- Mayoritas ulama membolehkan wanita haid melakukan ziarah kubur karena bukan ibadah yang mensyaratkan kesucian.
- Wanita haid tetap diperbolehkan berziarah tetapi dilarang membaca atau menyentuh mushaf Al-Qur'an saat di makam.
- Adab utama bagi peziarah haid adalah memperbanyak doa, istighfar, zikir, dan menjaga ketenangan di area pemakaman.
3. Membaca tahlil dan zikir
Zikir seperti tahlil, tasbih, dan tahmid tetap boleh dilakukan. Zikir ini menjadi alternatif ibadah yang aman bagi wanita haid dan tetap berpahala.
4. Membaca doa untuk mayit
Wanita haid diperbolehkan membaca doa ziarah kubur. Doa adalah inti dari ziarah, karena menjadi hadiah terbaik bagi orang yang telah meninggal.
5. Tidak membaca Al-Qur’an atau menyentuh mushaf
Wanita haid tidak diperkenankan membaca ayat Al-Qur’an secara langsung atau menyentuh mushaf. Jika ingin, kamu bisa membaca doa atau zikir tanpa ayat Al-Qur’an.
6. Menjaga sikap dan ketenangan
Hindari tertawa keras, berbincang berlebihan, atau berfoto di area makam. Ziarah kubur adalah momen refleksi, bukan sekadar rutinitas menjelang Ramadhan.
7. Tidak duduk atau menginjak kuburan
Baca Juga: 3 Menit Paham Tata Cara Hadorot Ziarah Kubur, Bekal Penting Nyekar Ramadan 1447 H
Islam melarang duduk atau menginjak kuburan sebagai bentuk penghormatan kepada jenazah. Larangan ini berlaku untuk semua peziarah, termasuk wanita haid.
8. Menjaga niat ziarah
Niatkan ziarah untuk mendoakan dan mengingat kematian, bukan sekadar mengikuti tradisi. Niat yang benar membuat ziarah tetap bernilai ibadah meski kamu sedang haid.