Suara.com - Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen yang dinanti para pekerja menjelang Idulfitri. Tambahan pendapatan ini kerap habis untuk kebutuhan konsumtif seperti belanja, mudik, hingga hiburan. Padahal, jika dikelola dengan bijak, THR bisa menjadi titik awal membangun investasi dan memperkuat kondisi keuangan jangka panjang.
Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William menyarankan agar masyarakat membagi THR secara proporsional. Misalnya, 40% untuk kebutuhan hari raya dan keluarga, 30% untuk melunasi kewajiban atau menambah dana darurat, dan 30% sisanya dialokasikan untuk investasi. Momen menerima THR adalah waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi, tanpa harus menunggu “nanti kalau sudah siap”.
"THR itu rezeki tambahan yang datang setahun sekali. Kalau kita sisihkan sebagian untuk investasi, dampaknya bisa besar untuk jangka panjang," ujarnya.
Bagi pemula, THR bisa menjadi modal awal untuk masuk ke berbagai instrumen investasi. Saat ini, pilihan investasi semakin beragam dan mudah diakses secara digital.
Salah satu instrumen yang relatif aman adalah emas, yang bisa dibeli secara fisik maupun digital melalui lembaga resmi seperti PT Pegadaian. Emas cocok bagi investor yang mengutamakan stabilitas nilai dalam jangka panjang.
Selain itu, reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap juga menjadi pilihan menarik karena risikonya cenderung lebih rendah dibanding saham. Bagi yang memiliki profil risiko lebih agresif, investasi saham atau exchange traded fund (ETF) dapat dipertimbangkan melalui platform yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan.
Pemerintah juga menyediakan instrumen obligasi negara Fixed Rate (FR). Selain menawarkan imbal hasil yang kompetitif, instrumen ini 100% dijamin negara dan memiliki pajak yang lebih rendah dibandingkan deposito konvensional. Artinya, investor bisa mendapatkan potensi hasil yang lebih optimal dengan tingkat keamanan yang tinggi.
"Kami ingin memastikan THR tidak hanya habis untuk belanja, tapi juga menjadi modal produktif. Dengan obligasi FR, uang bisa bekerja lebih keras untuk kita," tambahnya.
Hindari Investasi Bodong
Baca Juga: THR Pensiunan 2026 Kapan Cair? Cek Perkiraan Jadwal dan Besaran Nominalnya
Mengalokasikan THR untuk investasi bukan berarti mengurangi kebahagiaan hari raya. Sebaliknya, langkah ini justru membantu menciptakan ketenangan finansial di masa depan. Investasi yang dimulai dari nominal kecil sekalipun dapat berkembang signifikan jika dilakukan secara konsisten.
Kendati demikian, momentum pencairan THR sering dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk menawarkan investasi dengan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat. Masyarakat diimbau selalu memastikan legalitas perusahaan dan produknya melalui situs resmi Otoritas Jasa Keuangan serta tidak mudah tergiur janji keuntungan tidak masuk akal.
Prinsip sederhana yang perlu dipegang adalah high return selalu sejalan dengan high risk. Jika sebuah penawaran menjanjikan keuntungan besar tanpa risiko, maka patut dicurigai.
Adapun, bagi Anda yang ingin tetap berinvestasi sesuai prinsip syariah selama bulan Ramadan, Bibit juga menyediakan beragam pilihan reksa dana syariah dengan nominal terjangkau mulai dari Rp10 ribu. Dengan nominal kecil sekalipun, siapa pun bisa mulai membangun kebiasaan investasi secara konsisten.
"Kami ingin Idul Fitri tahun ini bukan hanya tentang berbagi dan bersilaturahmi, tapi juga tentang memulai kebiasaan baik untuk kesejahteraan finansial. Dengan pengetahuan investasi yang tepat, THR bisa menjadi awal perjalanan menuju tujuan keuangan yang lebih besar di tahun 1447 H. Karena pada akhirnya, merayakan kemenangan sejati bukan hanya soal hari ini, tetapi juga tentang memastikan esok hari tetap penuh harapan," pungkasnya.***