- Penuaan organ intim wanita ditandai dengan kekenduran hingga inkontinensia urine.
- Teknologi Exion Radiofrequency di Mydervia tawarkan pengencangan aman tanpa nyeri.
- Perawatan ini tanpa down time dan pasien bisa langsung beraktivitas.
Suara.com - Perawatan untuk kesehatan dan estetika organ intim sering kali terlewatkan, karena kebanyakan orang hanya fokus pada wajah dan bentuk tubuh yang terlihat oleh mata.
Padahal, kesehatan dan estetika organ intim wanita juga memegang peranan krusial, terutama seiring bertambahnya usia.
Hal ini menjadi sorotan utama dalam acara Exclusive Dermatology & Technology Experience Live Talk Show bertajuk "Latest advances in skin & genital rejuvenation" yang digelar oleh Mydervia bersama BTL Aesthetics Indonesia di The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta, Rabu (25/2/2026).
Acara yang bertepatan dengan ulang tahun ke-4 Mydervia ini mengupas tuntas teknologi Exion untuk perawatan wajah, tubuh, hingga area genital.
Dermatologist Mydervia, dr. Satiti Retno, menekankan bahwa penuaan tidak hanya terjadi pada kulit wajah, tetapi juga pada area genital.
Sayangnya, banyak wanita yang luput memperhatikan hal ini karena area tersebut tertutup.

"Wanita harus memperhatikan bagian intim, yang mana sebenarnya paling utama. Kita perlu merawat organ intim kita, karena semakin tua itu kita semua pasti kendur," ungkap dr. Satiti Retno dalam sesi talk show.
Tanda-Tanda Penuaan Organ Intim
Menurut dr. Satiti, kondisi kekenduran pada organ intim biasanya dialami oleh wanita yang memasuki fase pre-menopause, menopause, pasca-menopause, hingga mereka yang telah melahirkan berkali-kali.
Baca Juga: Flek Hitam Hilang Pakai Apa? Cek 5 Skincare Ampuh Basmi Noda Bandel dan Tunda Penuaan Dini
Namun, faktor lain seperti obesitas juga bisa mempengaruhi kekenduran pada organ intim.
"Orang gemuk juga biasanya mengalami kekenduran di area vagina. Jadi sering mengejan, menopause, melahirkan berkali-kali itu akan mengalami kekenduran di bagian dalam vagina maupun kulit di bagian luarnya yang biasanya terlihat kisut seperti jeruk," jelasnya.
Menariknya, perawatan ini tidak hanya ditujukan untuk wanita paruh baya.
Wanita muda pun disarankan melakukan perawatan jika mengalami gejala tertentu, seperti inkontinensia urine alias sering beser atau gangguan pada otot panggul.
Sebab, dr Satiti Retno menjelaskan kondisi tersebut sebenarnya merupakan tanda-tanda penuaan dini pada dekade ke-2 dan ke-3.
"Selain gangguan kencing, ada tanda lain yang menunjukkan area intim sudah mulai kendur, terasa nyeri saat berhubungan intim atau terdengar seperti ada gas atau angin yang keluar dari depan saat berhubungan intim. Nah, itu bisa melakukan perawatan ini," terangnya.

Solusi Aman Tanpa Rasa Sakit
Guna mengatasi masalah tersebut, Mydervia menghadirkan teknologi Exion berbasis radiofrequency.
Dokter Satiti menjelaskan bahwa dibandingkan teknologi lain seperti HIFU atau Laser CO2, radiofrequency ini dinilai paling aman dan nyaman untuk area sensitif.
"Nah yang paling aman itu yang Radiofrequency ini, karena rasanya hanya hangat saja dan begitu naik panasnya itu akan langsung berbunyi. Nah jadi kita bisa turunkan panasnya," ujar dr. Satiti.
Prosedurnya pun fleksibel. Untuk pengencangan bagian dalam, alat akan dimasukkan ke vagina (pervaginam), sementara untuk bagian luar, terdapat alat khusus yang tidak perlu dimasukkan.
Bisa Langsung Berhubungan Intim
Keunggulan utama dari perawatan Exion untuk genital ini adalah tidak adanya waktu pemulihan atau down time.
Pasien bisa langsung beraktivitas normal, termasuk buang air kecil hingga berhubungan suami istri.
"Kelebihan lain adalah begitu selesai treatment itu bisa langsung dipakai berhubungan intim. Justru kekencangannya itu akan lebih terasa," kata dr. Satiti.
"Di era sekarang, perawatan organ intim itu sangat penting agar suami lebih suka. Hati-hati, diperhatikan supaya suaminya gak lari," kelakarnya.
Meski demikian, dr. Satiti mengingatkan bahwa perawatan ini hanya boleh dilakukan jika pasien dalam kondisi sehat.
"Kalau sedang ada infeksi, tentu tidak bisa dilakukan perawatan. Kalau ada infeksi, keputihan, luka, menstruasi atau sakit diabetes dan hipertensi itu biasanya tidak disarankan," tegasnya.
Jika pasien ingin hasil maksimal yang bisa bertahan hingga satu tahun, dr. Satiti menyarankan minimal 3 kali perawatan dengan jeda waktu yang tidak terlalu lama.