Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Vania Rossa

Kamis, 30 Juli 2026 | 22:04 WIB
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
Ilustrasi petugas damkar. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Dua petugas pemadam kebakaran di Surabaya dan Musi Rawas meninggal dunia saat bertugas pada tahun 2025.
  • Asuransi JAGADIRI memberikan edukasi keuangan dan asuransi gratis bagi 1.016 petugas pemadam kebakaran di Jakarta Selatan.
  • Kegiatan tersebut juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seratus petugas pemadam kebakaran bekerja sama dengan RS Brawijaya.

Suara.com - Setiap kali sirene mobil pemadam kebakaran berbunyi, yang terbayang adalah petugas yang bergegas menuju lokasi demi menyelamatkan nyawa dan harta benda. Di balik aksi heroik tersebut, ada risiko besar yang dihadapi petugas damkar setiap kali mengenakan seragam dan alat pelindung diri.

Paparan suhu ekstrem, asap beracun, runtuhan bangunan, hingga kecelakaan saat menuju lokasi kebakaran menjadi bagian dari pekerjaan yang tidak bisa dihindari.

Risiko tersebut bukan hanya mengancam keselamatan petugas, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi ekonomi keluarga apabila mereka mengalami kecelakaan atau bahkan gugur saat bertugas.

Sepanjang 2025, misalnya, dua petugas pemadam kebakaran dilaporkan meninggal dunia ketika menjalankan tugas.

Seorang petugas di Surabaya meninggal setelah tersengat arus listrik saat memadamkan kebakaran rumah, sementara petugas lain di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, menjadi korban kecelakaan mobil pemadam saat menuju lokasi kebakaran.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa profesi pemadam kebakaran membutuhkan perlindungan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga finansial.

Perlindungan Finansial Sama Pentingnya dengan APD

Kepala Bidang Klaim Asuransi JAGADIRI, dr. Reinna Meilani P. W., menilai masih banyak masyarakat yang menganggap asuransi sebagai kebutuhan sekunder atau hanya untuk kalangan berpenghasilan tinggi.

Padahal, menurutnya, profesi dengan tingkat risiko tinggi justru membutuhkan perlindungan finansial agar keluarga tetap memiliki pegangan apabila pencari nafkah mengalami musibah.

baca juga

"Petugas pemadam kebakaran mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk melindungi diri saat menyelamatkan masyarakat. Namun, siapa yang menjadi APD bagi keluarga ketika 'bencana finansial' seperti kecelakaan, sakit kritis, atau kehilangan pendapatan terjadi? Mengelola keuangan dengan baik dan memiliki asuransi adalah APD finansial bagi keluarga," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengatur keuangan sejak dini melalui prinsip sederhana 50-30-20, yaitu mengalokasikan 50 persen pendapatan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk kebutuhan pribadi, dan 20 persen untuk tabungan, dana darurat, serta perlindungan.

Literasi Keuangan untuk Profesi Berisiko

Kesadaran inilah yang mendorong Asuransi JAGADIRI menggelar program literasi dan inklusi keuangan bagi 1.016 petugas pemadam kebakaran di Jakarta Selatan.

Program yang berlangsung di Kantor Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga menyediakan perlindungan asuransi kecelakaan diri tanpa biaya premi selama satu bulan bagi para peserta.

Direktur Keuangan dan Teknik Asuransi JAGADIRI, Budi Darmawan, mengatakan setiap orang, termasuk petugas pemadam kebakaran, berhak memiliki rasa aman terhadap masa depan keluarganya.

"Melalui program ini, kami berharap para petugas semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan perlindungan sebagai bagian dari perencanaan masa depan diri dan keluarga," katanya.

Di tengah tingginya risiko yang dihadapi petugas pemadam kebakaran setiap hari, perhatian terhadap aspek keselamatan, kesehatan, dan ketahanan finansial menjadi bagian penting dalam mendukung mereka yang berada di garis depan saat masyarakat membutuhkan pertolongan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Novel Testimony of N: Ketika Kebohongan Menjadi Bentuk Perlindungan

Ulasan Novel Testimony of N: Ketika Kebohongan Menjadi Bentuk Perlindungan

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:35 WIB

Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Bertambah Jadi 32 Orang, Lima Mulai Diperiksa

Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Bertambah Jadi 32 Orang, Lima Mulai Diperiksa

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:28 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Kementerian demi Perlindungan Pekerja Migran

Menteri Mukhtarudin Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Kementerian demi Perlindungan Pekerja Migran

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:17 WIB

Terkini

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

News | Senin, 14 September 2026 | 12:07 WIB

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 12:03 WIB

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Riau | Senin, 14 September 2026 | 11:58 WIB

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:56 WIB

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 11:54 WIB

Apakah Parfum Melati Viva Bagus dan Tahan Lama? Cek Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Parfum Melati Viva Bagus dan Tahan Lama? Cek Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:52 WIB

Apakah Serum PDRN DNA Salmon Bisa Membantu Meratakan Tekstur Bekas Jerawat Bopeng?

Apakah Serum PDRN DNA Salmon Bisa Membantu Meratakan Tekstur Bekas Jerawat Bopeng?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:52 WIB

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:48 WIB

×