan bahwa manipulasi psikologis sama berbahayanya dan sama merusaknya dengan paksaan fisik.

10. Membungkus Rahasia sebagai Keintiman Spesial

Pelaku sering menggunakan rahasia untuk mengikat loyalitas korban. Tindakan itu dilakukan agar korban merasa hubungan mereka spesial, padahal tujuannya adalah untuk mengisolasi korban agar tidak melapor.

Menurut Anas Satriyo, cara berpikir penyimpang ini bekerja dengan memutarbalikkan fakta.

Pelaku child grooming sering menganggap kontrolnya sebagai rasa sayang dan manipulasinya sebagai bantuan darinya untuk korban.

"Yang dialami pelaku adalah cara berpikir yang mengganti makna agar perilakunya yang salah terasa wajar di kepalanya," pungkasnya.

Karena itu, Anastasia mengimbau agar masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap tanda-tanda ini dan tidak terjebak dalam narasi yang dibuat oleh pelaku untuk menyudutkan korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Teror Hesti Purwadinata, Roby Tremonti Siap Lapor Polisi Jika Tak Ada Klarifikasi

Bantah Teror Hesti Purwadinata, Roby Tremonti Siap Lapor Polisi Jika Tak Ada Klarifikasi

Entertainment | Rabu, 14 Januari 2026 | 13:33 WIB

Benarkah Aurelie Moeremans Pernah Menikah dengan Roby Tremonti?

Benarkah Aurelie Moeremans Pernah Menikah dengan Roby Tremonti?

Lifestyle | Rabu, 14 Januari 2026 | 13:10 WIB

Ramai Kasus Aurelie Moeremans, Bagaimana Tata Cara Menikah di Gereja Katolik?

Ramai Kasus Aurelie Moeremans, Bagaimana Tata Cara Menikah di Gereja Katolik?

Lifestyle | Rabu, 14 Januari 2026 | 13:01 WIB

Roby Tremonti Bicara Soal Surat Pembatalan Nikah dengan Aurelie Moeremans, Dipaksa Ngaku KDRT

Roby Tremonti Bicara Soal Surat Pembatalan Nikah dengan Aurelie Moeremans, Dipaksa Ngaku KDRT

Entertainment | Rabu, 14 Januari 2026 | 12:54 WIB

Kronologi Kak Seto Dituduh Tak Tanggapi Aduan Ibu Aurelie Moeremans

Kronologi Kak Seto Dituduh Tak Tanggapi Aduan Ibu Aurelie Moeremans

Lifestyle | Rabu, 14 Januari 2026 | 12:47 WIB

Biodata dan Pendidikan Kak Seto yang Terseret Kasus Aurelie Moeremans

Biodata dan Pendidikan Kak Seto yang Terseret Kasus Aurelie Moeremans

Lifestyle | Rabu, 14 Januari 2026 | 12:42 WIB

Terkini

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

×