- Memasuki penghujung Ramadan, banyak yang bertanya-tanya kapan Lebaran tiba.
- Terdapat dua prediksi Idulfitri 1447 H jatuh pada 20 Maret dan 21 Maret.
- Lebaran 2026 versi pemerintah/NU dan Muhammadiyah berpeluang berbeda.
Pemerintah menggunakan metode kombinasi antara hisab dan rukyat dalam menentukan awal bulan Hijriah, sehingga perhitungannya berdasarkan pengamatan langsung hilal atau bulan sabit muda di berbagai lokasi.
Metode rukyat juga diterapkan oleh Nadhlatul Ulama (NU), sehingga penentuan Lebaran NU dan pemerintah kerap sama sejak beberapa dekade terakhir.
Lebaran 2026 Berpotensi Berbeda
Berbeda dengan tahun 2025, Kemenag mengisyaratkan Lebaran versi pemerintah dan Muhammadiyah di 2026 berpeluang berbeda seperti halnya saat penentuan awal Ramadan. Hal ini lantaran hilal belum memenuhi standar visibilitas berdasarkan perhitungan hisab per Senin, 9 Maret 2026.
Seperti diketahui, dalam standar negara anggota MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, sebagaimana dikutip Antara.
Meski dari sisi ketinggian hilal ada kemungkinan memenuhi syarat, namun dari aspek elongasi masih belum mencapai batas minimal kriteria imkan rukyat yang ditetapkan oleh MABIMS.
Masyarakat pun diberikan keleluasaan untuk merayakan Lebaran pada 20 Maret seperti yang telah diumumkan Muhammadiyah, atau menunggu keputusan pemerintah dari hasil sidang Isbat.