-
Wanita haid tetap bisa meraih keberkahan Nisfu Syaban melalui berbagai amalan.
-
Amalan utama meliputi doa, zikir, istighfar, shalawat, hingga bersedekah kepada sesama.
-
Mendengarkan murottal Alquran dan menuntut ilmu menjadi alternatif ibadah saat haid.
Suara.com - Bagi seorang Muslimah, "tamu bulanan" atau haid yang datang saat momen istimewa seperti malam Nisfu Syaban tak jarang membuat dilema. Apalagi, wanita haid dilarang menunaikan ibadah wajib seperti salat dan berpuasa.
Malam Nisfu Syaban yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban dikenal sebagai malam penuh keberkahan dan ampunan, sehingga umat Islam berbondong-bondong untuk bertaubat dan memperbanyak ibadah.
Beberapa wanita merasa 'terputus' dari rahmat Allah karena tidak bisa melaksanakan salat sunnah, membaca Yasin sebanyak tiga kali, memegang mushaf Alquran maupun berpuasa Ayyamul Bidh karena haid di momen Nisfu Syaban.
Padahal, wanita haid tetap bisa melaksanakan ibadah dan amalan di malam Nisfu Syaban. Bahkan menahan diri dari larangan Allah merupakan bentuk ketaatan.
Berikut adalah rangkaian amalan dan doa yang bisa dilakukan wanita haid untuk tetap meraih keberkahan.
1. Melangitkan Doa
Berdoa adalah ibadah yang bebas dilakukan kapan saja dan dalam kondisi apa saja, kecuali di tempat najis. Malam Nisfu Syaban adalah malam dikabulkannya doa. Manfaatkan momen ini untuk meminta hal-hal besar seperti rezeki yang berkah, kesehatan, jodoh hingga akhir hidup husnul khotimah.
2. Memperbanyak Istighfar dan Taubat Nasuha
Wanita haid dianjurkan untuk mengisi waktu maghrib hingga isya (dan sepertiga malam) dengan beristighfar berulang kali. Membaca Istighfar merupakan ditujukan untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat khususnya setahun ke belakang, karena haid tidak menghalangi proses taubat seorang hamba.
3. Zikir Tanpa Putus
Zikir dimaknai sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah dengan mengingat keagungan-Nya. Isi waktu luang dengan membasahi lisan melalui Zikir. Kalimat Thayyibah seperti Subhanallah, Walhamdulillah, Wala ilaha illallah, Wallahu Akbar bisa dibaca sebanyak-banyaknya saat malam Nisfu Syaban.
4. Membaca Shalawat Nabi
Selain zikir, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga menjadi magnet rahmat yang luar biasa. Bacalah "Allahumma sholli ala Muhammad" sebanyak-banyaknya. Membaca shalawat dapat menenangkan hati, mempermudah terkabulnya doa, dan menjauhkan dari kefakiran dunia.
5. Sedekah dan Memberi Makan Orang Berpuasa
Jika tidak bisa berpuasa Nisfu Syaban keesokan harinya, raihlah pahalanya dengan cara lain seperti memberi makan orang yang berpuasa. Selain itu, bisa juga dengan sedekah kepada orang yang membutuhkan sebagai bentuk mendekatkan diri melalui harta kepada Allah di malam mulia.