Bacaan Doa dan Salam Ketika Ziarah Kubur, Tradisi Menjelang Ramadan

Nur Khotimah Suara.Com
Rabu, 28 Januari 2026 | 10:05 WIB
Bacaan Doa dan Salam Ketika Ziarah Kubur, Tradisi Menjelang Ramadan
Ilustrasi Ziarah Kubur (Unsplash)

Suara.com - Menjelang bulan suci Ramadan, banyak umat Islam menyempatkan diri untuk berziarah kubur.

Tradisi ini sudah mengakar di tengah masyarakat, mulai dari membersihkan makam hingga memanjatkan doa untuk keluarga yang telah wafat.

Namun, ternyata kebiasaan ini bukan sekadar adat turun-temurun, melainkan bagian dari tuntunan Islam yang diajarkan Rasulullah SAW.

Dengan membaca doa dan salam ziarah kubur sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW, para Muslim diajak untuk mendoakan para pendahulu serta menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.

Berikut penjelasan lengkap terkait makna ziarah kubur menurut tuntunan Rasulullah SAW, lengkap dengan doa dan salam yang dianjurkan.

Mengapa Ziarah Kubur Biasa Dilakukan Sebelum Ramadan?

Ziarah Kubur di Hari Lebaran boleh atau tidak menurut ulama (Freepik)
Ilustrasi Ziarah Kubur. (Freepik)

Di berbagai daerah, ziarah kubur sebelum puasa biasanya dilakukan pada akhir bulan Sya’ban atau menjelang awal Ramadan.

Pada waktu ini, masyarakat berbondong-bondong mendatangi makam keluarga. Mereka membersihkan area kuburan, merapikan tanah, menyiram dengan air, lalu memanjatkan doa.

Ada beberapa alasan mengapa ziarah kubur menjadi kebiasaan menjelang Ramadan. Pertama, ziarah mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.

Ketika melihat deretan makam, seseorang akan tersadar bahwa setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah SWT.

Baca Juga: Berapa Kg Beras untuk Bayar Fidyah Puasa 30 Hari? Ini Bacaan Niat dan Panduan Lengkapnya

Kesadaran ini membuat hati lebih siap untuk menjalani ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.

Kedua, ziarah kubur juga mempererat hubungan keluarga. Banyak orang yang jarang bertemu akhirnya bisa berkumpul dalam satu momen.

Selain itu, kegiatan membersihkan makam turut membantu menjaga kebersihan lingkungan pemakaman.

Oleh karena itulah, ziarah kubur tidak hanya bernilai ibadah secara pribadi, tetapi juga memiliki manfaat sosial.

Ziarah Kubur Menurut Tuntunan Rasulullah SAW

Pada awal masa Islam, Rasulullah SAW sempat melarang umatnya menziarahi kuburan. Hal ini dilakukan karena saat itu masih banyak praktik jahiliah di sekitar makam, seperti meminta kepada penghuni kubur atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan tauhid.

Namun setelah keimanan kaum Muslimin semakin kuat, Rasulullah SAW mencabut larangan itu dan justru menganjurkan ziarah kubur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI