-
Ijab kabul zakat fitrah adalah simbol kesungguhan niat menjalankan perintah Allah.
-
Muzakki dapat membaca doa niat dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia.
-
Penerima zakat disunahkan mendoakan keberkahan harta bagi pihak pemberi zakat.
Suara.com - Menunaikan zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim di bulan Ramadan. Namun, zakat fitrah bukan sekadar menyerahkan beras atau uang saja.
Agar ibadah semakin sempurna dan sah secara syariat, proses penyerahan zakat fitrah perlu dibarengi dengan akad atau ijab kabul.
Ijab kabul dalam zakat fitrah merupakan simbol kesungguhan niat seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Sebagaimana tertuang dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 43, "Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."
Lantas, bagaimana bacaan doa ijab kabul zakat fitrah yang benar? Simak ulasan lengkapnya berikut ini agar ibadah Anda makin afdol.
Pentingnya Niat dan Ijab Kabul
Dalam Islam, niat adalah rukun utama dalam setiap ibadah.
Doa ijab kabul berfungsi sebagai penegasan lisan bahwa harta yang dikeluarkan benar-benar diniatkan untuk menyucikan jiwa dan membantu sesama.
Meski boleh diucapkan dalam bahasa Indonesia, banyak masyarakat yang memilih melafalkannya dalam bahasa Arab untuk mengikuti sunnah dan tradisi para ulama.
1. Doa Ijab (Bacaan untuk Pemberi Zakat/Muzakki)
Saat menyerahkan zakat kepada amil (petugas) atau langsung ke mustahik (penerima), Anda bisa membaca doa berikut sesuai peruntukannya:
- Untuk Diri Sendiri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاة الفِطْر عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًا لله تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an nafsii fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardu karena Allah Ta’ala."
- Untuk Diri Sendiri dan Keluarga (Kolektif)
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الفِطْرِ عَنِّيْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِيْ نَفَقَتُهُمْ فَرْضًا للهِ تَعَالَى