- Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menanggapi isu pencopotan jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto pada Agustus mendatang di Istana Kepresidenan Jakarta.
- Pihak Istana Kepresidenan, melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, secara resmi membantah adanya rencana reshuffle kabinet pada bulan Agustus 2026.
- Isu perombakan kabinet muncul karena adanya kabar gejolak internal di Kementerian PU serta evaluasi kinerja menteri oleh Presiden Prabowo.
Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo tertawa merespons informasi menyebut dirinya bakal dicopot dari jabatan pada reshuffle Agustus mendatang.
Dody menegaskan persoalan perombakan kabinet menjadi kewenangan penuh Presiden Prabowo Subianto.
"Aduh, elu itu masa gue ngalah-ngalahin Presiden. Itu hak prerogatif bos. Ampun bos ampun," kata Dody sembari tertawa di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, usai Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026).
Sementara itu ditanya, apakah pernah dipanggil untuk menghadap Prabowo dalam rangka evaluasi, Dody mengiyakan. Namun, ia menegaskan pemanggilan bukan mengenai reshuffle.
"Kalau dipanggil ya sering, tiap saat. Tapi enggak, enggak ada urusan begituan lah," kata Dody.
Dody sekaligus menegaskan bahwa pemanggilan oleh Prabowo tersebut tidak ada sangkut paut dengan kisruh di Kementerian PU yang sebelumnya dikabarkan terjadi mutasi besar-besaran.
"Enggak, enggak ada," kata Dody.
Respons Istana
Beredar kabar Presiden Prabowo Subianto bakal melakukan reshuffle Agustus mendatang. Menanggapi kabar ini, pihak Istana membantah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bahkan mempertanyakan kembali mencuatnya isu tersebut.
"Isu reshuffle? Kok ada isu reshuffle lagi?" kata Pras di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, sesaat sebelum Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026).
Informasi yang diperoleh Suara.com, rencana reshuffle pada awal bulan depan salah satunya untuk mendepak Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dari kabinet.
Menanggapi informasi tersebut, Pras menegaskan bahwa Prabowo belum berencana melakukan reshuffle.
"Nggak ada, belum ada. Tidak ada isu reshuffle," kata Pras.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi turut merespon soal kabar reshuffle. Namun ia menegaskan tidak tahu menahu soal hak dan kewenangan dari Presiden Prabowo Subianto tersebut.