Suara.com - Hasrat berperilaku impulsif setelah mendapat uang THR banyak dialami oleh masyarakat Indonesia terutama dari kaum milenial dan gen Z. Bahkan, beberapa di antara mereka tidak berfikir dua kali ketika hendak membeli sesuatu dengan uang THR. Demi kesenangan sesaat, tak jarang THR pun bisa melayang begitu saja.
Peeilaku impulsif seseorang ketika memegang uang THR juga sedikit banyak dipengaruhi oleh tradisi di masyarakat kita sendiri. Dimana jika Lebaran tiba, maka identik dengan segala sesuatu yang serba baru dan menonjol. Baju baru, sepatu baru, perhiasan baru, gorden rumah baru hingga ponsel baru.
Seakan ada tekanan sosial yang tidak tertulis, jika kita harus tampil "wah" ketika mudik atau saat bersilaturahmi dan menjami tamu di rumah. Tanpa disadari, tekanan sosial itu justru datangnya dari dalam diri kita sendiri.
Perilaku impulsif ketika lebaran kerap kali terlihat sepele, namun bisa berdampak serius terhadap kehidupan sehari-hari. Meski impulsif bisa terjadi tak hanya saat menerima THR saja, dalam beberapa kasus, perilaku ini bisa berulang dan menyebabkan masalah serius, baik dalam hubungan sosial, keuangan, atau kesehatan mental.
Apa Itu Perilaku Impulsif?
Perilaku impulsif sendiri merupakan suatu tindakan yang dilakukan tanpa adanya pertimbangan matang dan sungguh-sungguh. Tindakan ini umumnya terjadi secara tiba-tiba dan didorong oleh emosi sesaat. Seseorang dengaj perilaku impulsif kerap bertindak tanpa memikirkan konsekuensi dari perbuatannya.
Contoh umum perilaku impulsif dalam konteks menerima THR bisa berupa belanja barang yang tidak direncanakan tanpa memikirkan fungsi jangka panjang. Perilaku ini tentu bisa mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, terutama keuangan. Bukannya, setelah lebaran kita tenang justru dengan perilaku impulsif kita akan merasa rugi dan tertekan.
Kenapa Kita Cenderung Impulsif saat Memegang Uang THR?
Ada beberapa alasan, kenapa kita kebanyakan berperilaku impulsif ketika memegabg uang THR. Berikut beberapa alasan umumnya:
1. Godaan Diskon, Promo, dan Barang-Barang Baru yang Menarik
Kerap kali diskon besar-besaran membuat kita kalap dan membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu penting. Apalagi, banyak di antara kita mudah tergiur membeli barang baru yang menarik padahal fungsinya hanya sesaat tidak dalam jangka waktu panjang.
2. Kurangnya Perencanaan Keuangan
Penyebab lain yang sering membuat THR cepat terkuras m adalah kurangnya perencanaan keuangan yabg matang. Alokasi THR yang kurang bijak tentunya bisa menyebabkan pengeluaran impulsif dan konsumtif yang berlebih.
Akibatnya, uang THR yang kita terima bisa cepat habis tanpa memberikan dampak yang signifikan terhadap stabilitas keuangan jangka panjang. Oleh sebab itu, penting untuk mulai memperhatikan perencanaan keuanganmu secara lebih matang dengan mengutamakan prioritas dan tujuan.
3. Kebutuhan Mendesak yang Tidak Terduga
Kadang hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana daj tujuan. Tak jarang di tengah jalan, ada saja kebutuhan mendesak yang tidak terduga hingga membutuhkan dana banyak. Hal tersebut termasuk alasan kita cenderung impulsif saat memegang uang THR.
Apalagi kalau kamu tidak memiliki dana darurat, maka mau tidak mau kamu terpaksa menggunakan uang THR atau bisa jadi mengalami kesulitan finansial yang lebih serius.
Tips Mengelola THR dengan Bijak
Mendapatkan THR di hari Lebaran tentu menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Akan tetapi, THR bisa cepat habis apabila tidak dikelola dengan bijak. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar bijak dalam mengelola THR:
1. Memprioritaskan Kebutuhan Utama
Prioritaskan kebutuhan utama, sebelum kamu tergoda untuk membeli barang-barang baru atau berlibur. Pastikan pula kamu sudah memenuhi kebutuhan pokok, seperti sembako, tempat tinggal, transportasi, hingga asuransi kesehatan. Dengan begitu, kamu bisa menghindari stres serta lebih fokus pada tujuan keuangan masa depan.
2. Merencanakan Anggaran yang Baik
Merencanakan anggaran yang baik adalah bagian dari krusial dalam mengelola uang THR dengan lebih bijak. Caranya, kamu bisa mencatat semua pemasukan dan pengeluaranmu setiapnhari. Hal itu dapat membantumu dalam memahami kondisi keuanganmu saat ini.
Kemudian, kamu bisa mulai menyusun anggaran yang lebih realistis. Jika anggaran sudah tersusun sempurna, lalu alokasikan dana untuk berbagai kategori kebutuhan, seperti memenuhi kebutuhan pokok, tabungan, dan investasi.
3. Mengalokasikan Dana untuk Zakat dan Sedekah
Mengalokasikan pemasukam untuk zakat dan sedekah adalah langkah mulia dalam mengelola THR secara bijak. Tak hanya membantu orang lain, zakat dan sedekah juga bisa memberi keberkahan rezeki dan mendatangkan kebahagiaan.
4. Menghindari Pembelian Impulsif
Tips mengelola THR yang terakhir yaitu hindari impulsive buying. Selain itu, jangan mudah tergoda oleh diskon besar-besaran atau promo menarik.
Demikian tadi ulasan terkait kenapa kita cenderung impulsif saat memegang uang THR? Dengan bijak dalam mengelola THR, maka kita bisa lebih tenang dalam menghadapi hari-hari setelah lebaran.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari