Inovasi Berbasis Data, Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin Peroleh Apresiasi dari Berbagai Kalangan

Yasinta Rahmawati

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:28 WIB
Inovasi Berbasis Data, Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin Peroleh Apresiasi dari Berbagai Kalangan
Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin. (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Tempat sampah AI Srikandi dari Nusabin mulai menjadi sorotan sebagai inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi dan data di Indonesia.
  • Sistem ini bekerja di hulu dengan otomatis memilah sampah anorganik berdasarkan jenis material dan merekam data secara waktu nyata.
  • Validasi sistem dilakukan lintas sektor selama 2025, termasuk dalam festival dan summit di Jakarta dan Bandung.

Suara.com - Transformasi pengelolaan sampah di Indonesia mulai menunjukkan arah baru.

Jika selama ini persoalan sampah identik dengan pendekatan manual, kampanye perubahan perilaku, dan sistem yang belum terintegrasi, kini inovasi berbasis teknologi dan data mulai memperoleh perhatian.

Dalam konteks tersebut, tempat sampah AI Srikandi yang dikembangkan Nusabin mulai dipandang sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah modern.

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, tempat sampah AI Srikandi memperoleh apresiasi dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, komunitas teknik, hingga pelaku industri dan masyarakat umum.

Pengakuan tersebut tidak hanya muncul dalam bentuk seremoni, tetapi juga melalui interaksi langsung para pemangku kepentingan yang mencoba sistem ini dalam kondisi nyata.

Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin. (Dok. Istimewa)
Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin. (Dok. Istimewa)

Bekerja di Hulu Pengelolaan Sampah

Berbeda dari pendekatan konvensional yang mengandalkan pemilahan manual, tempat sampah AI Srikandi dirancang untuk beroperasi langsung di titik awal pembuangan.

Sistem ini mampu mengenali dan mengklasifikasikan sampah anorganik berdasarkan jenis material dan merek secara otomatis.

Setelah proses pengenalan, sampah dipilah sesuai kategorinya, sementara seluruh data terekam dan dianalisis secara waktu nyata melalui dashboard terintegrasi.

baca juga

Pendekatan ini menempatkan teknologi sebagai penggerak utama sistem, sementara peran pengguna disederhanakan.

Bagi Nusabin, model tersebut diposisikan bukan sekadar sebagai perangkat pintar, melainkan sebagai sistem pengelolaan sampah berbasis data yang dapat dimanfaatkan oleh pengelola kawasan, institusi pendidikan, dan ruang komersial untuk memahami pola timbulan sampah secara lebih presisi.

Pengembangan tempat sampah AI Srikandi diarahkan pada prinsip kemudahan di sumber pembuangan. Dengan menyederhanakan interaksi pengguna, partisipasi dinilai dapat meningkat tanpa ketergantungan pada pengawasan dan instruksi berulang.

Tantangan terbesar pengelolaan sampah tidak hanya dipandang berada pada aspek teknis, tetapi juga pada konsistensi perilaku dalam jangka panjang.

Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin. (Dok. Istimewa)
Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin. (Dok. Istimewa)

Validasi Lintas Sektor

Perjalanan publik Srikandi sepanjang 2025 memperlihatkan peningkatan pengakuan lintas sektor. Pada Agustus 2025, Nusabin berpartisipasi dalam Pondok Indah EcoLiving Festival (PIEL Fest) 2025 yang turut dihadiri Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, S.Si., M.A.P.

Kehadiran tersebut menjadi salah satu penanda awal bahwa solusi pengelolaan sampah berbasis sistem mulai diperhitungkan dalam konteks lingkungan perkotaan.

Pengembangan berikutnya ditampilkan dalam Bandung Sustainability Summit 2025 di Institut Teknologi Bandung.

Forum ini dihadiri Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan, S.E., serta Rektor ITB saat itu, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.

Dalam forum tersebut, tempat sampah AI Srikandi dibahas sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah yang mengedepankan integrasi teknologi dan data.

Pengujian di Lingkungan Pendidikan

Validasi operasional dilakukan melalui inisiatif #MadrasahMulaiMemilah di MAN Insan Cendekia Serpong pada Desember 2025.

Lingkungan pendidikan dipilih karena memiliki ratusan pengguna aktif setiap hari dengan dinamika perilaku yang beragam.

Penerapan sistem di lingkungan tersebut dinilai selaras dengan visi pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan nilai keimanan.

Teknologi diposisikan sebagai media pembelajaran praktis yang mendorong pembentukan karakter dan tanggung jawab terhadap lingkungan melalui aktivitas sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, sistem menunjukkan konsistensi dalam mengenali dan memilah sampah secara otomatis tanpa memerlukan intervensi manual yang kompleks.

Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin. (Dok. Istimewa)
Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin. (Dok. Istimewa)

Menuju Implementasi Lebih Luas

Momentum penting terjadi pada 17 Desember 2025 dalam peluncuran Rumah Pemulihan Material Waste4Change di Jatiwaringin.

Dalam kesempatan tersebut, kemudahan dan kecepatan penggunaan tempat sampah AI Srikandi memperoleh tanggapan positif karena sistem dapat beroperasi secara sederhana tanpa memerlukan interaksi tambahan dari pengguna.

Pendekatan berbasis sistem yang diterapkan dipandang relevan dengan kebutuhan pengelolaan sampah masa kini yang menuntut presisi dan keterukuran.

Inovasi ini juga dilihat membuka peluang bagi penguatan tata kelola pengelolaan sampah yang lebih modern.

Dari kalangan industri, inovasi yang dikembangkan Nusabin diposisikan sebagai contoh solusi pengelolaan sampah yang lahir dari dalam negeri dengan pendekatan teknologi yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lokal.

Bagi Nusabin, rangkaian apresiasi lintas sektor tersebut menandai kesiapan tempat sampah AI Srikandi untuk diterapkan secara lebih luas.

Melalui program “Srikandi Peduli Sampah”, ruang kolaborasi lintas sektor dibuka guna memperkuat pengelolaan sampah berbasis sistem dan data di berbagai ruang publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Smartfren Gelar Promo #RamadanNyaman 1447 H, Ada Double Kuota dan Fitur Sisa Kuota Tak Hangus

Smartfren Gelar Promo #RamadanNyaman 1447 H, Ada Double Kuota dan Fitur Sisa Kuota Tak Hangus

Tekno | Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:43 WIB

Indosat Ooredoo Hutchison Luncurkan #LebihBaikIndosat Jelang Ramadan 2026, Hadirkan AI Anti-Scam

Indosat Ooredoo Hutchison Luncurkan #LebihBaikIndosat Jelang Ramadan 2026, Hadirkan AI Anti-Scam

Tekno | Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:41 WIB

Strategi Infrastruktur AI 2026: Visi Baru Manajemen Data Dongkrak Bisnis ASEAN ke Era Production

Strategi Infrastruktur AI 2026: Visi Baru Manajemen Data Dongkrak Bisnis ASEAN ke Era Production

Tekno | Jum'at, 20 Februari 2026 | 08:44 WIB

Terkini

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Ditarik Pemerintah, Cek Sebelum Beli

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Ditarik Pemerintah, Cek Sebelum Beli

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Ini Penyebab Pinjol Ilegal Terus Bermunculan

Ini Penyebab Pinjol Ilegal Terus Bermunculan

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Bikin Malu! WNI Ini Jadi Orang Pertama Dipenjara di Malaysia karena Buang Puntung Rokok

Bikin Malu! WNI Ini Jadi Orang Pertama Dipenjara di Malaysia karena Buang Puntung Rokok

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Dana Rp100 Miliar Mengucur, 50 Km Jalan Lampung Selatan Siap Mulus Total

Dana Rp100 Miliar Mengucur, 50 Km Jalan Lampung Selatan Siap Mulus Total

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 07:16 WIB

Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia

Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 07:10 WIB

Ramalan Shio Kuda 16 September 2026: Harus Lebih Sabar dalam Asmara, Karier hingga Keuangan

Ramalan Shio Kuda 16 September 2026: Harus Lebih Sabar dalam Asmara, Karier hingga Keuangan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru

Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 06:41 WIB

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:40 WIB

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

News | Rabu, 16 September 2026 | 06:25 WIB

×