Keutamaan sepertiga malam terakhir juga disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
"Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir setiap malamnya, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni." (HR Bukhari dan Muslim)
Hadits tersebut menunjukkan bahwa waktu sepertiga malam terakhir adalah saat yang sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa, termasuk doa Lailatul Qadar.
Selain sepertiga malam terakhir, malam Lailatul Qadar itu sendiri juga termasuk waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Para ulama menyebut malam ini sebagai malam penuh rahmat dan pengampunan.
Syekh Syihabuddin al-Qalyubi dalam kitab An-Nawadir menjelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan salah satu waktu paling utama untuk memanjatkan doa. Pada malam tersebut, amal ibadah yang dilakukan memiliki nilai lebih baik dibandingkan ibadah selama seribu bulan.
Hal ini juga dijelaskan dalam berbagai kitab keislaman, salah satunya dalam buku 444 Doa Rasulullah SAW yang disusun oleh Samir Mahmud Al-Hushni. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai bentuk ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, zikir, istighfar, dan tentu saja berdoa.
Waktu Terjadi Lailatul Qadar
Waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas. Namun, Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa malam tersebut dapat dicari pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Dalam kitab Latha’iful Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali disebutkan sebuah hadits dari Abdullah bin Umar. Dalam riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang di antara kalian tidak mampu, maka jangan sampai terlewat pada tujuh malam terakhir."
Baca Juga: Penumpang KA Bisa Tukar Uang Baru di Stasiun Yogyakarta dan Solo Balapan, Ini Jadwal dan Syaratnya
Selain itu, sejumlah hadits lain juga menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar lebih sering terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Malam-malam tersebut antara lain malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah pada malam-malam tersebut agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar.
Selain mengetahui waktu terbaik, umat Islam juga dianjurkan memperhatikan adab atau tata cara berdoa agar doa lebih mudah dikabulkan.
Dalam buku Keutamaan Doa dan Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera karya M. Khalilurrahman Al Mahfani dijelaskan bahwa Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan beberapa adab penting ketika berdoa.
Beberapa di antaranya adalah berdoa pada waktu yang mulia, melakukannya dengan penuh kekhusyukan, serta menghadap ke arah kiblat. Selain itu, dianjurkan juga untuk mengangkat kedua tangan ketika berdoa dan mengusap wajah setelah selesai.
Doa sebaiknya diawali dengan memuji Allah SWT dan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Umat Islam juga dianjurkan berdoa dengan penuh kerendahan hati, menggunakan suara lembut, serta tidak mudah putus asa.