Suara.com - Kehadiran aplikasi PINTAR BI memang ditujukan untuk membantu masyarakat agar lebih mudah menukar uang baru, terutama mendekati hari raya seperti Lebaran 2026 tahun ini.
Namun secanggih-canggihnya PINTAR BI, tak sedikit bagian dari masyarakat yang merasa repot dengan aplikasi tersebut.
Masalah seputar PINTAR BI meliputi lokasi dan waktu penukaran sudah ditentukan secara kaku oleh sistem.
Jika jadwal yang tersedia tidak cocok dengan waktu luang masyarakat, maka pemesanan tidak bisa dilakukan.
Adapun ditambah lagi dengan semakin banyak pengguna PINTAR BI mendekati lebaran, situs web PINTAR sering kali sulit diakses, mengalami error, atau proses pemuatan halaman menjadi sangat lama.
Masalah lain juga berkutat di pengisian data seperti NIK, nama, dan alamat terkadang mengalami kegagalan sistem, sehingga proses harus diulang dari awal.
Bagi sebagian orang, proses pengulangan ini sangat menjemukan. Lantas, adakah metode selain PINTAR BI untuk menukar uang?
Mari simak beberapa alternatif tukar uang selain pakai PINTAR BI berikut, dan bisa diakses di berbagai kota di penjuru Tanah Air.
1. Lewat ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu

Jika tidak ingin mengantre di depan meja teller atau terjebak dalam prosedur administrasi, memanfaatkan mesin ATM pecahan kecil adalah solusi yang sangat praktis.
Saat ini, banyak bank yang mulai menyediakan mesin ATM khusus yang berisi lembaran uang Rp10.000 atau Rp20.000 di titik-titik strategis seperti pusat perbelanjaan atau kantor cabang utama.
Keunggulan pakai ATM pecahan kecil
Metode ini dianggap paling efisien karena bisa dilakukan kapan saja selama mesin ATM tersebut beroperasi.
Memang metode ini tak secara harfiah menukar uang, melainkan menarik uang dari saldo bank pribadi.
Namun, uang yang keluar dari mesin-mesin khusus ini biasanya memiliki kondisi yang sangat baik, baru, dan rapi.
Kondisi uang yang diperoleh sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ingin mengisi amplop hari raya dengan uang yang tampak segar.
Kelemahannya hanya satu, yakni ketersediaan mesin ATM jenis ini masih terbatas di kota-kota besar.
Alhasil, perlu dilakukan pengecekan lokasi terlebih dahulu melalui aplikasi mobile banking atau situs resmi bank terkait.
2. Datang Langsung ke Bank Umum
![Kantor cabang BNI di Jakarta Pusat. [Suara.com/Adhitya Himawan]](https://media.arkadia.me/v2/articles/souparmand/xXgTSiaejcp2SIjjhKINGvIKDRDIlMB3.png)
Opsi selanjuntya adalah dengan melakukan penukaran uang ke kantor cabang bank umum yang berada di area pusat bisnis atau Kantor Cabang Utama (KCU).
Bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, BNI, dan bank lainnya biasanya mendapatkan alokasi uang baru dari Bank Indonesia untuk disalurkan kepada nasabah mereka.
Kantor-kantor besar ini biasanya memiliki plafon atau jatah uang baru yang lebih stabil dan besar dibandingkan kantor kas atau unit kecil di pinggiran kota.
Jika satu cabang mengonfirmasi bahwa stok mereka habis, jangan ragu untuk berpindah ke cabang lain di wilayah yang berbeda.
Lakukan koordinasi singkat dengan menelepon layanan pelanggan bank sebelum berangkat untuk menghemat waktu dan tenaga.
Keunggulan datang langsung ke bank umum
Adapun dengan mendatangi kantor yang lebih besar, peluang untuk mendapatkan uang pecahan yang lengkap (mulai dari Rp1.000 hingga Rp20.000) biasanya jauh lebih tinggi.
Selain itu, keunggulan utama metode ini adalah tidak diperlukannya pendaftaran atau reservasi jadwal melalui situs web.
Masyarakat cukup datang ke lokasi, mengambil nomor antrean untuk layanan teller, dan sampaikan tujuan untuk menukarkan uang.
Namun, perlu diperhatikan bahwa setiap kantor cabang memiliki kebijakan internal masing-masing mengenai kuota harian.
Karena stok uang baru tidak tak terbatas, sangat disarankan untuk tiba di lokasi lebih awal, bahkan sebelum jam operasional bank dimulai
Kontributor : Armand Ilham