Suara.com - Tewasnya Ali Khamenei oleh serangan udara Amerika Serikat pada penghujung Februari 2026 lalu menyisakan duka bagi masyarakat Iran, namun juga segudang fakta.
Sang Ayatollah ternyata meninggalkan segudang aset dan bisnis yang nilainya tak hanya miliaran, tetapi hingga ribuan triliunan Rupiah.
Kanal BBN Times melaporkan bahwa mendiang pemimpin tertinggi Iran ini punya bisnis yang menjadi penyokong kehidupannya sehari-hari.
Mari intip sumber kekayaan Ali Khamenei yang nilainya fantastis.
Sumber Kekayaan Ali Khamenei
![Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. [khamenei.ir]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/03/88117-pemimpin-tertinggi-iran-ayatollah-ali-khamenei.jpg)
Kembali merujuk ke pada BBN Times, kekayaan bersih Ayatollah Ali Khamenei diperkirakan mencapai angka yang sangat besar, yaitu antara USD95 miliar hingga USD200 miliar.
Jika angka tersebut dikonversikan ke dalam mata uang Indonesia, nilai kekayaannya bisa mencapai sekitar Rp1.603 triliun hingga Rp3.400-an triliun.
Sebagian besar kekayaan ini tidak disimpan dalam rekening pribadi, melainkan dikelola melalui sebuah organisasi bisnis raksasa bernama Setad.
Organisasi ini awalnya didirikan untuk mengelola properti yang ditinggalkan atau disita setelah Revolusi Islam 1979.
Setad kini telah berkembang menjadi konglomerat bisnis yang menguasai berbagai sektor penting di Iran, seperti industri minyak, telekomunikasi, perbankan, hingga proyek konstruksi besar.
Kekayaan Dialokasikan untuk Pengembangan Negara
Ali Khamenei menggunakan harta kekayaan ini sebagai alat untuk menjaga stabilitas negara.
Dana dari Setad sering kali digunakan sebagai dana darurat untuk membiayai kebutuhan mendesak masyarakat tanpa harus melewati birokrasi parlemen.
Uang tersebut mengalir ke program-program bantuan sosial, pembangunan sekolah, dan fasilitas kesehatan di wilayah-wilayah miskin.
Kekayaan ini juga dipakai untuk memperkuat sektor militer dan keamanan negara guna menghadapi tekanan internasional.
Meskipun mengelola aset bernilai miliaran USD, ia tetap menampilkan gaya hidup sederhana sebagai bentuk teladan kepemimpinan bagi pendukungnya di dalam negeri.
Nasib Setad setelah Ali Khamenei wafat
Secara konstitusi, kendali atas Setad tidak hilang begitu saja, namun mengalami perpindahan pengawasan sementara.
Karena Setad adalah lembaga yang berada langsung di bawah otoritas Pemimpin Tertinggi, nasibnya saat ini bergantung pada mekanisme kepemimpinan darurat.
Setad tetap diinstruksikan untuk menjalankan fungsi bantuan sosialnya.
Dana dari organisasi ini tetap dialokasikan untuk layanan kesehatan dan bantuan publik guna meredam potensi kerusuhan masyarakat di tengah situasi perang dan duka nasional.
Warisan sang Ayatollah untuk Negara Tak Cuma Aset
Ali Khamenei meninggalkan warisan yang jauh lebih luas daripada sekadar aset fisik atau uang.
Ia berhasil menanamkan pondasi ketahanan nasional yang membuat Iran tetap berdiri tegak meski terus-menerus dihantam sanksi ekonomi berat.
Warisan utamanya adalah kemandirian bangsa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Iran kini memiliki tenaga ahli di bidang nuklir, satelit, dan industri pertahanan yang dikembangkan secara mandiri.
Hal ini memberikan rasa bangga bagi masyarakat Iran karena mereka tidak perlu bergantung sepenuhnya pada teknologi dari negara-negara luar.
Ia juga meninggalkan identitas politik yang kuat bagi masyarakatnya.
Sikap teguh dalam menentang campur tangan asing menjadi prinsip yang ia wariskan kepada generasi muda Iran.
Ia membangun banyak institusi pendidikan dan pusat budaya untuk memastikan nilai-nilai revolusi tetap hidup.
Warisan ini menciptakan struktur sosial yang solid di mana masyarakat diajarkan untuk lebih mengandalkan sumber daya dalam negeri.
Keberhasilannya menjaga kedaulatan Iran di tengah konflik regional yang panas menjadi bagian penting dari sejarah yang ia tuliskan.
Pengaruh pemikirannya akan terus menjadi acuan bagi arah politik dan sosial Iran di masa depan, jauh melampaui nilai materi yang ia kumpulkan.
Kontributor : Armand Ilham