Lebih dari Sekadar Sejarah: Mengintip Kisah Hidup Komunitas Tionghoa di Galeri Pantjoran PIK

Dinda Rachmawati

Minggu, 25 Januari 2026 | 07:21 WIB
Lebih dari Sekadar Sejarah: Mengintip Kisah Hidup Komunitas Tionghoa di Galeri Pantjoran PIK
Lebih dari Sekadar Sejarah: Mengintip Kisah Hidup Komunitas Tionghoa di Galeri Pantjoran PIK (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Galeri Budaya Tionghoa Indonesia (GBTI) di Pantjoran PIK hadir untuk menelusuri akulturasi budaya Tionghoa dalam sejarah pembentukan Indonesia.
  • Galeri ini menyajikan sejarah melalui tiga zona: Kedatangan, Kesaksian, dan Keakraban, fokus pada pengalaman sosial lintas generasi.
  • GBTI berfungsi sebagai sarana edukasi inklusif dan ruang dialog, dilengkapi pameran bergilir seperti pameran perdana bertema keberagaman identitas.

Suara.com - Budaya Tionghoa telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari mozaik Indonesia. Jejaknya hadir dalam bahasa sehari-hari, ragam kuliner, seni, hingga nilai-nilai yang berbaur dengan tradisi lokal dan tumbuh menjadi identitas bersama. 

Di tengah dinamika sejarah yang panjang, penuh perjumpaan, penyesuaian, sekaligus tantangan, budaya Tionghoa di Indonesia terus hidup sebagai pengalaman sosial yang berkembang lintas generasi. 

Semangat inilah yang kini dihadirkan secara lebih dekat melalui kehadiran Galeri Budaya Tionghoa Indonesia (GBTI) di kawasan Pantjoran PIK.

GBTI membuka ruang bagi publik untuk menelusuri perjalanan komunitas Tionghoa di Nusantara, bukan semata sebagai catatan masa lalu, melainkan sebagai kisah hidup yang membentuk Indonesia hari ini. 

Galeri ini tidak menempatkan sejarah dalam bingkai kronologis yang kaku, tetapi mengajak pengunjung memahami proses akulturasi sebagai sesuatu yang dinamis, tercipta dari interaksi, dialog, dan keseharian. 

Lebih dari Sekadar Sejarah: Mengintip Kisah Hidup Komunitas Tionghoa di Galeri Pantjoran PIK (Dok. Istimewa)
Lebih dari Sekadar Sejarah: Mengintip Kisah Hidup Komunitas Tionghoa di Galeri Pantjoran PIK (Dok. Istimewa)

Dari seni, bahasa, hingga cara hidup, berbagai elemen budaya yang kini terasa akrab ditampilkan sebagai hasil perjumpaan panjang antara tradisi Tionghoa dan budaya lokal.

Dalam narasinya, GBTI juga tidak menutup mata pada sisi sejarah yang penuh dinamika. Pertanyaan tentang identitas, pengalaman pembatasan ekspresi budaya, hingga proses penerimaan sosial menjadi bagian dari kisah yang dihadirkan. 

Namun justru dari pengalaman tersebut, tumbuh ketahanan dan kontribusi nyata komunitas Tionghoa yang terus memberi warna bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya Indonesia. 

Galeri ini memosisikan sejarah sebagai ruang refleksi bersama untuk memahami masa lalu, sekaligus merayakan keberagaman yang membentuk kebersamaan hari ini.

baca juga

Secara kuratorial, pengalaman pengunjung dirangkai melalui tiga zona utama. Ruang Kedatangan mengisahkan awal mula perjalanan komunitas Tionghoa ke Nusantara.

Sementara Ruang Kesaksian merekam pengalaman personal dan dinamika identitas yang dialami lintas generasi, serta Ruang Keakraban menghadirkan kisah kebersamaan yang terbangun dalam kehidupan sehari-hari. 

Narasi tersebut disusun dari berbagai latar belakang, mulai dari pedagang, perajin, hingga tokoh publik, menegaskan bahwa sejarah adalah hasil pengalaman kolektif masyarakat, bukan hanya deretan peristiwa besar.

Natalia Kusumo, CEO Amantara dari Agung Sedayu Group, menyampaikan bahwa GBTI dirancang sebagai sarana edukasi yang inklusif dan relevan bagi masyarakat luas. 

“Galeri ini mengajak pengunjung memahami tradisi dan melihat bagaimana akulturasi budaya membentuk identitas bangsa kita, sekaligus menjadi ruang komunitas yang terus bertumbuh,” ujarnya. 

Pernyataan ini menegaskan visi GBTI sebagai ruang dialog, tempat budaya dipahami melalui empati dan keterbukaan.

Selain pameran permanen, GBTI juga menghadirkan Temporary Exhibition Area dengan pameran bergilir setiap enam bulan. 

Pameran perdana bertajuk “≠ / Tidak Sama Dengan” mengangkat tema keberagaman identitas melalui karya seniman ternama dan kontemporer, dengan pendekatan kolaboratif dan perspektif kekinian. 

Kehadiran ruang ini memperkuat posisi galeri sebagai wadah yang hidup, responsif terhadap isu sosial, dan terbuka pada interpretasi baru.

Sejalan dengan kampanye PIK Berbudaya yang digulirkan sejak 2025, GBTI melengkapi wajah Pantjoran PIK sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan pengalaman kuliner, tetapi juga ruang edukasi dan pemahaman budaya. 

Melalui perpaduan sejarah, seni, dan kreativitas kontemporer, galeri ini menjadi ajakan untuk melihat keberagaman bukan sebagai perbedaan yang memisahkan, melainkan sebagai kekayaan yang membentuk Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menekraf Resmikan GBTI, Museum Akulturasi Menyusuri Perjalanan Panjang Tionghoa di Indonesia

Menekraf Resmikan GBTI, Museum Akulturasi Menyusuri Perjalanan Panjang Tionghoa di Indonesia

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:35 WIB

3 Rekomendasi Novel China Menelusuri Makna Keberuntungan yang Tak Terduga

3 Rekomendasi Novel China Menelusuri Makna Keberuntungan yang Tak Terduga

Your Say | Rabu, 23 Juli 2025 | 16:20 WIB

Ulasan Buku Anak-Anak Kota Lama: Potret Sosial dalam Latar Budaya yang Beragam

Ulasan Buku Anak-Anak Kota Lama: Potret Sosial dalam Latar Budaya yang Beragam

Your Say | Selasa, 22 Juli 2025 | 19:32 WIB

Terkini

Siapa Amanda Rigby? Ini Profil Calon Istri Andre Taulany yang Disorot

Siapa Amanda Rigby? Ini Profil Calon Istri Andre Taulany yang Disorot

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:38 WIB

Pelatih Rayo Vallecano Tegaskan Emil Audero Belum Aman, Dani Cardenas Bisa Rebut Posisi Utama

Pelatih Rayo Vallecano Tegaskan Emil Audero Belum Aman, Dani Cardenas Bisa Rebut Posisi Utama

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 07:37 WIB

Bos BI Akui Cadangan Devisa RI Bakal Terus Meningkat , Bisa Tembus Rp2.606 Triliun

Bos BI Akui Cadangan Devisa RI Bakal Terus Meningkat , Bisa Tembus Rp2.606 Triliun

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:37 WIB

Detik-detik Eks Menkeu Purbaya Dicopot dan Kronologi Reshuffle Kilat Bendahara Negara

Detik-detik Eks Menkeu Purbaya Dicopot dan Kronologi Reshuffle Kilat Bendahara Negara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:35 WIB

Jangan Takut! Ini Arti Mimpi Melihat Ular Menurut Psikologi, Primbon Jawa, dan Islam

Jangan Takut! Ini Arti Mimpi Melihat Ular Menurut Psikologi, Primbon Jawa, dan Islam

News | Selasa, 15 September 2026 | 07:35 WIB

Kisah Pilu Sopir dan Kernet Asal Mojokerto yang Terpisah saat KM Virgo Transport 8 Mulai Tenggelam

Kisah Pilu Sopir dan Kernet Asal Mojokerto yang Terpisah saat KM Virgo Transport 8 Mulai Tenggelam

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 07:34 WIB

Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya

Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya

Surakarta | Selasa, 15 September 2026 | 07:31 WIB

Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya

Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:30 WIB

5 Zodiak yang Paling Berambisi dalam Mencapai Target Karier, Berjiwa Kompetitif dan Banyak Akal

5 Zodiak yang Paling Berambisi dalam Mencapai Target Karier, Berjiwa Kompetitif dan Banyak Akal

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 07:30 WIB

Ada Pesan Tersembunyi? Eks Menkeu Purbaya Posting Video Jedag Jedug dengan Lagu Ini: Udah Siap Belum

Ada Pesan Tersembunyi? Eks Menkeu Purbaya Posting Video Jedag Jedug dengan Lagu Ini: Udah Siap Belum

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:24 WIB

×