suara mereka

Puasa Setengah Hari Apakah Sah? Ini Penjelasan Berdasarkan Al-Quran dan Hadis

Senin, 23 Februari 2026 | 11:05 WIB
Puasa Setengah Hari Apakah Sah? Ini Penjelasan Berdasarkan Al-Quran dan Hadis
Puasa Setengah Hari Apakah Sah (freepik)

Suara.com - Belakangan ini viral sebuah grup WhatsApp bernama Grup Puasa Setengah Hari (PSH) atau Persatuan Puasa Setengah Hari. Grup tersebut disebut memiliki syarat usia minimal 17 tahun untuk bergabung. Dalam bio grupnya bahkan tertulis rutinitas sahur yang tidak lazim, yakni pukul 07.00 pagi dan dilakukan secara live melalui Zoom. Fenomena ini tentu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: puasa setengah hari apakah sah menurut Islam?

Untuk menjawabnya, penting memahami terlebih dahulu siapa saja yang diwajibkan berpuasa serta bagaimana ketentuan sahnya puasa Ramadan berdasarkan Al-Qur’an dan hadis. Memahami ketentuan ini penting agar ibadah yang kita jalankan sesuai tuntunan dan bernilai pahala. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi bentuk ketaatan penuh terhadap perintah Allah SWT.

Kewajiban berpuasa Ramadan telah ditegaskan Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Latin:

Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu kutiba 'alaikumush-shiyaamu kamaa kutiba 'alal-ladziina min qablikum la'allakum tattaquun.

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini secara tegas menyatakan bahwa puasa adalah kewajiban bagi orang-orang beriman. Namun, kewajiban tersebut memiliki syarat tertentu.

Baca Juga: Tips Atur Jam Tidur saat Ramadan: Istirahat Tetap Cukup tanpa Skip Sahur

Orang-orang yang Wajib Berpuasa

Dalam kajian fikih, para ulama menjelaskan bahwa puasa Ramadan wajib bagi muslim yang:

  • Beragama Islam
  • Baligh (dewasa)
  • Berakal
  • Mampu menjalankannya

Dikutip dari Fikih Empat Madzhab Jilid 2 karya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, menurut mazhab Maliki, puasa memiliki tiga kategori syarat yakni syarat wajib, syarat sah, dan syarat gabungan. Salah satu syarat wajib adalah telah baligh dan mampu berpuasa. Artinya, anak-anak yang belum baligh tidak diwajibkan berpuasa. Begitu pula orang yang tidak mampu karena sakit atau kondisi tertentu. Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW, berbunyi:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَ عَنْ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنْ الصَّغِيرِ حَتَّى يَكْبُرَ وَعَنْ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ أَوْ يُفِيقَ

Artinya:

“Hukum tidak dapat diterapkan pada tiga macam orang: orang tidur sampai dia bangun, anak kecil hingga ia baligh, dan orang gila hingga dia sembuh.” (HR. Nasa’i)

Hadis ini menegaskan bahwa anak kecil belum dibebani kewajiban syariat, termasuk puasa Ramadan.

Hukum Puasa Setengah Hari

Mengajarkan puasa kepada anak merupakan bagian dari pendidikan ibadah. Dalam buku Madrasah Ramadhan karya Dr. ‘Aidh al-Qarni dijelaskan bahwa anak yang belum baligh tidak wajib berpuasa, tetapi boleh dilatih.

Karena itu, praktik puasa setengah hari untuk anak-anak diperbolehkan sebagai bentuk pembiasaan. Mereka tidak berdosa jika tidak menyempurnakan puasa hingga magrib, karena memang belum wajib.

Sebagian riwayat menyebutkan bahwa para sahabat dahulu melatih anak-anak mereka berpuasa. Namun, hal itu bukan berarti puasa diwajibkan atas anak kecil, melainkan sebagai sarana pendidikan agar terbiasa ketika sudah baligh.

Jadi, dalam konteks anak-anak, puasa setengah hari sah sebagai latihan, meski belum terhitung sebagai kewajiban penuh. Berbeda halnya dengan orang yang sudah baligh, berakal, dan mampu. Bagi mereka, puasa Ramadan harus dilakukan secara penuh sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Jika orang dewasa sengaja hanya berpuasa setengah hari tanpa alasan syar’i, maka puasanya tidak sah dan dianggap meninggalkan kewajiban. Puasa Ramadan bukan ibadah yang bisa dilakukan setengah-setengah bagi mereka yang telah memenuhi syarat wajib. Puasa dimulai sejak terbit fajar (subuh) hingga magrib. Jika seseorang makan atau minum di tengah hari tanpa uzur, maka puasanya batal.

Adapun kelompok yang diperbolehkan tidak berpuasa adalah mereka yang memiliki alasan yang dibenarkan syariat, seperti sakit atau sedang dalam perjalanan (musafir).

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila seorang hamba sakit atau musafir, niscaya Allah SWT akan tetapkan baginya pahala seumpama pahala yang ia lakukan ketika sehat lagi tidak musafir.” (HR. Bukhari)

Bagi orang sakit atau musafir, ada keringanan untuk mengganti puasa di hari lain. Namun, ini berbeda dengan sengaja membuat konsep puasa setengah hari tanpa dasar syariat.

Sahur dilakukan sebelum terbit fajar. Jika makan setelah waktu subuh, maka puasa belum sah dimulai. Konsep puasa yang tidak mengikuti ketentuan syariat berpotensi menjadikan ibadah tersebut tidak sah.

Demikian itu hukum puasa setengah hari. Puasa setengah hari sah dilakukan hanya oleh anak yang belum baligh sebagai latihan. Jika dilakukan oleh orang dewasa tanpa alasan syar’i, maka puasa setengah hari tidak sah dan dianggap meninggalkan kewajiban puasa Ramadan. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI