Rekam Jejak Noe Letto dan Frank Hutapea yang Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional

Husna Rahmayunita Suara.Com
Minggu, 18 Januari 2026 | 13:28 WIB
Rekam Jejak Noe Letto dan Frank Hutapea yang Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional
Noe Letto, Frank Hutapea yang dilantik jadi Tenaga Ahli DPN [kolase]

Suara.com - Pelantikan sejumlah tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) tengah menarik perhatian publik. Dua nama yang paling disorot adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto dan Frank Hutapea. Keduanya dikenal luas publik karena latar keluarga, namun memiliki rekam jejak profesional yang berbeda dan menarik untuk dicermati.

Pelantikan dilakukan pada Kamis, 15 Januari 2026, oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional. Selain Noe Letto dan Frank Hutapea, terdapat 10 tenaga ahli lainnya yang turut diambil sumpahnya untuk memperkuat peran strategis DPN. Lantas bagaimana rekam jejak Noe Letto dan Frank Hutapea yang dilantik menjadi tenaga ahli DPN? Simak penjelasan berikut ini.

Rekam Jejak Noe Letto

Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto [Instagram/@sabrangmdp_official]
Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto [Instagram/@sabrangmdp_official]

Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto dikenal publik sebagai vokalis band Letto sekaligus putra dari budayawan ternama Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Namun di balik kiprahnya di dunia musik, Noe memiliki latar belakang akademik yang kuat.

Pada 1997, Noe memutuskan melanjutkan pendidikan ke Kanada. Dia berkuliah di University of Alberta, salah satu universitas riset terkemuka, dan mengambil dua jurusan sekaligus, yakni Fisika dan Matematika, bidang yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Perjalanan studinya tidak selalu mudah. Di tengah krisis moneter yang melanda Indonesia, Noe harus bekerja paruh waktu untuk mencukupi kebutuhan hidup dan biaya kuliah. Usaha tersebut berbuah hasil dengan diraihnya gelar Bachelor of Science (B.Sc) pada 2003.

Sekembalinya ke Indonesia, nama Noe melambung bersama Letto melalui lagu-lagu populer seperti "Ruang Rindu" dan "Sandaran Hati".

Selain bermusik, Noe juga aktif di dunia kreatif dan teknologi. Dia mendirikan Pic[k]Lock Productions, rumah produksi yang memproduksi film-film berkualitas seperti Minggu Pagi di Victoria Park (2010), RAYYA, Cahaya Di Atas Cahaya (2012), dan Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015).

Bukan hanya itu, Noe juga kerap menjadi pembicara dalam diskusi seputar teknologi, kedaulatan data, hingga filsafat kehidupan. Kini, Noe dipercaya mengemban peran baru sebagai Tenaga Ahli DPN yang memadukan latar akademik, pengalaman kreatif, dan perspektif sosial-budaya.

Rekam Jejak Frank Hutapea

Frank Hutapea [YouTube Melaney Ricardo]
Frank Hutapea [YouTube Melaney Ricardo]

Sementara itu, Frank Alexander Hutapea dikenal sebagai putra sulung pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Meski memiliki nama besar keluarga, Frank membangun kariernya secara profesional di bidang hukum.

Baca Juga: Sindir soal Korupsi hingga Moral, Kritik Telak Putra Cak Nun usai Bahlil Bilang Jangan Kufur Nikmat

Frank menempuh pendidikan hukum di University of Kent, London, dengan fokus pada Banking, Corporate, Finance, and Security Law, dan meraih gelar LLB pada 2012. Dia juga menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas 17 Agustus 1945 pada 2013.

Usai menyelesaikan pendidikan, Frank bergabung dengan Hotman Paris & Partners dan kini menjabat sebagai partner di firma hukum tersebut. Selama berkarier, dia banyak menangani perkara litigasi komersial, keuangan, pertambangan, pidana, hingga kepailitan dan restrukturisasi.

Pada 4 Januari 2025, Frank resmi menikah dengan Winona Delany Tandra. Menariknya, meski ayahnya identik dengan gaya hidup mewah, Frank dikenal memiliki gaya hidup sederhana dan lebih menonjolkan profesionalitas di bidang hukum. Kini, Frank dipercaya sebagai Tenaga Ahli Madya DPN, membawa pengalaman praktik hukum ke ranah kebijakan strategis negara.

Peran Tenaga Ahli di Lingkungan DPN

Noe Letto saat dilantik sebagai  Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional [Instagram/@sjafrie.sjamsoeddin]
Noe Letto saat dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional [Instagram/@sjafrie.sjamsoeddin]

Sebagai tenaga ahli, Noe Letto dan Frank Hutapea memiliki tugas memberikan masukan, analisis, serta rekomendasi strategis sesuai bidang keahlian masing-masing. Kepala Biro Humas Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa kontribusi Noe Letto difokuskan pada pemikiran strategis lintas bidang.

"Kontribusi yang bersangkutan diarahkan pada pemikiran strategis lintas disiplin, termasuk perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis, untuk memperkaya kajian Dewan Pertahanan Nasional," ujar Rico.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI