Sumber Kekayaan Ali Khamenei, Harta dan Asetnya Diduga Tembus Rp3.400 Triliun

Nur Khotimah

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:58 WIB
Sumber Kekayaan Ali Khamenei, Harta dan Asetnya Diduga Tembus Rp3.400 Triliun
Ayatollah Khamenei. (Khamenei.ir)

Suara.com - Tewasnya Ali Khamenei oleh serangan udara Amerika Serikat pada penghujung Februari 2026 lalu menyisakan duka bagi masyarakat Iran, namun juga segudang fakta.

Sang Ayatollah ternyata meninggalkan segudang aset dan bisnis yang nilainya tak hanya miliaran, tetapi hingga ribuan triliunan Rupiah.

Kanal BBN Times melaporkan bahwa mendiang pemimpin tertinggi Iran ini punya bisnis yang menjadi penyokong kehidupannya sehari-hari.

Mari intip sumber kekayaan Ali Khamenei yang nilainya fantastis.

Sumber Kekayaan Ali Khamenei

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. [khamenei.ir]
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. [khamenei.ir]

Kembali merujuk ke pada BBN Times, kekayaan bersih Ayatollah Ali Khamenei diperkirakan mencapai angka yang sangat besar, yaitu antara USD95 miliar hingga USD200 miliar.

Jika angka tersebut dikonversikan ke dalam mata uang Indonesia, nilai kekayaannya bisa mencapai sekitar Rp1.603 triliun hingga Rp3.400-an triliun.

Sebagian besar kekayaan ini tidak disimpan dalam rekening pribadi, melainkan dikelola melalui sebuah organisasi bisnis raksasa bernama Setad.

Organisasi ini awalnya didirikan untuk mengelola properti yang ditinggalkan atau disita setelah Revolusi Islam 1979.

Setad kini telah berkembang menjadi konglomerat bisnis yang menguasai berbagai sektor penting di Iran, seperti industri minyak, telekomunikasi, perbankan, hingga proyek konstruksi besar.

baca juga

Kekayaan Dialokasikan untuk Pengembangan Negara

Ali Khamenei menggunakan harta kekayaan ini sebagai alat untuk menjaga stabilitas negara.

Dana dari Setad sering kali digunakan sebagai dana darurat untuk membiayai kebutuhan mendesak masyarakat tanpa harus melewati birokrasi parlemen.

Uang tersebut mengalir ke program-program bantuan sosial, pembangunan sekolah, dan fasilitas kesehatan di wilayah-wilayah miskin.

Kekayaan ini juga dipakai untuk memperkuat sektor militer dan keamanan negara guna menghadapi tekanan internasional.

Meskipun mengelola aset bernilai miliaran USD, ia tetap menampilkan gaya hidup sederhana sebagai bentuk teladan kepemimpinan bagi pendukungnya di dalam negeri.

Nasib Setad setelah Ali Khamenei wafat

Secara konstitusi, kendali atas Setad tidak hilang begitu saja, namun mengalami perpindahan pengawasan sementara.

Karena Setad adalah lembaga yang berada langsung di bawah otoritas Pemimpin Tertinggi, nasibnya saat ini bergantung pada mekanisme kepemimpinan darurat.

Setad tetap diinstruksikan untuk menjalankan fungsi bantuan sosialnya.

Dana dari organisasi ini tetap dialokasikan untuk layanan kesehatan dan bantuan publik guna meredam potensi kerusuhan masyarakat di tengah situasi perang dan duka nasional.

Warisan sang Ayatollah untuk Negara Tak Cuma Aset

Ali Khamenei meninggalkan warisan yang jauh lebih luas daripada sekadar aset fisik atau uang.

Ia berhasil menanamkan pondasi ketahanan nasional yang membuat Iran tetap berdiri tegak meski terus-menerus dihantam sanksi ekonomi berat.

Warisan utamanya adalah kemandirian bangsa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Iran kini memiliki tenaga ahli di bidang nuklir, satelit, dan industri pertahanan yang dikembangkan secara mandiri.

Hal ini memberikan rasa bangga bagi masyarakat Iran karena mereka tidak perlu bergantung sepenuhnya pada teknologi dari negara-negara luar.

Ia juga meninggalkan identitas politik yang kuat bagi masyarakatnya.

Sikap teguh dalam menentang campur tangan asing menjadi prinsip yang ia wariskan kepada generasi muda Iran.

Ia membangun banyak institusi pendidikan dan pusat budaya untuk memastikan nilai-nilai revolusi tetap hidup.

Warisan ini menciptakan struktur sosial yang solid di mana masyarakat diajarkan untuk lebih mengandalkan sumber daya dalam negeri.

Keberhasilannya menjaga kedaulatan Iran di tengah konflik regional yang panas menjadi bagian penting dari sejarah yang ia tuliskan.

Pengaruh pemikirannya akan terus menjadi acuan bagi arah politik dan sosial Iran di masa depan, jauh melampaui nilai materi yang ia kumpulkan.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Para Sopir Pejabat Iran dan Bagaimana Mossad Melacak Ayatollah Ali Khamenei

Kisah Para Sopir Pejabat Iran dan Bagaimana Mossad Melacak Ayatollah Ali Khamenei

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:16 WIB

Siapa Istri Ali Khamenei? Ikut Tewas dalam Serangan AS-Israel

Siapa Istri Ali Khamenei? Ikut Tewas dalam Serangan AS-Israel

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 09:56 WIB

Mengapa Ayatollah Ali Khamenei Sering Gunakan Tangan Kiri? Ini Kisah Tragis di Baliknya

Mengapa Ayatollah Ali Khamenei Sering Gunakan Tangan Kiri? Ini Kisah Tragis di Baliknya

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:01 WIB

Terkini

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

×