Apa Itu Nyadran Jelang Ramadan? Ini Sejarah dan Tata Cara Pelaksanaannya

Nur Khotimah

Rabu, 11 Februari 2026 | 06:35 WIB
Apa Itu Nyadran Jelang Ramadan? Ini Sejarah dan Tata Cara Pelaksanaannya
Sejumlah warga mengarak ingkung dan tumpeng dalam prosesi Upacara Nyadran Punggawa Raja menjelang bulan suci Ramadan di sepanjang Jalan Mataram, Kelurahan Suryatmajan, Kemantren Danurejan, Kota Jogja, Sabtu (18/3/2022). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Suara.com - Setiap kali mendekati pertengahan atau akhir dari bulan Syaban, kalau dalam sistem kalender Jawa dikenal sebagai Ruwah.

Kegiatan Nyadran mulai dilakukan sebagai wujud rasa syukur, penghormatan dan memupuk kebersamaan atau gotong-royong.

Nyadran merupakan sebuah tradisi turun-temurun yang masih dilestarikan oleh masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur.

Tradisi tersebut biasanya dilaksanakan setiap tahun mendekati bulan suci Ramadan, sebagai tanda penghormatan pada leluhur yang sudah lebih dulu berpulang ke Rahmatullah.

Asal Mula dan Makna Tradisi Nyadran

Prosesi tukar tenong dan makan bersama di Petilasan Girilangan, Gumelem, Susukan, Banjarnegara. [Suara.com/Citra Ningsih]
Prosesi tukar tenong dan makan bersama dalam Nyadran di Petilasan Girilangan, Gumelem, Susukan, Banjarnegara. [Suara.com/Citra Ningsih]

Berdasarkan penelusuran dari laman resmi Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, istilah "Nyadran" sebenarnya berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu "sraddha" yang mengandung makna keyakinan.

Awal mulanya tradisi tersebut terkait dengan animisme, namun seiring berjalannya waktu telah terjadi akulturasi dengan budaya Islam. Seiring dengan masuknya Islam ke Pulau Jawa melalui Wali Songo.

Dengan adanya akulturasi tersebut, nyadran telah mengalami transformasi sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan atas segala nikmat yang telah diberikan selama ini.

Perbedaan Nama Nyadran Pada Setiap Daerah

Masing-masing daerah mempunyai sebutan nyadran yang berbeda-beda. Menurut informasi, sebut saja orang Banyumas menyebutnya sebagai nyadran, sementara Temanggung dan Boyolali namanya Sadranan.

Sedangkan masyarakat Jawa Timur menyebutnya sebagai Manganan atau Sedekah Bumi dan masih banyak perbedaan nama lainya.

baca juga

Walaupun terdapat perbedaan nama untuk istilah nyadran, tetap memiliki makna sama, yaitu mendoakan arwah para leluhur dan menjaga kebersamaan maupun gotong royong antar warga serta keluarga.

Sejumlah warga mengarak ingkung dan tumpeng dalam prosesi Upacara Nyadran Punggawa Raja menjelang bulan suci Ramadan di sepanjang Jalan Mataram, Kelurahan Suryatmajan, Kemantren Danurejan, Kota Jogja, Sabtu (18/3/2022). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]
Sejumlah warga mengarak ingkung dan tumpeng dalam prosesi Upacara Nyadran Punggawa Raja menjelang bulan suci Ramadan di sepanjang Jalan Mataram, Kelurahan Suryatmajan, Kemantren Danurejan, Kota Jogja, Sabtu (18/3/2022). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Sejarah Singkat Nyadran

Melansir Informasi dari laman resmi kendalkab, tradisi tersebut sudah ada sejak zaman Hindu-Budha, sebelum Islam masuk ke Tanah Air.

Sedikit flashback ke belakang, pada tahun 1284, ada suatu tradisi yang mirip dengan nyadran. Tapi istilahnya berbeda yaitu Sradha.

Serupa tapi tidak sama, prosesnya berupa memberikan sesaji, setelah itu mendoakan arwah orang yang meninggal dunia.

Namun perlu digaris bawahi bahwa hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan atau memperingati kematian Raja.

Ketika zaman semakin berkembang, tradisi Sradha mulai ramai dilakukan banyak kalangan. Apalagi makin lama mendapat banyak pengaruh dari ajaran Islam.

Pujian yang umumnya dibacakan saat Sradha, mulai berganti dengan membaca ayat suci Al-Qur’an, dzikir, tahlil maupun doa.

Sehingga menjadi populer dengan istilh nyadran yang dilakukan saat hari ke-10 bulan Rajab atau masuk bulan Syaban.

Walaupun pelaksanaan antar daerah bisa berbeda-beda. Nyadran biasanya dilaksanakan pada bulan Ruwah (menurut kalender Jawa) yang bertujuan menyambut datangnya bulan Ramadan penuh berkah.

Tata Cara Nyadran

Melansir dari informasi yang sama pada paragraf sebelumnya, tradisi nyadran terdiri berbagai kegiatan. Pelaksanaannya tergantung wilayah maupun adat masyarakat setempat.

Namun, tata cara maupun prosesi secara umum sebagai berikut:

  • Bersik

Kegiatan yang dilakukan berupa membersihkan makam leluhur dari rerumputan maupun kotoran secara gotong royong.

  • Kirab

Umumnya berupa arak-arakan peserta nyadran menuju ke lokasi upacara adat yang telah ditentukan.

  • Ikrar

Aktivitas berisikan penyampaian maksud dari terlaksananya upacara Nyadran yang dilakukan Pemangku Adat.

  • Doa

Acaranya lebih mengarah pada pembacaan doa bersama yang dipimpin Pemangku Adat.

  • Tasyakuran

Kegiatan ini berupa pelaksanaan prosesi makan bersama yang bisa diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebagai wujud rasa syukur dan menjalin keakraban antar warga.

Pelestarian Budaya Sekaligus Nilai Sosial Masyarakat

Waktu semakin berlalu, nyadran bukan sekedar proses ritual keagamaan. Namun, terselip nilai-nilai budaya serta sosial dalam masyarakat.

Dengan adanya tradisi tersebut semakin mempererat tali persaudaraan dengan gotong royong dan kebersamaan.

Sebagai warisan turun-temurun, tradisi nyadran sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang tetap lestari dan mengakar, meskipun berada di era modern seperti sekarang.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Amalan Utama di Akhir Bulan Sya'ban, Sambut Ramadan dengan Hati yang Suci

5 Amalan Utama di Akhir Bulan Sya'ban, Sambut Ramadan dengan Hati yang Suci

Lifestyle | Selasa, 10 Februari 2026 | 07:14 WIB

BGN Paparkan Mekanisme Pelaksanaan MBG Selama Ramadan

BGN Paparkan Mekanisme Pelaksanaan MBG Selama Ramadan

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 06:45 WIB

Pemerintah Klaim Harga Pangan Masih Stabil Jelang Imlek dan Ramadan

Pemerintah Klaim Harga Pangan Masih Stabil Jelang Imlek dan Ramadan

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 19:48 WIB

Terkini

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:40 WIB

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 20:18 WIB

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:15 WIB

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:10 WIB

×