Mengalami Peningkatan, Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Nipah

Yasinta Rahmawati

Kamis, 29 Januari 2026 | 07:17 WIB
Mengalami Peningkatan, Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Nipah
Ilustrasi Cara Melindungi Diri dari Virus Nipah (Freepik)

Suara.com - Temuan kasus virus Nipah (NiV) mengalami peningkatan di negara bagian Benggala Barat, India Timur.

Hal ini membuat sejumlah negara lain turut waspada. Bahkan, beberapa negara di kawasan Asia termasuk Indonesia, memperketat pengawasan kesehatan terhadap warganya. 

Sebagai salah satu penyakit zoonosis yang paling mematikan, merebaknya virus Nipah tentu memicu kekhawatiran warga dunia akan terjadinya peningkatan wabah yang lebih luas.

Berdasarkan laporan, virus ini mempunyai tingkat kematian sampai 75% dan hingga saat ini belum ada pengobatan yang memadai.

Sebagai salah satu upaya pencegahan diri, mari simak baik-baik ulasan seputar pengertian virus Nipah, penyebab, faktor risiko penularan, ciri-ciri hingga cara perlindungan diri.

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah merupakan infeksi virus yang sangat berbahaya hingga dapat menyebabkan radang otak.

Virus Nipah termasuk dalam genus Henipavirus, termasuk kelompok virus Langya dan virus Hendra, yang menyerang hewan dan dapat menular ke manusia. Hewan pembawa virus ini adalah kelelawar buah yang berasal dari famili Pteropodidae.

Berdasarkan laporan, wabah virus Nipah pertama kali ditemukan di peternakan babi di desa dekat sungai Nipah, Malaysia pada tahun 1999 dan menyebar sampai ke Singapura. Itulah mengapa virus ini akhirnya populer dengan sebutan Nipah.

Diketahui, merebaknya virus Nipah terjadi akibat adanya penebangan hutan secara besar-besaran yang mengakibatkan ratusan hingga jutaan kelelawar berpindah mendekati area peternakan warga.

Perpindahan habitat kelelawar ini kemudian menularkan virus Nipah ke babi lalu ke manusia.

Penyebab dan Faktor Risiko Penularan Virus Nipah

Virus Nipah sendiri termasuk infeksi zoonosis, yang berarti dapat menular dari hewan ke manusia.

Tidak hanya babi, beberapa hewan peternakan atau peliharaan lainnya, seperti kambing, sapi, kuda, anjing, atau bahkan kucing, juga dapat tertular dan akhirnya menularkan virus Nipah ke manusia.

Adapun penularan virus Nipah ke manusia terjadi apabila seseorang mengonsumsi hewan ternak yang sebelumnya telah terinfeksi atau terpapar cairan tubuh, seperti darah dan kotoran dari hewan yang juga terinfeksi.

Sementara itu, penularan antarmanusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, seperti droplet, darah, dan urine.

Berikut ini adalah orang-orang yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi tertular virus Nipah:

1. Orang yang mengonsumsi makanan seperti daging, buah yang terkontaminasi virus Nipah, nira mentah dan belum difermentasi.

2. Orang yang memiliki riwayat bepergian ke tempat yang sedang mewabah virus Nipah

3. Orang yang telah terpapar cairan tubuh dari hewan ataupun orang yang terinfeksi, termasuk liur yang dikeluarkan ketika batuk atau bersin, darah, kotoran atau urine.

4. Orang yang melakukan kontak fisik dengan hewan atau orang yang terinfeksi virus Nipah.

5. Pemanjat pohon yang menjadi tempat kelelawar buah tinggal, misalnya pohon nira, juga diketahui berisiko tertular virus Nipah.

Ciri-ciri Virus Nipah

Dikutip dari laman resmi Badan Keamanan Kesehatan Inggris, berikut ini adalah ciri-ciri seseorang telah terinfeksi virus Nipah

1. Masa Inkubasi: 4–21 hari

Waktu sseorang terinfeksi sampai munculnya gejala umumnya terjadi antara 4 hingga 21 hari, namun di beberapa orang bisa lebih lama.

2. Gejala Awal Mirip Flu

Orang yang terinfeksi akan lebih sering mengalami demam mendadak, sakit tenggorokan, nyeri otot, lemas dan sakit kepala. Gejala tersebut membuat penderita awalnya tampak seperti sakit flu biasa.

3. Masalah Pernapasan

Joka virus Nipah mulai menyerang pernapasan, maka penderita bisa mengalami pneumonia atau kesulitan bernapas. Bahkan masalah pernapasan ini bisa terjadi sebelum virus menjangkit area pernapasan.

4. Ensefalitis atau Meningitis

Komplikasi serius menyebabkan radang otak (ensefalitis) atau selaput otak (meningitis).

Umumnya, gejala ini muncul 3–21 hari setelah penderita mengalami gejala awal, dan sangat berbahaya lantaran tingkat kematiannya tinggi. 

5. Gangguan Saraf Jangka Panjang

Bagi seseorang yang selamat dari virus Nipah, bisa saja mengalami masalah saraf permanen, seperti kejang terus-menerus, kesulitan bergerak, ataupun perubahan kepribadian.

7. Reaktivasi Virus (Jarang Terjadi)

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, Virus Nipah biss aktif kembali beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun usai infeksi awal, dan dapat menyebabkan penyakit baru.

Cara Melindungi Diri dari Virus Nipah

Karena belum ada vaksin atau pengobatan antivirus spesifik terhadap virus Nipah, pencegahan menjadi satu-satunya senjata utama.

Berikut ini langkah-langkah efektif untuk melindungi diri dari virus Nipah berdasarkan rekomendasi WHO, CDC, dan Kementerian Kesehatan RI:

1. Hindari kontak dengan reservoir utama

Jangan mendekati atau menangkap kelelawar buah, gua kelelawar, ataupun kotorannya. Hindari kontak langsung dengan babi atau hewan ternak yang sedang sakit di daerah endemik. Jangan kontak fisik dengan orang yang terkena virus Nipah.

2. Pastikan makanan aman sebelum dikonsumsi

Cuci dan kupas buah secara bersih sebelum dimakan. Hindari mengonsumsi buah bekas gigitan hewan atau yang jatuh dari pohon di area kelelawar hidup.

Jangan mengonsumsi air nira mentah (toddy) atau produk fermentasi yang dicurigai terpapar kelelawar. Masak daging hewan hingga matang sempurna.

3. Praktik hidup higienis dan perlindungan diri

Cuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir, terutama usai melakukan kontak dengan hewan atau area berisiko.

Jangan lupa pakai alat pelindung diri (masker, sarung tangan, APD) bagi petugas kesehatan atau orang yang sedang merawat pasien suspek. Terapkan etika batuk/bersin (tutup mulut menggunakan tisu atau siku) terutama di tempat umum.

4. Waspada saat bepergian

Hindari perjalanan ke wilayah yang sedang mengalami wabah virus Nipah (terutama West Bengal, India). Jika baru pulang dari wilayah berisiko dan langsung muncul gejala, maka segera lakukan isolasi diri dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Demikian tadi ulasan seputar cara melindungi diri dari virus Nipah. Tetap waspada dan jaga diri karena virus ini bisa menjangkit siapa saja.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Diminta Tiru Thailand Dalam Antisipasi Virus Nipah

Indonesia Diminta Tiru Thailand Dalam Antisipasi Virus Nipah

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:24 WIB

Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya

Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya

Health | Rabu, 28 Januari 2026 | 07:47 WIB

Apakah Virus Nipah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Medisnya

Apakah Virus Nipah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Medisnya

Lifestyle | Selasa, 27 Januari 2026 | 14:25 WIB

7 Gejala Virus Nipah: Demam, Sakit Kepala hingga Sakit Tenggorokan

7 Gejala Virus Nipah: Demam, Sakit Kepala hingga Sakit Tenggorokan

Health | Kamis, 21 September 2023 | 15:59 WIB

Terkini

Iming-iming 'Dimudahkan Rezekinya', Modus Guru Ngaji Pelaku Pencabulan di Sukabumi

Iming-iming 'Dimudahkan Rezekinya', Modus Guru Ngaji Pelaku Pencabulan di Sukabumi

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:14 WIB

4 Pilihan Sepatu Lari Lokal Lycan, Ada yang Dipakai Ganjar Pranowo

4 Pilihan Sepatu Lari Lokal Lycan, Ada yang Dipakai Ganjar Pranowo

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Farizon Gandeng 5 Mitra Strategis, Serahkan Unit SV di GIIAS 2026

Farizon Gandeng 5 Mitra Strategis, Serahkan Unit SV di GIIAS 2026

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Cegah Kebakaran Susulan, Gulkarmat Jaktim Masih Siagakan Personil di TPS Kramat Jati

Cegah Kebakaran Susulan, Gulkarmat Jaktim Masih Siagakan Personil di TPS Kramat Jati

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:04 WIB

Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh

Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:04 WIB

3 Parfum BOHE Unisex Paling Wangi dan Tahan Lama Sesuai Review Pembeli

3 Parfum BOHE Unisex Paling Wangi dan Tahan Lama Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Modus Curi Biskuit Berulang Terbongkar, Sales Makanan Diciduk di Pasar Nusukan

Modus Curi Biskuit Berulang Terbongkar, Sales Makanan Diciduk di Pasar Nusukan

Jawa Tengah | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:01 WIB

5 Sunscreen untuk Pori-pori Besar, Bantu Samarkan Tekstur Kulit dan Kontrol Minyak

5 Sunscreen untuk Pori-pori Besar, Bantu Samarkan Tekstur Kulit dan Kontrol Minyak

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:01 WIB

10 Link Download Logo HUT ke-81 RI Versi PNG, Lengkap dengan Cara Mengunduhnya

10 Link Download Logo HUT ke-81 RI Versi PNG, Lengkap dengan Cara Mengunduhnya

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Ekspor Mineral RI Sempat Mandek! Istana Kini Bergerak, Aturan Logam Tanah Jarang Segera Terbit

Ekspor Mineral RI Sempat Mandek! Istana Kini Bergerak, Aturan Logam Tanah Jarang Segera Terbit

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:59 WIB

×