Kisah Para Sopir Pejabat Iran dan Bagaimana Mossad Melacak Ayatollah Ali Khamenei

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:16 WIB
Kisah Para Sopir Pejabat Iran dan Bagaimana Mossad Melacak Ayatollah Ali Khamenei
Foto satelit kediaman Pemimpin Besar Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran yang hancur dirudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [Airbus/Soar Atlas]
  • Ayatollah Ali Khamenei gugur akibat serangan bom Israel dan AS pada Sabtu (28/2/2026) di kantor Jalan Pasteur.
  • Mossad melacak pola rutinitas pejabat Iran melalui peretasan CCTV dan menara seluler selama bertahun-tahun.
  • Israel mengonfirmasi lokasi target melalui data intelijen sinyal dan informan lapangan sebelum melancarkan serangan.

Suara.com - Pemimpin Besar Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan bom Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026) kemarin. Ia gugur bersama beberapa anggota sanak familinya dan para pejabat tinggi negara dalam serangan bom kejutan pada pagi hari.

Kini kisah di balik serangan mematikan Israel tersebut, bagaimana badan intelijen Mossad bekerja untuk melacak lokasi Khamenei, diungkap sejumlah sumber internal Israel dan Amerika Serikat kepada The Financial Times.

Dua orang sumber bercerita, bertahun-tahun sebelum serangan itu dilancarkan Mossad sudah meretas nyaris semua kamera CCTV lalu-lintas di Teheran. Termasuk di sekitar Jalan Pasteur, tempat Khamenei berkantor dan akhirnya menjadi lokasi pemimin 86 tahun itu tewas. Israel juga bisa mengakses menara-menara seluler di Teheran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. [khamenei.ir]
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. [khamenei.ir]

Uniknya data terpenting yang berhasil dirampas adalah tentang para pengawal dan sopir pribadi para pejabat tertinggi Iran.

Satu dari ribuan kamera itu memiliki sudut yang strategis: parkiran, tempat mobil-mobil pribadi para pejabat Iran diparkir saat mereka datang ke kompleks yang dijaga ketat tersebut.

Berkat data dari kamera-kamera itu, Mossad memanfaatkan algoritma yang rumit bisa menyusun pola rutinitas para sopir dan pengawal tersebut. Mulai dari alamat mereka, waktu bertugas, rute yang mereka tempuh saat pergi bekerja, dan yang terpenting: siapa yang mereka kawal dan sopiri setiap hari.

"Kami mengenal Teheran seperti kami paham soal Yerusalem. Kami mengenal jalan-jalan Teheran seperti jalanan tempat kami tumbuh besar, jadi kalau ada sesuatu yang aneh kami pasti tahu," kata seorang pejabat intelijen Israel.

Budaya intelijen

Israel bisa menguasai peta Teheran dengan detail berkat kerja pengumpulan data yang rumit. Yang menjadi ujung tombak upaya ini adalah tiga komponen. Pertama adalah Unit 8200 - sebuah unit sinyal militer dalam angkatan bersenjata Israel, agen lapangan yang direkrut Mossad dan data-data yang dikumpulkan leh intelijen militer Israel.

Untuk mengolah semua informasi itu, Israel menggunakan metode matematis yang dikenal sebagai analisis jaringan sosial. Metode ini menganalisis miliaran poin data untuk memetakan pusat gravitasi dalam pengambilan keputusan di Iran serta mengidentifikasi target untuk dimata-matai atau dibunuh.

"Dalam budaya intelijen Israel, targeting intelligence adalah isu yang paling utama - ia dirancang agar sebuah strategi bisa dijalankan," kata Itai Shapira, brigadir jenderal pada pasukan cadangan Israel yang 25 tahun bekerja di bidang intelijen.

"Jika para petinggi memutuskan bahwa seseorang harus dihabisi, maka di Israel budayanya adalah: kami akan menyediakan targeting intelligence," lanjut dia.

Budaya ini terbukti efektif. Contoh yang menarik adalah saat Israel membunuh belasan ilmuwan nuklir Iran dan para petinggi militer Iran di menit-menit awal Perang 12 Hari pada Juni 2025.

Operasi Khamenei

Dalam operasi memburu Khamenei, Israel dan Amerika Serikat berhasi mengetahui bahwa sanga pemimpin besar itu akan melangsungkan pertemuan pada Sabtu pagi di kantornya di Jalan Pasteur. Peluang itu tak disia-siakan karena pertemuan tersebut diketahui akan dihadiri para pemimpin senior Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musuh Dalam Selimut? Israel Dituding Jadi Dalang Utama Serangan ke Kilang Minyak Saudi Aramco

Musuh Dalam Selimut? Israel Dituding Jadi Dalang Utama Serangan ke Kilang Minyak Saudi Aramco

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:01 WIB

Garda Revolusi Iran Serang Tanker Minyak, Pasokan Energi Dunia Terancam Lumpuh

Garda Revolusi Iran Serang Tanker Minyak, Pasokan Energi Dunia Terancam Lumpuh

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 09:19 WIB

Bursa Kripto Jadi Acuan Harga Emas Dunia saat Pasar AS Tutup di Tengah Perang

Bursa Kripto Jadi Acuan Harga Emas Dunia saat Pasar AS Tutup di Tengah Perang

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 08:21 WIB

Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?

Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:05 WIB

Pangeran Bermuka Dua: Bagaimana Mohammad bin Salman Rayu Trump untuk Habisi Iran

Pangeran Bermuka Dua: Bagaimana Mohammad bin Salman Rayu Trump untuk Habisi Iran

News | Senin, 02 Maret 2026 | 13:51 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB