Suara.com - Tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) saat Lebaran bukan hanya berlaku di lingkungan kantor atau keluarga inti.
Di banyak daerah di Indonesia, memberikan THR kepada anak-anak tetangga sudah menjadi kebiasaan turun-temurun.
Momen ini biasanya terjadi saat Hari Raya Idulfitri, ketika anak-anak datang bersilaturahmi sambil mengucapkan selamat Lebaran.
Lalu, menjelang Lebaran 2026, muncul pertanyaan yang kerap dibicarakan: sebaiknya berapa nominal THR untuk anak tetangga?
Memberikan THR kepada anak-anak sebenarnya bukan kewajiban, melainkan bentuk sedekah dan berbagi kebahagiaan.
Di hari yang penuh kemenangan setelah sebulan berpuasa, suasana saling memberi menjadi simbol kegembiraan bersama.
Anak-anak biasanya datang dengan pakaian terbaik mereka, bersalaman, lalu menerima amplop kecil berisi uang.
Nominalnya memang tidak diatur secara resmi. Berbeda dengan THR karyawan yang memiliki aturan pemerintah, THR untuk anak tetangga sepenuhnya bergantung pada kemampuan dan kebiasaan masing-masing keluarga.
Karena itu, besarnya pun sangat variatif, tergantung kondisi ekonomi, lingkungan tempat tinggal, serta jumlah anak yang datang.
Kisaran Nominal THR Anak Tetangga 2026
![Ilustrasi THR untuk keponakan [ChatGPT]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/05/95672-ilustrasi-thr-untuk-keponakan-chatgpt.jpg)
Untuk Lebaran 2026, kisaran nominal yang umum diberikan diperkirakan masih mengikuti tren beberapa tahun terakhir.
Di banyak wilayah perkotaan, angka Rp10.000 hingga Rp20.000 per anak masih menjadi nominal paling umum.
Jika kondisi keuangan memungkinkan, sebagian orang memberikan Rp25.000 hingga Rp50.000 per anak, terutama untuk anak yang masih memiliki hubungan dekat atau sering berinteraksi sehari-hari.
Bagi keluarga dengan banyak anak tetangga yang datang, perencanaan anggaran menjadi penting.
Misalnya, jika diperkirakan ada 30 anak yang akan datang dan Anda menyiapkan Rp15.000 per anak, maka total anggaran yang perlu disiapkan sekitar Rp450.000.
Dengan perhitungan sederhana ini, Anda bisa menyesuaikan nominal agar tetap nyaman secara finansial.
Pertimbangan Sebelum Menentukan Nominal
Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan sebelum menentukan jumlah THR. Pertama adalah kondisi keuangan pribadi.
Jangan sampai tradisi berbagi justru membuat pengeluaran membengkak dan mengganggu kebutuhan utama setelah Lebaran.
Kedua, perhatikan kebiasaan lingkungan sekitar. Jika di lingkungan Anda rata-rata memberikan nominal tertentu, menyesuaikan angka yang tidak terlalu jauh bisa menjadi pilihan agar tetap harmonis.
Namun, tidak ada keharusan untuk mengikuti standar tertentu, karena setiap keluarga memiliki kondisi berbeda.
Ketiga, pertimbangkan usia anak. Beberapa orang membedakan nominal berdasarkan usia, misalnya anak balita mendapat Rp10.000, anak usia sekolah dasar Rp20.000, dan remaja Rp25.000 atau lebih.
Namun, sebagian lainnya memilih nominal yang sama untuk semua agar lebih praktis dan menghindari kecemburuan.
Alternatif Selain Uang Tunai
Meski uang tunai dalam amplop menjadi pilihan paling praktis, ada juga yang memilih alternatif lain. Misalnya, memberikan paket makanan ringan, buku tulis, atau mainan kecil sebagai tambahan THR. Cara ini bisa menjadi solusi jika ingin tetap berbagi tanpa terlalu fokus pada nominal uang.
Namun demikian, di era sekarang, anak-anak umumnya lebih menyukai uang tunai karena bisa digunakan sesuai keinginan mereka.
Oleh sebab itu, banyak keluarga tetap memilih amplop berisi uang sebagai bentuk THR yang paling sederhana dan fleksibel.
Pada akhirnya, tidak ada angka baku mengenai berapa sebaiknya THR untuk anak tetangga di Lebaran 2026. Nominal Rp10.000 hingga Rp20.000 per anak sudah tergolong wajar dan umum di banyak daerah.
Jika ingin memberi lebih dan kondisi memungkinkan, tentu itu menjadi nilai tambah. Namun jika hanya mampu memberi sedikit, tetaplah percaya bahwa yang paling utama adalah niat berbagi.
Lebaran adalah momen kebersamaan dan saling menguatkan. Senyum anak-anak yang menerima amplop kecil sering kali jauh lebih berharga daripada jumlah uang di dalamnya.
Selama diberikan dengan tulus dan tanpa paksaan, berapa pun nominalnya tetap menjadi bagian dari kebahagiaan Hari Raya.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni