Lebih Bahaya dari Harga Pangan: Ancaman Krisis Air yang 'Disembunyikan' Selama Ramadan

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 13 Maret 2026 | 12:29 WIB
Lebih Bahaya dari Harga Pangan: Ancaman Krisis Air yang 'Disembunyikan' Selama Ramadan
Ilustrasi mencuci piring. (Pixabay.com/laterjay)

Suara.com - Selama bulan Ramadan, perhatian publik biasanya tertuju pada fluktuasi harga bahan pangan. Namun, ada satu komponen biaya dan sumber daya yang sering luput dari perhitungan, yakni lonjakan penggunaan air bersih.

Langkah efisiensi air kini bukan lagi sekadar anjuran moral, melainkan kebutuhan mendesak yang harus diterapkan secara masif, baik di sektor domestik, komunitas, maupun industri.

Fenomena Lonjakan Konsumsi Air

Statistik menunjukkan bahwa pola konsumsi air berubah drastis selama Ramadan. Aktivitas domestik yang dimulai sejak waktu sahur hingga berbuka meningkatkan beban infrastruktur air bersih. Di beberapa wilayah perkotaan di Indonesia, beban puncak penggunaan air bergeser ke dini hari, dengan estimasi kenaikan volume antara 15% hingga 20% dibandingkan hari biasa.

Jika tidak dikelola dengan bijak, pola ini akan mempercepat krisis air yang sudah di depan mata. Pemborosan air bukan hanya soal tagihan bulanan, tetapi soal ketahanan lingkungan jangka panjang. Berikut adalah beberapa data krusial yang perlu menjadi perhatian:

  • Penurunan Muka Air Tanah: Pengambilan air tanah yang berlebihan secara terus-menerus (ekstraksi) menyebabkan penurunan muka tanah. Di Jakarta, rata-rata penurunan mencapai 10–12 cm per tahun di beberapa titik akibat beban pengambilan air bawah tanah.
  • Kelangkaan Air Global: Menurut data World Resources Institute (WRI), Indonesia diprediksi akan mengalami tingkat cekaman air (water stress) yang tinggi pada tahun 2040 jika pola konsumsi tidak berubah.
  • Limbah Domestik: Semakin banyak air bersih yang digunakan secara boros, semakin besar volume air limbah yang dihasilkan. Tanpa sistem pengolahan yang baik, air limbah ini mencemari ekosistem sungai dan sumber air permukaan. 
Ilustrasi keran wudhu (Pinterest/CON STA)
Ilustrasi keran wudhu (Pinterest/CON STA)

 Akibat Busa dan Keran Dengan Debit Air Besar

Fenomena kebocoran biaya akibat perilaku boros air ini menjadi sorotan PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI). Perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan limbah ini menekankan bahwa efisiensi air adalah kunci keseimbangan antara ibadah, kelestarian alam, dan kesehatan finansial keluarga.

Salah satu pemicu utama borosnya air adalah kebiasaan mencuci pakaian dengan detergen berlebih. Laboratorium Manager PPLI, Muhamad Yusuf Firdaus, menjelaskan bahwa kebiasaan masyarakat menggunakan busa yang melimpah justru menjadi bumerang bagi lingkungan. Selain membutuhkan volume air bilasan yang lebih banyak, limbah busa juga dapat merusak ekosistem sungai.

"Untuk mencuci, kadang ibu-ibu suka detergen yang busanya melimpah. Padahal busa ini jadi masalah, kalau menumpuk terus ujung-ujungnya sinar matahari tidak bisa masuk ke sungai. Oksigen tidak dapat masuk, biota air di sungai terganggu," ujar Yusuf, Kamis (12/3/2026) dalam keterangannya.

Selain detergen, ritual bersuci seperti wudhu juga sering menjadi titik perhatian karena dapat menyebabkan pemborosan air. Yusuf menyayangkan kebiasaan berwudhu dengan membuka keran lebar-lebar. Hal ini menyebabkan debit air yang keluar menjadi lebih besar. Padahal, sebenarnya keran kecil saja sudah cukup.

Supervisor Environmental Database and Program PPLI, Irfan Maulana mengungkapkan, rata-rata penggunaan air untuk satu kali wudhu dapat mencapai 2,9 hingga 5 liter per orang. Angka ini sangat jauh di atas kebutuhan sunnah.

Selisih penggunaan air yang jika dihitung bisa berkali-kali lipat ini sebenarnya dapat digunakan untuk beberapa anggota keluarga lainnya dan menjadi lebih hemat. Tentunya juga bisa memberikan angka yang signifikan pada meteran air rumah tangga.

Direktur LAZNAS Al-Azhar, Iwan Rahman, menilai faktor kultur dan melimpahnya air tanah di Indonesia membuat masyarakat menjadi kurang peka terhadap nilai ekonomi air. "Sebagai negara yang air tanahnya melimpah, kita tidak pernah merasakan panasnya gurun. Sehingga mengonsumsi air dalam jumlah besar seolah hal biasa," kata Iwan.

Efisiensi Adalah Tanggung Jawab Bersama

Untuk mengatasi hal tersebut, sektor industri kini mulai memberikan contoh pengelolaan air untuk menekan biaya operasional sekaligus menjaga lingkungan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PPLI telah mengolah sekitar 225 ribu meter kubik limbah menjadi air yang dapat digunakan kembali untuk kebutuhan internal. Contoh kecilnya yakni untuk mencuci kendaraan pengangkut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Promo Minyak Goreng Indomaret Minggu Ini, Harga Mulai Rp35 Ribuan

Promo Minyak Goreng Indomaret Minggu Ini, Harga Mulai Rp35 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 13 Maret 2026 | 12:06 WIB

Niat Bayar Zakat Fitrah Sekeluarga: Arab, Latin, dan Artinya

Niat Bayar Zakat Fitrah Sekeluarga: Arab, Latin, dan Artinya

Lifestyle | Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:42 WIB

THR Maksimal Dibayarkan Kapan? Ini Batas Waktu Resmi dan Aturan Lengkapnya

THR Maksimal Dibayarkan Kapan? Ini Batas Waktu Resmi dan Aturan Lengkapnya

Lifestyle | Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:27 WIB

Kemnaker dan Pelita Air Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM Industri Penerbangan

Kemnaker dan Pelita Air Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM Industri Penerbangan

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:20 WIB

Terungkap Detik-detik Gugurnya Ali Khamenei: Dibunuh Israel saat Sedang Baca Al Quran

Terungkap Detik-detik Gugurnya Ali Khamenei: Dibunuh Israel saat Sedang Baca Al Quran

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:17 WIB

Superindo Gelar Ramadan Midnight Sale Malam Ini, Tebus Minyak Goreng Cuma Rp1.000-an

Superindo Gelar Ramadan Midnight Sale Malam Ini, Tebus Minyak Goreng Cuma Rp1.000-an

Lifestyle | Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:24 WIB

Terkini

3 Jam Tangan Mewah Maia Estianty dan Suami di Pernikahan El Rumi, Jangan Hitung Nol-nya

3 Jam Tangan Mewah Maia Estianty dan Suami di Pernikahan El Rumi, Jangan Hitung Nol-nya

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 11:26 WIB

4 Rekomendasi Sunscreen Tekstur Cream untuk Kulit Lembap dan Terlindungi

4 Rekomendasi Sunscreen Tekstur Cream untuk Kulit Lembap dan Terlindungi

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 11:20 WIB

Body Butter untuk Apa? Ini Bedanya dengan Body Lotion dan 5 Rekomendasinya

Body Butter untuk Apa? Ini Bedanya dengan Body Lotion dan 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 11:05 WIB

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Mei 2026: Banyak Long Weekend, Cocok untuk Liburan

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Mei 2026: Banyak Long Weekend, Cocok untuk Liburan

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 11:02 WIB

Brian McKnight Jadi Bintang Tamu Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, Bayarannya Berapa?

Brian McKnight Jadi Bintang Tamu Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, Bayarannya Berapa?

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 11:00 WIB

Intip Ronce Melati Siraman Syifa Hadju yang Boleh Dijiplak, Bisa Jadi Inspirasi Calon Pengantin

Intip Ronce Melati Siraman Syifa Hadju yang Boleh Dijiplak, Bisa Jadi Inspirasi Calon Pengantin

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 10:53 WIB

7 Dampak Makanan Ultra Proses yang Mengancam Tumbuh Kembang Anak

7 Dampak Makanan Ultra Proses yang Mengancam Tumbuh Kembang Anak

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 10:43 WIB

Nama Ayah Kandung Syifa Hadju Terungkap saat Ijab Kabul, Sosoknya Picu Pertanyaan

Nama Ayah Kandung Syifa Hadju Terungkap saat Ijab Kabul, Sosoknya Picu Pertanyaan

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 10:37 WIB

Harga 5 Mesin Kopi SMEG yang Jadi Kado El Rumi untuk Groomsmen, Setara Motor!

Harga 5 Mesin Kopi SMEG yang Jadi Kado El Rumi untuk Groomsmen, Setara Motor!

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 10:11 WIB

Promo Superindo hingga 29 April 2026: Belanja Daging, Sarapan, Perlengkapan Kebersihan Lebih Hemat

Promo Superindo hingga 29 April 2026: Belanja Daging, Sarapan, Perlengkapan Kebersihan Lebih Hemat

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 09:18 WIB