8 Etika Bersalaman dengan Orang yang Tidak Dikenal setelah Salat Ied

Ruth Meliana

Minggu, 15 Maret 2026 | 08:12 WIB
8 Etika Bersalaman dengan Orang yang Tidak Dikenal setelah Salat Ied
ilustrasi bersalaman setelah salat Ied (freepik/rawpixel.com)
baca 10 detik
  • Bersalaman dengan lawan jenis bukan mahram dilarang; cukup sampaikan salam verbal sambil meletakkan tangan di dada.
  • Jangan memaksa jabat tangan jika orang lain menarik diri atau hanya merespons dengan senyum tanpa uluran tangan.
  • Prioritaskan salam lisan seperti "Minal aidin wal faizin" karena ucapan tulus lebih utama daripada kontak fisik.

Suara.com - Salat Ied, seperti Idulfitri, adalah momen sakral yang tidak hanya menyempurnakan ibadah, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi massal.

Setelah takbir dan khutbah selesai, lapangan atau masjid langsung dipenuhi suara “Minal aidin wal faizin” disertai jabat tangan dan pelukan.

Tradisi ini indah, namun sering kali menimbulkan dilema: bagaimana etika bersalaman dengan orang yang benar-benar tidak dikenal?

Apakah boleh langsung menyodorkan tangan? Haruskah menunggu? Atau ada batasan agama dan kesopanan yang harus dijaga?

Berikut 8 etika penting yang wajib diperhatikan agar silaturahmi tetap berkah, tanpa melanggar adab Islam maupun kenyamanan pribadi.

1. Pahami hukum bersalaman dalam Islam terlebih dahulu

Menurut mayoritas ulama (termasuk mazhab Syafi’i yang dominan di Indonesia), bersalaman dengan sesama jenis kelamin adalah sunnah dan dianjurkan sebagai bentuk saling memaafkan.

Namun, bagi lawan jenis yang bukan mahram, kontak fisik langsung dilarang.

Jika Anda bertemu perempuan (atau laki-laki) tak dikenal, cukup ucapkan salam verbal sambil meletakkan tangan di dada atau mengangguk hormat.

baca juga

Memaksakan jabat tangan hanya karena “tradisi lebaran” justru bisa mengurangi pahala.

2. Jangan pernah memaksa!

Ada orang yang sengaja menjaga jarak karena alasan kesehatan, trauma, atau prinsip keagamaan yang lebih ketat.

Jika seseorang menarik tangannya atau hanya tersenyum tanpa menyodorkan tangan, jangan mengejar atau berkata “Ayo salaman dong!”.

Paksaan justru merusak makna maaf-memaafkan.

3. Gunakan salam verbal sebagai prioritas

Ucapan “Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin” jauh lebih utama daripada jabat tangan.

Di banyak negara Muslim, salam lisan sudah cukup. Di Indonesia, kita bisa menambahkan “Mohon maaf lahir dan batin” dengan nada tulus.

Ini menghindari keraguan sekaligus tetap menyampaikan maksud silaturahmi.

4. Perhatikan konteks tempat dan kerumunan

Di lapangan terbuka saat Salat Ied, kerumunan sangat padat. Risiko penularan penyakit atau sentuhan tak sengaja lebih tinggi.

Etika terbaik adalah menjaga jarak minimal 1 meter sebelum memutuskan apakah akan bersalaman.

Jika ramai, cukup mengangguk dan berdoa dari jauh.

5. Jaga kebersihan tangan

Setelah salat, tangan mungkin berkeringat atau baru memegang sajadah.

Jika ingin bersalaman dengan orang tak dikenal, pastikan tangan bersih atau gunakan tisu/hand sanitizer terlebih dahulu.

Memberi kesan “kotor” justru membuat orang enggan.

6. Hormati batasan usia dan status

Anak kecil atau lansia tak dikenal mungkin tidak nyaman disentuh orang asing.

Orang tua biasanya lebih senang jika kita hanya mengucapkan doa tanpa jabat tangan.

Sebaliknya, jika bertemu anak muda yang jelas sesama jenis, jabat tangan hangat justru sangat dianjurkan.

7. Jadikan momen ini ajang dakwah lembut

Banyak orang tak dikenal yang baru pertama kali salat Ied bersama kita.

Jabat tangan (jika sesuai syariat) bisa diiringi senyum tulus dan doa singkat: “Semoga kita bertemu lagi di tahun depan dalam keadaan lebih baik.”

Kata-kata ini lebih membekas daripada sekadar jabat tangan tanpa makna.

8. Akhiri dengan doa dalam hati

Setelah berpisah, doakanlah orang tersebut meski tidak salaman: “Ya Allah, ampuni dosa kami dan dosanya, satukan hati kami.”

Ini menjaga keikhlasan dan menghindari rasa kecewa jika seseorang menolak bersalaman.

Dengan menerapkan delapan etika di atas, Salat Ied tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga latihan akhlak yang sesungguhnya.

Silaturahmi tetap terjaga, batasan agama terhormati, dan hati semua pihak merasa nyaman.

Ingat, maaf-memaafkan tidak harus selalu melalui tangan, yang terpenting adalah keikhlasan dan kesopanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jamaah Salat Idul Fitri di Tokyo Membludak: Bukti Jumlah WNI di Jepang Tembus 200 Ribu?

Jamaah Salat Idul Fitri di Tokyo Membludak: Bukti Jumlah WNI di Jepang Tembus 200 Ribu?

News | Selasa, 01 April 2025 | 08:48 WIB

Beda Cara Lebaran Pertama Ruben Onsu dan Bobon Santoso usai Mualaf, Ada yang Terkesan Main-main

Beda Cara Lebaran Pertama Ruben Onsu dan Bobon Santoso usai Mualaf, Ada yang Terkesan Main-main

Entertainment | Selasa, 01 April 2025 | 00:28 WIB

Mat Solar 'Datangi' Salah Satu Anaknya di Malam Sebelum Salat Ied

Mat Solar 'Datangi' Salah Satu Anaknya di Malam Sebelum Salat Ied

Entertainment | Selasa, 01 April 2025 | 00:02 WIB

Terkini

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:10 WIB

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:04 WIB

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:53 WIB

×