Jakarta Baru Punya 5,31 Persen Ruang Terbuka Hijau: Mengapa Warga Turun Tangan Kawal Taman Kota?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 10 Juni 2026 | 16:00 WIB
Jakarta Baru Punya 5,31 Persen Ruang Terbuka Hijau: Mengapa Warga Turun Tangan Kawal Taman Kota?
Taman Cattleya dengan danau di tengahnya (Dok. Pribadi/Vicka Rumanti)

Suara.com - Di tengah kepungan polusi dan padatnya megapolitan, target pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) 30 persen di Jakarta masih menjadi perjalanan panjang hingga tahun 2045. Namun, data menunjukkan realisasi RTH publik saat ini baru menyentuh angka sekitar 5,31 persen.

Di atas kertas, Pemprov DKI berupaya mengoptimalkan lahan kecil dan kolong tol. Namun di ruang publik, isu taman kota kerap kali tenggelam dan dianggap kalah penting dibanding masalah infrastruktur jalan atau penanganan banjir.

Ketika birokrasi terhambat oleh alasan klasik seperti keterbatasan dana, komunitas Ayo ke Taman memilih bergerak bersama warga untuk mengawal kualitas ruang publik yang tersisa.

Bagi Koordinator Ayo ke Taman, Akhsan Inantama, keterbatasan kuantitas RTH di Jakarta saat ini harus diimbangi dengan suara masyarakat yang lantang.

"Taman tuh kayak masih dianggap sebagai yang tersier. Belum jadi topik yang serius. Bahkan kayak waktu pas Pilkada itu kan jarang juga yang ngebahas," ungkapnya.

Ketiadaan ruang politik bagi isu taman inilah yang mendorong komunitasnya bergerak sejak 2013 untuk menyadarkan warga bahwa taman juga adalah sebuah kebutuhan sosial. Komunitasnya aktif menggalang gerakan kolektif untuk mengulas fungsi sosial taman.

"Sebenarnya tujuan utama lain yang pengin kita gali itu adalah teman-teman itu punya misi, punya kegelisahan yang sama untuk memperbaiki kualitas taman," ujar Akhsan.

Selain kuantitas yang minim, Jakarta dihadapkan pada ketimpangan kualitas taman yang sangat mencolok. Akhsan mencontohkan segelintir taman populer seperti Tebet Ecopark atau Hutan Kota GBK yang selalu penuh. "Top of mind-nya itu baru ke situ aja gitu loh. Jadi kayak masih jarang," ujarnya, sementara banyak taman di area pinggiran atau bagian belakang kota yang luput dari perhatian dan sulit diakses warga.

Metode Park Mapping dan Festival Taman

Festival Taman Menteng (Instagram/temantaman.jkt dan ayoketaman)
Festival Taman Menteng (Instagram/temantaman.jkt dan ayoketaman)

Bagi Ayo ke Taman, menyuarakan isu ini tidak bisa lagi hanya dengan protes pasif. Melalui gerakan park mapping, mereka mengajak orang awam untuk meninjau langsung fasilitas publik. Komunitas ini ingin mengubah paradigma pembangunan kota agar warga tidak lagi sekadar menjadi konsumen pasif. "Warga terima jadi gitu sebenarnya kurang baik kan. Jadi harusnya warga juga dilibatkan untuk dari ngedesain dan pembangunan taman tersebut," tegas Akhsan.

baca juga

Mereka ingin memberikan alasan baru bagi warga untuk melangkah keluar rumah dan merasakan langsung manfaat ruang ketiga kota. "Kita bikin festival di mana sebanyak kegiatan yang mungkin nggak biasa di taman, tapi kita buat di taman supaya orang-orang lebih nyobain gimana sih enaknya beraktivitas di taman," jelas Akhsan.

Misi Rahasia di Balik Lembar Zine

Melalui lembar zine dan diskusi kelompok, Ayo ke Taman mengumpulkan seluruh kritik serta masukan warga mengenai fasilitas, akses, hingga vegetasi. Suara-suara dari akar rumput inilah yang nantinya dirangkum dan disalurkan ke pemerintah daerah.

Akhsan menambahkan, "Nah sebenarnya kita pengin… dari keluhan-keluhan itu kita mau laporin ke pihak terkait supaya jadinya kita menjembatani masyarakat." Melalui pelibatan warga dalam proses co-design dan evaluasi ini, mereka berharap kualitas 5 persen RTH yang ada saat ini bisa dioptimalkan secara bermakna, sembari terus mendesak pemerintah memenuhi hak atas sisa 25 persen ruang hijau kota yang belum terwujud.

Bagi Ayo ke Taman, menjembatani masyarakat dengan Dinas Pertamanan adalah langkah konkret untuk mewujudkan tata kelola kota yang transparan. Di tengah lambatnya pemenuhan kuantitas hijau kota, aksi turun ke lapangan ini menjadi pembuktian bahwa warga Jakarta siap mengawal setiap jengkal komitmen ruang terbuka hijau mereka.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Membaca Jakarta dari Ruang Hijau: Catatan Sehari Bersama Ayo ke Taman

Membaca Jakarta dari Ruang Hijau: Catatan Sehari Bersama Ayo ke Taman

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:05 WIB

Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija, Erick Thohir: Makin Banyak Pelatih Bagus di Liga Indonesia

Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija, Erick Thohir: Makin Banyak Pelatih Bagus di Liga Indonesia

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 05:43 WIB

Usai OTT, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK dalam Kasus Suap Proyek

Usai OTT, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK dalam Kasus Suap Proyek

Foto | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:44 WIB

Terkini

7 Sepatu Running Lokal Terbaik untuk Lari Jarak Jauh, Lengkap dengan Harganya

7 Sepatu Running Lokal Terbaik untuk Lari Jarak Jauh, Lengkap dengan Harganya

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 09:26 WIB

6 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 13 Juli 2026: Hari Penuh Hoki untuk Capricorn hingga Gemini

6 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 13 Juli 2026: Hari Penuh Hoki untuk Capricorn hingga Gemini

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 08:16 WIB

Promo Superindo Terbaru Periode 1316 Juli 2026: Minyak, Ikan hingga Daging Banting Harga

Promo Superindo Terbaru Periode 1316 Juli 2026: Minyak, Ikan hingga Daging Banting Harga

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 07:48 WIB

5 Cushion Lokal Terbaik untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat yang Sensitif

5 Cushion Lokal Terbaik untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat yang Sensitif

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 07:06 WIB

Modal Kecil, Untung Maksimal: 5 Ide Bisnis Kuliner Kekinian yang Lagi Viral!

Modal Kecil, Untung Maksimal: 5 Ide Bisnis Kuliner Kekinian yang Lagi Viral!

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 06:13 WIB

Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan

Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:20 WIB

4 Cara Menata Kamar Tidur Biar Hoki Sesuai Feng Shui, Lengkap dengan Rekomendasi Produk dari Azko

4 Cara Menata Kamar Tidur Biar Hoki Sesuai Feng Shui, Lengkap dengan Rekomendasi Produk dari Azko

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:00 WIB

Foundation Apa yang Bisa Menutupi Flek Hitam? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Makeup Flawless

Foundation Apa yang Bisa Menutupi Flek Hitam? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Makeup Flawless

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:04 WIB

Cushion Apa yang Bisa Menutupi Flek Hitam? Ini 9 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM

Cushion Apa yang Bisa Menutupi Flek Hitam? Ini 9 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:22 WIB

Spesifikasi dan Keunggulan Pompa Air Shimizu PS-128 BIT untuk Kebutuhan Air Rumah Anda

Spesifikasi dan Keunggulan Pompa Air Shimizu PS-128 BIT untuk Kebutuhan Air Rumah Anda

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:43 WIB

×