5 Alasan Kenapa Disebut Es Gabus, Jajanan Milenial Mirip Spons yang Terancam Punah

Farah Nabilla

Rabu, 28 Januari 2026 | 14:20 WIB
5 Alasan Kenapa Disebut Es Gabus, Jajanan Milenial Mirip Spons yang Terancam Punah
Ilustrasi es gabus (Dibuat dengan Gemini AI)
baca 10 detik
  • Viral kasus es gabus di Kemayoran Jakarta Pusat menuduh bahan baku spons, namun aslinya terbuat dari hunkwe atau sagu.
  • Tekstur berpori es gabus timbul alami dari proses pemasakan adonan tepung dan santan, bukan karena bahan berbahaya.
  • Tuduhan awal berasal dari laporan warga dan kecurigaan visual, kemudian terbukti aman setelah dilakukan uji ilmiah lanjutan.

Bagi generasi milenial, es gabus bukan makanan asing. Jajanan ini identik dengan masa kecil, cuaca panas, dan penjual keliling di depan sekolah atau kampung. Dulu, es gabus dimakan tanpa rasa curiga hanya dianggap sebagai camilan manis penyegar.

Hingga kini, belum ada catatan resmi yang menyebutkan secara pasti dari daerah mana es gabus berasal. Meski begitu, jajanan ini mulai dikenal dan digemari masyarakat pada rentang tahun 1980 hingga 1990-an, bersamaan dengan populernya aneka es rumahan seperti es mambo, es lilin, dan es potong.

Di era tersebut, es gabus menjadi salah satu jajanan favorit anak-anak sekolah. Rasanya yang manis dan gurih, tampilannya yang berwarna-warni, serta harganya yang ramah di kantong membuatnya mudah diterima. Satu potong es gabus biasanya dijual dengan kisaran harga Rp1.000 hingga Rp3.000.

Dalam jurnal berjudul “Peningkatan Performa UMKM Es Gabus ’90an Melalui Pendampingan Sertifikasi Halal” disebutkan bahwa es gabus tradisional dibuat dari tepung hunkwe, yang dicampur dengan santan dan gula sebagai bahan utama.

Keterangan serupa juga tertuang dalam sejumlah proposal kewirausahaan es gabus, yang menyebut jajanan ini relatif aman dan sederhana karena tidak menggunakan bahan pengawet. Penyajiannya pun dilakukan dalam kondisi beku, sehingga cocok sebagai camilan penyegar.

Ironisnya, di era media sosial, jajanan yang dulu dianggap biasa justru diperlakukan seperti temuan mencurigakan.

5. Jajanan Jadul Makin Langka, Penjualnya Jangan Diintimidasi

Es gabus kini tidak lagi mudah dijumpai. Penjualnya kebanyakan pedagang kecil yang mempertahankan resep lama dan bergantung pada pembeli setia.

Karena itu, kesalahpahaman yang berujung intimidasi justru berisiko menghilangkan satu lagi kuliner tradisional dari ruang publik. Alih-alih mencurigai, jajanan jadul semestinya dilindungi dan diluruskan informasinya. Atau bisa dibantu agar pedagang bisa memproduksinya secara lebih layak dan higienis.

baca juga

Yang penting, jangan terlalu banyak mengonsumsinya. Selain karena setiap produsen punya komposisi berbeda, juga karena semua yang berlebihan itu tidak baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Suderajat, 30 Tahun Jualan Es Gabus Hancur Dituduh Dagang Makanan Berbahan Spons

Kronologi Suderajat, 30 Tahun Jualan Es Gabus Hancur Dituduh Dagang Makanan Berbahan Spons

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 13:28 WIB

Asal-usul Es Gabus, Jajanan Jadul yang Viral Dikira Terbuat dari Spons

Asal-usul Es Gabus, Jajanan Jadul yang Viral Dikira Terbuat dari Spons

Lifestyle | Rabu, 28 Januari 2026 | 13:16 WIB

Buntut Panjang Pedagang Es Gabus Viral: Propam Turun Tangan Periksa Polisi yang Gegabah

Buntut Panjang Pedagang Es Gabus Viral: Propam Turun Tangan Periksa Polisi yang Gegabah

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 13:15 WIB

Video Pedagang Es Gabus Dihakimi di Jalanan Bikin Geram, Ini 7 Faktanya

Video Pedagang Es Gabus Dihakimi di Jalanan Bikin Geram, Ini 7 Faktanya

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 12:18 WIB

Es Gabus Terbuat dari Apa? Bukan dari Spons, Ternyata Ini Bahan Utamanya

Es Gabus Terbuat dari Apa? Bukan dari Spons, Ternyata Ini Bahan Utamanya

Lifestyle | Rabu, 28 Januari 2026 | 11:14 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:39 WIB

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

×