-
Durian Musang King memiliki daging tebal, biji kecil, dan rasa manis-pahit.
-
Harga mahal dipicu oleh perawatan pohon yang sulit dan biaya impor.
-
Varietas D-197 asal Malaysia ini sangat populer di pasar global sejak 2010.
Suara.com - Di tengah musim durian seperti sekarang, durian Musang King mungkin cukup jadi buruan untuk sejumlah pecinta durian.
Durian asal Malaysia ini selalu berhasil menggoda selera meski harganya seringkali tidak masuk akal.
Jika durian lokal seperti Montong atau Petruk bisa didapatkan dengan harga yang relatif terjangkau, Musang King justru dibanderol dengan harga fantastis.
Di pasaran Indonesia, harga durian Musang King bisa mencapai Rp450 ribu hingga Rp500 ribu per kilogram. Tak jarang, durian ini bisa menembus harga jutaan rupiah untuk kualitas yang super.
Lantas, apa sih yang membuat durian Musang King begitu mahal dan isimewa?
1. Kualitas Rasa Premium yang Sulit Ditandingi

Alasan utama durian Musang King ini harganya sangat mahal, karena rasanya.
Musang King yang bisa disebut rajanya durian ini menawarkan sensasi makan durian yang berbeda.
Daging buahnya sangat tebal, berwarna kuning keemasan, teksturnya sangat lembut dan creamy layaknya krim segar.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Ukuran Ban Honda Vario 125 dan Cara Memilihya, Sesuai Standar dan Aman
Berbeda dengan durian lain, Musang King memiliki perpaduan rasa manis legit dengan sentuhan sedikit pahit di akhir.
Aromanya pun sangat khas, seperti kombinasi antara vanila, karamel, hingga nangka.
Ditambah lagi, bijinya yang sangat kecil membuat penikmat durian sangat puas memakan dagingnya yang montok.
2. Perawatan Pohon yang Rewel dan Ekstra
Pohon durian Musang King juga lebih rewel dibandingkan pohon durian lainnya, karena membutuhkan kondisi tanah yang gembur dan lembap.
Di Indonesia, kebun Musang King baru bisa ditemukan di beberapa titik seperti Klaten dan Lumajang.
Tak hanya soal tanah, pohon Musang King juga dikenal rentan terkena penyakit kanker batang yang menyebabkan daun rontok dan batang mengering.
Perawatan intensif inilah yang membuat biaya produksi membengkak, yang ujung-ujungnya berimbas pada harga jual buahnya.
3. Popularitas Global
Melansir Durian Delivery SG, nama asli varietas ini adalah 'Mao Shan Wang' yang berarti Raja Kucing.
Nama ini diambil dari lokasi asalnya di Malaysia yang dekat dengan gunung tempat tinggal banyak musang.
Dikenalkan pertama kali pada tahun 1990 dan resmi terdaftar di Kementerian Pertanian Malaysia dengan kode D-197, popularitasnya meledak pada tahun 2010.
Saat itu, pengusaha China mulai mempromosikannya secara besar-besaran, membuat permintaan dunia, termasuk Indonesia terhadap durian Musang King meningkat tajam hingga sekarang.
4. Ketersediaannya Terbatas
Meski peminatnya di Indonesia membeludak, pasokan Musang King masih sangat terbatas.
Sebagian besar stok yang ada di supermarket atau toko buah premium masih harus diimpor dari Malaysia.
Biaya logistik, pajak impor, ditambah ketersediaan barang yang tidak sebanyak durian lokal, otomatis membuat harganya melambung tinggi.
Dalam dunia ekonomi, semakin langka sebuah barang sementara peminatnya banyak, maka harganya akan semakin tinggi.
5. Proses Panen yang Sangat Hati-hati
Kualitas Musang King sangat dijaga mulai dari bibit hingga proses pemetikan.
Agar tekstur daging tetap kenyal dan tidak rusak, proses panen harus dilakukan dengan sangat hati-hati oleh tenaga ahli.
Semua tenaga ekstra ini tercermin dalam harga setiap kilogramnya yang kita bayar.