Suara.com - Menjelang bulan suci Ramadan, banyak umat Islam menyempatkan diri untuk berziarah kubur.
Tradisi ini sudah mengakar di tengah masyarakat, mulai dari membersihkan makam hingga memanjatkan doa untuk keluarga yang telah wafat.
Namun, ternyata kebiasaan ini bukan sekadar adat turun-temurun, melainkan bagian dari tuntunan Islam yang diajarkan Rasulullah SAW.
Dengan membaca doa dan salam ziarah kubur sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW, para Muslim diajak untuk mendoakan para pendahulu serta menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.
Berikut penjelasan lengkap terkait makna ziarah kubur menurut tuntunan Rasulullah SAW, lengkap dengan doa dan salam yang dianjurkan.
Mengapa Ziarah Kubur Biasa Dilakukan Sebelum Ramadan?
Di berbagai daerah, ziarah kubur sebelum puasa biasanya dilakukan pada akhir bulan Sya’ban atau menjelang awal Ramadan.
Pada waktu ini, masyarakat berbondong-bondong mendatangi makam keluarga. Mereka membersihkan area kuburan, merapikan tanah, menyiram dengan air, lalu memanjatkan doa.
Ada beberapa alasan mengapa ziarah kubur menjadi kebiasaan menjelang Ramadan. Pertama, ziarah mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.
Ketika melihat deretan makam, seseorang akan tersadar bahwa setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah SWT.
Baca Juga: Berapa Kg Beras untuk Bayar Fidyah Puasa 30 Hari? Ini Bacaan Niat dan Panduan Lengkapnya
Kesadaran ini membuat hati lebih siap untuk menjalani ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.
Kedua, ziarah kubur juga mempererat hubungan keluarga. Banyak orang yang jarang bertemu akhirnya bisa berkumpul dalam satu momen.
Selain itu, kegiatan membersihkan makam turut membantu menjaga kebersihan lingkungan pemakaman.
Oleh karena itulah, ziarah kubur tidak hanya bernilai ibadah secara pribadi, tetapi juga memiliki manfaat sosial.
Ziarah Kubur Menurut Tuntunan Rasulullah SAW
Pada awal masa Islam, Rasulullah SAW sempat melarang umatnya menziarahi kuburan. Hal ini dilakukan karena saat itu masih banyak praktik jahiliah di sekitar makam, seperti meminta kepada penghuni kubur atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan tauhid.
Namun setelah keimanan kaum Muslimin semakin kuat, Rasulullah SAW mencabut larangan itu dan justru menganjurkan ziarah kubur.
Rasulullah SAW juga mencontohkan secara langsung doa dan salam ziarah kubur. Ketika mendatangi pemakaman Baqi’ di Madinah, beliau mengawali dengan mengucapkan salam kepada para penghuni kubur, lalu memanjatkan doa agar Allah SWT mengampuni mereka.
Salah satu bacaan salam yang diajarkan Rasulullah adalah sebagai berikut:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
Assalamu‘alaikum dara qaumin mu’minin, wa inna insya Allahu bikum lahiqun.
Artinya:
"Semoga keselamatan tercurah kepada kalian wahai penghuni kubur dari kaum Mukmin. Sesungguhnya kami, insyaallah, akan menyusul kalian."
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga mengajarkan bacaan yang lebih lengkap ketika berziarah, sebagaimana beliau sampaikan kepada Siti Aisyah RA:
السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
Assalamu ‘ala ahlid diyari minal mu’minina wal muslimin, yarhamullahu mustaqdimina minkum wa minna wal musta’khirin, wa inna insya Allahu bikum lahiqun.
Artinya:
“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian wahai para penghuni kubur dari kalangan Mukmin dan Muslim. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah lebih dahulu meninggal dan juga yang akan menyusul, baik dari kalian maupun dari kami. Sesungguhnya kami, insyaallah, akan menyusul kalian.”
Setelah mengucapkan salam tersebut, Rasulullah SAW melanjutkan dengan doa memohon ampunan bagi para ahli kubur.
Doa ini dapat disesuaikan dengan memohon rahmat dan ampunan Allah SWT untuk orang-orang yang diziarahi.
Dari tuntunan ini terlihat jelas bahwa inti ziarah kubur menurut ajaran Nabi adalah memberi salam, mendoakan kebaikan bagi yang telah wafat, serta menghadirkan kesadaran bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah.
Adab Ziarah Kubur yang Perlu Diperhatikan
Agar ziarah kubur membawa manfaat, ada beberapa adab yang sebaiknya dijaga, antara lain:
1. Mengucapkan salam dan mendoakan ahli kubur
Saat tiba di makam, awali dengan salam kepada para penghuni kubur, lalu panjatkan doa memohon ampunan dan rahmat Allah SWT untuk mereka. Inilah inti dari doa dan salam ziarah kubur sesuai ajaran Nabi.
2. Menjaga sikap dan perkataan
Bersikaplah tenang, sopan, dan penuh hormat selama berada di area pemakaman. Hindari bercanda berlebihan, berkata kasar, atau melakukan hal-hal yang tidak pantas.
3. Tidak meratap atau menangis berlebihan
Menangis karena terharu diperbolehkan, tetapi Islam melarang ratapan keras atau ungkapan yang menunjukkan ketidakridhaan terhadap takdir Allah.
4. Menghindari perbuatan yang tidak diajarkan Islam
Jangan meminta kepada penghuni kubur, mengusap nisan untuk mencari berkah, atau melakukan ritual yang dapat mengarah pada syirik. Ziarah bertujuan untuk mendoakan, bukan memohon hajat kepada yang telah wafat.
5. Menjadikan ziarah sebagai momen muhasabah diri
Hadirkan kesadaran bahwa kita pun suatu hari akan menyusul. Dengan begitu, ziarah kubur menjadi sarana memperbaiki diri dan menyiapkan hati menyambut bulan suci.
Demikianlah penjelasan terkait doa dan salam ziarah kubur sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas