5 Fakta Hubungan Megawati dengan Ali Khamenei, Kini Kirim Surat Duka Cita

Ruth Meliana

Rabu, 04 Maret 2026 | 12:29 WIB
5 Fakta Hubungan Megawati dengan Ali Khamenei, Kini Kirim Surat Duka Cita
kolase Megawati Soekarnoputri dan Ali Khamenei (Ist)

Suara.com - Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan surat duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang disebut gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. 

Megawati menyampaikan langsung rasa dukanya melalui surat resmi yang ditujukan kepada Pemimpin Tertinggi Sementara, Presiden, dan rakyat Republik Islam Iran. Surat tersebut diserahkan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama sejumlah pengurus partai.

Surat tersebut dikirim melalui jajaran pengurus pusat PDI Perjuangan dan diterima langsung oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Kedutaan Besar Iran di Jakarta pada Selasa (3/3).

Dalam suratnya, Megawati mengaku terkejut sekaligus menyampaikan belasungkawa mendalam kepada pemerintah dan rakyat Iran. Ia juga menegaskan adanya ikatan historis dan ideologis antara Indonesia dan Iran yang telah terjalin lama. 

Berikut lima fakta mengenai hubungan Megawati Soekarnoputri dan Ayatollah Ali Khamenei.

1. Surat Duka Cita sebagai Bentuk Penghormatan Politik dan Personal

Dalam pesannya, Megawati menyebut wafatnya Khamenei sebagai kehilangan besar, tidak hanya bagi Iran tetapi juga bagi dunia yang memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Ia mengaku terkejut atas serangan mendadak yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Pernyataan duka cita itu sekaligus mencerminkan posisi politik Megawati yang mengecam agresi militer yang dianggap melanggar kedaulatan suatu negara.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Indonesia berdiri bersama Iran dalam menolak tindakan sepihak yang dinilai mencederai prinsip hukum internasional.

2. Kekaguman Khamenei terhadap Bung Karno

Salah satu benang merah hubungan Megawati dan Khamenei terletak pada sosok Bung Karno. Sejumlah kesaksian menyebut bahwa Ali Khamenei sejak muda mengagumi Presiden pertama RI tersebut. Ia disebut membaca pemikiran-pemikiran Bung Karno dan menjadikannya sebagai referensi dalam merumuskan gagasan kebangsaan di Iran.

Pancasila dan Dasa Sila Bandung kerap disebut sebagai inspirasi dalam menyusun sintesis antara nilai agama, nasionalisme, dan keadilan sosial. Konsep anti-imperialisme dan solidaritas antarbangsa yang digaungkan Bung Karno dinilai memiliki resonansi kuat dengan semangat revolusi Iran.

Sebagai putri sulung Bung Karno, Megawati merasa memiliki kedekatan emosional terhadap fakta tersebut. Dalam suratnya, ia menyebut adanya kedekatan batin antara perjuangan Sukarno dan kepemimpinan Khamenei selama lebih dari tiga dekade memimpin Iran.

3. Pertemuan Langsung Saat Konferensi D-8 Tahun 2004

Hubungan Megawati dan Khamenei tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga pernah terjalin melalui pertemuan langsung. Pada 2004, Megawati melakukan kunjungan resmi ke Teheran dalam kapasitas sebagai Presiden Republik Indonesia untuk menghadiri Konferensi D-8 (Developing Eight).

Konferensi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama negara-negara berkembang berpenduduk mayoritas Muslim, termasuk Indonesia dan Iran. Dalam kunjungan itu, Megawati berkesempatan bertemu langsung dengan Ayatollah Ali Khamenei.

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas hubungan bilateral, tetapi juga memperkuat persahabatan kedua negara yang memiliki latar belakang sejarah sama-sama pernah menghadapi tekanan kekuatan besar dunia.

4. Undangan ke Indonesia untuk Konferensi Ulama dan Peringatan Asia-Afrika

Megawati juga pernah secara langsung mengundang Khamenei untuk berkunjung ke Indonesia. Undangan tersebut terkait dua agenda penting yaitu Konferensi Ulama Islam Internasional di Jakarta pada Februari 2004 dan peringatan 50 tahun Konferensi Asia-Afrika pada 2005.

Konferensi Ulama Internasional digelar sebagai upaya pemerintah Indonesia bersama Nahdlatul Ulama untuk menunjukkan wajah Islam Indonesia yang damai dan rahmatan lil alamin.

Forum itu dimaksudkan untuk menegaskan bahwa Islam mengajarkan kedamaian dan menjadi rahmat bagi seluruh alam, sekaligus melawan stigma terorisme yang kerap dilekatkan pada dunia Islam pasca peristiwa global saat itu.

Sementara itu, peringatan 50 tahun Konferensi Asia-Afrika memiliki makna historis yang kuat. Konferensi 1955 di Bandung merupakan tonggak solidaritas negara-negara Asia dan Afrika dalam melawan kolonialisme dan imperialisme.

Meski Khamenei tidak sempat memenuhi undangan tersebut hingga akhir hayatnya, inisiatif itu menunjukkan upaya Megawati menjaga kesinambungan semangat Bandung.

5. Ikatan Historis Indonesia–Iran dalam Narasi Anti-Penjajahan

Dalam surat dukanya, Megawati menekankan bahwa hubungan Indonesia dan Iran tidak semata dibangun melalui diplomasi formal, tetapi juga melalui kesamaan nasib sejarah. Kedua bangsa pernah merasakan tekanan dan intervensi kekuatan asing serta memiliki tekad kuat mempertahankan kedaulatan.

Megawati menyebut adanya persaudaraan yang tumbuh dari perjuangan bersama melawan penjajahan dan memperjuangkan tatanan dunia yang lebih adil dan bermartabat. Narasi ini selaras dengan politik luar negeri Indonesia yang sejak era Bung Karno mengedepankan prinsip bebas aktif serta solidaritas antarbangsa berkembang.

Sebagai tokoh politik yang mewarisi gagasan besar Sukarno, Megawati memandang hubungan Indonesia–Iran dalam konteks lebih luas, bukan sekadar hubungan bilateral, melainkan bagian dari perjuangan global untuk keadilan sosial dan kedaulatan bangsa.

Demikian itu fakta hubungan Megawati dengan Ali Khamenei. Surat duka cita yang dikirim Megawati menjadi penanda bahwa relasi historis Indonesia dan Iran masih memiliki dimensi emosional dan ideologis yang kuat. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Lawan Iran Belum Kelar, Israel Kini Sebut Turki Target Selanjutnya

Perang Lawan Iran Belum Kelar, Israel Kini Sebut Turki Target Selanjutnya

Lifestyle | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:27 WIB

2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak Perang Iran vs AS - Israel, Stok BBM Nasional Cuma Aman 20 Hari?

2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak Perang Iran vs AS - Israel, Stok BBM Nasional Cuma Aman 20 Hari?

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:06 WIB

Di Mana Rusia dan China Saat AS-Israel Gempur Iran?

Di Mana Rusia dan China Saat AS-Israel Gempur Iran?

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 11:30 WIB

Terkini

Hangat dan Playful, Karakter Gemas Zo&Friends Hadir dalam Koleksi Fashion Baru

Hangat dan Playful, Karakter Gemas Zo&Friends Hadir dalam Koleksi Fashion Baru

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:33 WIB

Dadan Hindayana dari Partai Apa? Eks Kepala BGN yang Dijemput Kejagung

Dadan Hindayana dari Partai Apa? Eks Kepala BGN yang Dijemput Kejagung

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:25 WIB

Berapa Lama Menumbuhkan Rambut Pakai Minyak Kemiri? Ini Penjelasan dan Faktanya

Berapa Lama Menumbuhkan Rambut Pakai Minyak Kemiri? Ini Penjelasan dan Faktanya

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:05 WIB

4 Sepatu Lokal Aerostreet Paling Laris di Shopee, Cek Review dan Harganya

4 Sepatu Lokal Aerostreet Paling Laris di Shopee, Cek Review dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:49 WIB

Nanik S Deyang Lulusan Mana? Ini Pendidikan Kepala BGN yang Baru

Nanik S Deyang Lulusan Mana? Ini Pendidikan Kepala BGN yang Baru

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:20 WIB

Cuma Pakai Skincare, Ini Cara Mudah Punya Glass Skin Tanpa Perlu Antre di Klinik

Cuma Pakai Skincare, Ini Cara Mudah Punya Glass Skin Tanpa Perlu Antre di Klinik

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:37 WIB

4 Zodiak yang Diprediksi Kurang Beruntung pada Juni 2026, Ini Alasan dan Tipsnya

4 Zodiak yang Diprediksi Kurang Beruntung pada Juni 2026, Ini Alasan dan Tipsnya

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:25 WIB

Sepatu On Running Lagi Diskon 30 Persen di Planet Sports, Ini 4 Model yang Layak Dilirik

Sepatu On Running Lagi Diskon 30 Persen di Planet Sports, Ini 4 Model yang Layak Dilirik

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:21 WIB

95 Persen Mahasiswa Pakai AI, Kampus Dituntut Jaga Daya Analitis Mahasiswa

95 Persen Mahasiswa Pakai AI, Kampus Dituntut Jaga Daya Analitis Mahasiswa

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:00 WIB

Rahasia Wajah Awet Muda Tanpa Perubahan Drastis, Biostimulator Kolagen Jadi Tren Kecantikan Baru

Rahasia Wajah Awet Muda Tanpa Perubahan Drastis, Biostimulator Kolagen Jadi Tren Kecantikan Baru

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:36 WIB